Bahasa Indonesia Vs Bahasa Inggris
Saat ini, kalau kita perhatikan gaya berpidato pemimpin-pemimpin Indonesia semakin buruk. Dalam pidato resmi seperti pidato kenegaraan, banyak sekali diselipkan kosakata bahasa Inggris atau istilah keinggris-inggrisan.
Dorodjatun (2011) mengemukakan pendapat mengenai fenomena bahasa Indonesia pada uraian berikut.
Fenomena lain yang juga menarik diamati adalah bahwa semakin ke timur maka bahasa Indonesia penduduk di wilayah Indonesia timur seperti Maluku, Papua justru lebih baik dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang tinggal di wilayah barat. Bahasa Indonesia mereka secara murni diperoleh dari buku teks dan merupakan bahasa formal yang digunakan sehari hari.
Dorodjatun (2011) juga mengemukakan kenyataan sebagai berikut.
Ternyata, tidak hanya para pemimpin negara yang menggunakan kosakata bahasa Inggris. Dalam dunia komunikasi yang serba cepat ini, ketika seseorang dihadapkan oleh suatu masalah yang mengharuskan menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Maka secara tidak langsung, orang tersebut akan mengeluarkan kosakata bahasa campuran antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris karena kurangnya perbendaharaan bahasa Indonesia yang cukup. Contoh yang paling mudah adalah, banyak sekali di antara kita yang tidak bisa membedakan antara isu dan problem. Padahal something that is problematic doesn’t mean an issue.
Kemerosotan penggunaan bahasa Indonesia ini tidak hanya terjadi di Jakarta, di daerah lain pun juga masih ada. Dorojdatun (2011) mengemukakan bahwa “rakyat di Aceh Utara ternyata tidak mengerti bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia ternyata melangkah terlalu jauh. Jadi, kalau pemimpin negara tidak menyadari hal ini, maka mereka akan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan rakyat di daerah”.
Salah satu permasalahan yang membuat bahasa Indonesia tidak bisa meluas ke daerah-daerah bahkan pelosok-pelosok nusantara adalah kekayaan akan bahasa tiap daerah. Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, suku, ras, dan termasuk bahasa. Namun, jika seluruh warga negara Indonesia dipaksakan untuk menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal ini akan mengakibatkan kesalahpahaman bahkan bisa terjadi pergolakan dalam negara.
Dengan demikian, para generasi muda khususnya para mahasiswa yang sering mendapat julukan agen perubahan harus menyadari pentingnya penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apalagi kalau mereka menjadi tokoh politik atau pemimpin negara di masa depan. Mau dibawa kemana bahasa Indonesia kita? Padahal, seharusnya kosakata dalam bahasa Indonesia diperkaya setiap tahun. Bahasa Indonesia adalah bahasa negara kita, kalau bukan kita yang menggunakannya, siapa lagi?
Daftar Rujukan
Kuntjoro, D. 2011. Membangun Bangsa Dengan Bahasa Indonesia, (Online), (http://bahasakita.com/2011/09/26/membangun-bangsa-dengan-bahasa-indonesia/), diakses pada 17 Desember 2011.
Kuntjoro, D. 2011. Bahasa Indonesia, Pentingkah?, (Online), (http://bahasakita.com/2011/09/28/bahasa-indonesia-pentingkah/), diakses pada 17 Desember 2011.
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
MODUL KETERAMPILAN MENULIS Disusun oleh Didin Widyartono, S.S., S.Pd, M.Pd Nanang Bustanul Fauzi, S.S. PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESI...
-
Aneka Alasan Menyimak 1. Karena ingin mempelajari sesuatu dari bahan simakan 2. Karena ingin memikat hati orang lain 3. Karena ingin ...
-
Pudarnya Makna Bhineka Tunggal Ika di hati para pemuda Indonesia Semua orang pasti sudah tahu arti dan makna dari Bhineka Tunggal Ika...
-
Muktamar genQ Fakultas Ilmu Budaya – Rohis Fakultas Ilmu Budaya bernama Generasi Qur’ani yang biasa disebut genQ telah melaksanakan muktamar...
-
Bahasa Indonesia Vs Bahasa Inggris Saat ini, kalau kita perhatikan gaya berpidato pemimpin-pemimpin Indonesia semakin buruk. Dalam pidato r...
-
Cerita Humor Ketika saya dan kakak perempuan saya sedang bercerita di teras rumah. Tiba-tiba, seorang laki-laki datang menghampiri kami. “Ar...
-
Sekedar Ingin Memperkenalkan Diri Athiyyatun Ni’mah , itulah nama saya. Saya dilahirkan oleh ibu saya d...
-
Kekecewaan Pagi itu, Ana sedang duduk di teras depan rumahnya sambil menulis puisi. Ana bangkit dari tempat duduknya menuju kamar karena d...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar