Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Laman

Senin, 09 Januari 2012

Modul Keterampilan Menulis

MODUL
KETERAMPILAN MENULIS
Disusun oleh
Didin Widyartono, S.S., S.Pd, M.Pd
Nanang Bustanul Fauzi, S.S.
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Oktober 2011
Keterampilan Menulis|1|
#1
KONSEP MENULIS
Materi
:
memahami konsep dasar dalam menulis
Target
:
mampu memahami konsep menulis terkait definisi, manfaat, tujuan, bentuk, proses, dan ciri kemampuan menulis
Metode perkuliahan
:
ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
peta konsep menulis dan jawaban soal latihan
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Sebelum menulis, seorang penulis harus memahami konsep dasar menulis dengan baik. Konsep dasar menulis terkait definisi menulis, tujuan menulis, ragam tulisan, tahapan menulis, dan problem menulis harus dikuasai. Selanjutnya, penulis dapat menuangkan gagasan dan perasaaannya melalui tulisan.
A. Definisi Menulis
Definisi menulis banyak disampaikan para ahli dan institusi. Berikut ini sepuluh definisi tentang menulis.
a. Menulis adalah kegiatan menurunkan atau menuliskan lambang-lambang grafik untuk menyampaikan informasi tentang suatu peristiwa sehingga ada komunikasi (Syafi’ie, 1984:40).
b. Menulis merupakan suatu kegiatan partisipatif aktif yang melibatkan berbagai poses dalam mengolah suatu pesan agar mampu dipahami atau diterima oleh pembaca. Menulis merupakan suatu proses berpikir yang berkelanjutan, mencobakan, dan mengulas kembali (Murray dalam Temple, 1988:213).
c. Menulis adalah mengabadikan bahasa dengan tanda-tanda grafis (Hardjono, 1988:85).
d. Menulis adalah meletakkan atau mengatur simbol-simbol grafis yang menyatakan pemahaman suatu bahasa sedemikian rupa sehingga orang lain dapat membaca simbol-simbol grafis itu sebagai bagian penyajian satuan-satuan ekspresi bahasa (Lado dalam Ahmadi, 1990:28).
Keterampilan Menulis|2|
e. Menulis merupakan suatu proses, yaitu proses penulisan. Ini berarti bahwa kita melakukan kegiatan itu dalam beberapa tahap yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap revisi. Tulisan yang baik dapat menghubungkan antara penulis sebagai pemberi pesan dan pembaca sebagai penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan harus ditulis secara sistematis agar pembaca dapat menangkap pesan dengan jelas dan tidak menimbulkan salah penafsiran (Akhadiah, 1990:55).
f. Menulis adalah menuangkan ide, pikiran, perasaan, dan kemauan dengan wahana bahasa tulis (Widodo & Chasanah, 1993).
g. Menulis adalah aktivitas seluruh otak yang menggunakan belahan otak kanan (emosional) dan belahan otak kiri (logika). Aktivitas otak kanan untuk keterampilan menulis meliputi perencanaan, outline, tata bahasa, penyuntingan, penulisan kembali, penelitian dan tanda baca, sedangkan aktivitas otak kiri yaitu semangat, spontanitas, emosi, warna, imajinasi, gairah, ada unsur baru, dan kegemberiaan. Aktivitas dalam penulisan otak kiri dan otak kanan harus bekerjasama, berikut gambar pemanfaatan kedua belahan otak kiri dan otak kanan dalam menulis (DePorter, 2000:179).
h. Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang aktif, produktif, kompleks, dan terpadu yang berupa pengungkapan dan yang diwujudkan secara tertulis. Menulis juga merupakan keterampilan yang menuntut penulis untuk menguasai berbagai unsur di luar kebahasaan itu sendiri yang akan menjadi isi dalam suatu tulisan (Nurgiyantoro, 2001:271).
i. Menulis merupakan kegiatan komunikasi verbal yang berisi penyampaian pesan dengan menggunakan tulisan sebagai mediumnya. Pesan yang dimaksud di sini adalah isi atau muatan yang terkandung dalam tulisan, sedangkan tulisan pada dasarnya adalah rangkaian huruf yang bermakna dengan segala kelengkapan lambang tulisan seperti ejaan dan pungtuasi. Dengan demikian, menulis merupakan salah satu bentuk pengggunaan bahasa, disebut keterampilan berbahasa, yang melibatkan empat unsur, yakni penulis sebagai penyampai pesan, pesan atau isi tulisan, saluran atau medium tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan (Yunus, 2002:13).
j. Menurut Kamus Bahasa Indonesia (2008), me·nu·lis v 1 membuat huruf (angka dsb.) dng pena (pensil, kapur, dsb): anak-anak sedang belajar ~; melukis baginya merupakan kesenangan yg dimulai sebelum ia belajar ~; 2 melahirkan pikiran atau perasaan (spt mengarang, membuat surat) dng tulisan: ~ roman (cerita), mengarang cerita; ~ surat membuat surat; berkirim surat; 3 menggambar; melukis: ~ gambar pemandangan; 4 membatik (kain): lebih mudah mencetak dp ~ kain (Kamus Bahasa Indonesia, 2008).
Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang definisi menulis, carilah referensi lain baik dari media cetak maupun elektronik! Dengan referensi lain, Anda diharapkan dapat semakin memahami definisi menulis dari berbagai sudut pandang.
Keterampilan Menulis|3|
B. Manfaat Menulis
Menulis merupakan sebuah kebutuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tak luput dari kegiatan beraksara tulis. Siswa SD/MI, SMP/Mts, SMA/SMK/MA, mahasiswa Perguruan Tinggi, hingga orang-orang dewasa yang melek teknologi tentu tak luput dari kegaitan menulis pesan pendek. Guru menulis di papan tulis untuk keperluan kegiatan pengajaran di sekolah. Dosen pun demikian. Wartawan menulis berita di koran. Pedagang pun membutuhkan alat tulis jika dia sedang menghitung total harga yang harus dibeli pembeli. Bahkan, tukang judi pun membutuhkan alat tulis untuk menghitung. Demikianlah, menulis memang sudah menjadi kebutuhan hidup di zaman modern ini.
Menulis memang memiliki kelebihan khusus. Widodo & Chasanah (1993) menyatakan bahwa permasalahan yang rumit dapat dipaparkan secara jelas dan sistematis melalui tulisan. Angka, tabel, grafik, dan skema dapat dipaparkan dengan mudah melalui tulisan. Tulisan juga lebih mudah digandakan melalui bantuan teknologi produksi. Karya-karya tulis memiliki daya bukti yang lebih kuat. Selain itu, tulisan memiliki sifat permanen karena dapat disimpan dan lebih mudah diteliti karena dapat diamati secara perlahan dan berulang-ulang.
Menulis juga memiliki nilai manfaat, baik secara materiil maupun nonmateriil. Anda mengenal JK Rowling, penulis Harry Potter? Selain mendapatkan kepuasan dalam proses menulis kreatifnya, penulis ini menjadi terkenal di seluruh dunia dan mendapatkan materi yang berlimpah melalui tulisannya. Inilah salah satu bukti konkret manfaat menulis.
Manfaat-manfaat menulis banyak disampaikan para ahli. Berikut ini jabaran para ahli tentang manfaat menulis.
1. Percy (dalam Nuruddin, 2011:20—27) menyatakan enam manfaat menulis, yaitu (a) sarana untuk mengungkapkan diri, (b) sarana untuk pemahaman,
(c) membantu mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, perasaan harga diri, (d) meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan, (e) keterlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah, dan (f) mengembangkan suatu pemahaman tentang sesuatu dan kemampuan menggunakan bahasa.
2. Komaidi (2011, 9—10) memberikan enam manfaat menulis. Keenam manfaat tersebut adalah (a) menimbulkan rasa ingin tahu dan melatih kepekaan dalam melihat realitas kehidupan, (b) mendorong kita untuk mencari referensi lain, misalnya buku, majalah, koran, jurnal, dan sejenisnya, (c) terlatih untuk menyusun pemikiran dan argumen secara runtut, sistematis, dan logis, (d) mengurangi tingkat ketegangan dan stres, (e) mendapatkan kepuasan batin terlebih jika tulisan bermanfaat bagi orang lain melalui media massa, dan (e) mendapatkan popularitas di kalangan publik.
Keterampilan Menulis|4|
3. Hernowo (2003:54) menyatakan lima manfaat dalam menulis, yaitu
(a) menjernihkan pikiran, (b) mengatasi trauma, (c) membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru, (d) membantu memecahkan masalah, dan (e) membantu berpikir sistematis dan runtut ketika waktu terdesak.
4. Nuruddin (2011, 27—33) memberikan tujuh nilai (yang dianggap sebagai sinonim manfaat) yang terkandung dalam menulis, yaitu (a) nilai kecerdasan, (b) nilai kependidikan, (c) nilai kejiwaaan, (d) nilai kemasyarakatan, (e) nilai keuangan, (f) nilai kefilsafatan, dan (g) nilai popularitas.
Lebih lanjut, dijelaskan Nuruddin (2011:11) bahwa menulis dapat membuat perasaan dan kesehatan yang lebih baik. Mengacu pada pendapat Dr. Pennebaker bahwa menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang dialami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan positif, dan kesehatan yang lebih baik. Sementara itu, mengacu pada pendapat Fatimah Merisi bahwa menulis dapat mengencangkan kulit di wajah dan membuat awet muda.
C. Tujuan Menulis
Setiap penulis memiliki tujuan dalam menuangkan pikiran/gagasan dan perasaannya melalui bahasa tulis, baik untuk diri sendiri dan orang lain. Contoh tujuan menulis untuk diri sendiri antara lain agar tidak lupa, agar rapi, untuk menyusun rencana, dan untuk menata gagasan/pikiran. Bentuk tulisan tersebut dapat dituangkan dalam buku harian, catatan perkuliahan, catatan rapat, catatan khusus, dan sebagainya. Contoh tujuan menulis untuk orang lain antara lain untuk menyampaikan pesan, berita, informasi kepada pembaca, untuk memengaruhi pandangan pembaca, sebagai dokumen autentik, dan sebagainya.
Umumnya, terdapat dua kondisi penulis terkait tujuan menulis. Ada penulis yang dengan sangat sadar terhadap dampak positif dan negatif terhadap apa yang ditulis. Namun, ada juga penulis yang tidak menyadarinya kedua dampak tersebut. Seorang penulis profesional memiliki kesadaran tinggi terhadap tujuan kegiatan penulis. Seorang penulis amatir terkadang hanya sekadar menuangkan gagasannya ke dalam wujud tulisan hanya untuk kepuasan dan tidak menyadari dampak pisitif dan negatif dari apa yang sudah ditulisnya.
Ketika tulisan sudah dibaca dan pesan sudah diterima oleh pembaca, terkadang penulis baru menyadari dampak tulisannya. Penulis memberikan klarifikasi jika tulisan itu memberikan dampak negatif. Dampak negatif ini bisa muncul akibat asumsi penulis dan pembaca yang berbeda. Maksud penulis mengarah ke arah tertentu, sedangkan asumsi pembaca mengarah ke arah yang lain. Akibatnya, muncul
Keterampilan Menulis|5|
pesan baru yang diterima pembaca. Sebelumnya, pesan ini tidak dirancang dan diduga oleh penulis. Akhirnya, muncullah kesalahan pemahaman dan memberikan akibat tertentu. Sebaliknya, jika tulisannya berdampak positif, penulis akan membiarkannya meskipun sebelumnya tidak dirancang dan diduga oleh penulis.
D. Bentuk Tulisan
Bentuk-bentuk tulisan, dapat juga disebut sebagai ragam, dapat diklasifikasi berdasarkan sudut pandang kenyataan. Berikut ini bagan klasifikasi tulisan yang dijelaskan lebih lanjut pada bagian berikutnya.
E. Proses Menulis
Menulis merupakan kegiatan yang membutuhkan proses untuk menghasilkan tulisan. Dalam proses tersebut, menulis terdiri atas tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilalui hingga menghasilkan tulisan. Berikut ini pendapat para ahli tentang proses menulis.
1. Graves 1975 (dalam Tompkins, 1994:8) menggambarkan proses menulis dalam tahapan (a) pra-menulis, (b) saat menulis, dan (c) pasca menulis.
2. Rafi’uddin (1988:76) mengemukakan proses menulis yaitu (a) pramenulis,
Klasifikasi Tulisan
fiksi (imajinatif)
prosa
cerpen
novel
roman
puisi (lama, baru)
drama
nonfiksi (non-imajinatif)
ilmiah
resume
makalah
artikel
laporan penelitian
(tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi)
populer
biografi
petunjuk
surat
resensi
berita
opini
Keterampilan Menulis|6|
(b) penulisan draf, (c) revisi, (d) penyuntingan, dan (e) publikasi atau pembahasan.
3. Ellis (1989:144) membagi empat tahap proses menulis, yaitu
(a) prewriting, (b) drafting, (c) revising, dan (d) editing.
4. Ahmadi (1990 :55) menyatakan proses mengarang adalah serangkaian langkah yang sengaja ditumpangkan pada aturan-aturan khusus dan diarahkan guna mencapai suatu hasil yang khusus yang terdiri atas empat langkah, yaitu (a) pratulis, (b) menulis, (c) merevisi dan (d) uji-baca.
5. Farris (1993) mengklasifikasikan proses menulis itu ke dalam empat tahapan, yaitu (a) pra menulis, (b) menulis, (c) kaji ulang tulisan, dan
(d) publikasi.
6. Tompkins (1994:7) menguraikan tahap-tahap proses menulis terdiri atas
(a) pramenulis, (b) pengonsepan, (c) revisi, (d) penyuntingan, dan
(e) pemajangan.
7. DePorter (2000:195) mengemukakan proses menulis terdiri (a) persiapan, (b) draf kasar, (c) berbagi, (d) memperbaiki, (e) penyuntingan, (f) penulisan kembali, dan (g) evaluasi.
Dapat pula ditambahkan, bahwa kegiatan menulis terdiri atas tahapan-tahapan yang sangat bergantung pada jenis tulisan. Secara umum, tahapan menulis terdiri atas
(a) perencanaan, (b) pembuatan draf kasar, dan (c) penyuntingan. Secara khusus, tahapan menulis sangat bergantung pada apa yang ditulis, misal tahapan menulis opini terdiri atas (a) penggalian ide, (b) pendaftaran ide, (c) pengurutan ide, (d) penyusunan draf tulisan, (e) perbaikan tulisan, (f) pengkajian tulisan kembali, (g) pengulangan proses butir (e) dan (f) jika diperlukan, dan (h) publikasi tulisan. Tahapan dalam proses kegiatan menulis ini dijelaskan lanjut pada bagian berikutnya.
E. Ciri Kemampuan Menulis
Sebagai salah satu keterampilan/ kemahiran berbahasa selain membaca, menyimak, dan berbicara, menulis harus dikuasai oleh pengguna bahasa. Kapan seseorang dapat dikatakan terampil/mahir dalam menulis? Berikut ini pendapat Mosley (dalam Widodo & Chasanah, 1993).
Keterampilan Menulis|7|
Seseorang dapat dikatakan memiliki kemampuan tulis tampak empat ciri berikut ini.
1. Dapat mengungkapkan informasi sarana bahasa melalui bentuk karangan sebagai proses kognisi (reproduksi, organisasi/reorganisasi, cipta/kreasi).
2. Dapat mengungkapkan informasi bahasa melalui bentuk karangan yang mengandung maksud/tujuan (latihan, emosional, informasi/referensial, persuasi, hiburan, dsb.).
3. Dapat mengunggapkan informasi dengan menggunakan bahasa dalam bentuk karangan sesuai pembaca atau untuk diri sendiri
4. Dapat mengungkapkan informasi dengan menggunakan bahasa dalam bentuk karangan berupa wacana: dokumentatif, konstatif (naratif, deskriptif, keterangan), dan eksploratif (interpretatif, eksposisi, argumentasi).
Latihan
Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap materi di atas, kerjakan soal latihan berikut ini!
1. Buatlah definisi menulis berdasarkan pendapat Anda sendiri!
2. Sebutkan manfaat menulis bagi diri Anda sendiri!
3. Lengkapi tabel tujuan menulis berikut ini berdasarkan profesinya!
Profesi
Tujuan Menulis
Guru
Menerangkan pelajaran
Wartawan
Membuat berita
............................
........................................................................
............................
........................................................................
............................
........................................................................
4. Lengkapi tabel tahapan-tahapan dalam proses kegiatan menulis berikut ini!
No
Tahapan
Langkah-Langkah
1
Persiapan
a. ...............................................
b. ...............................................
c. ...............................................
d. ...
2
Penulisan
a. ...............................................
b. ...............................................
c. ...............................................
d. ...
3
Penyuntingan
a. ...............................................
b. ...............................................
Keterampilan Menulis|8|
c. ...............................................
d. ...
4
Publikasi
a. ...............................................
b. ...............................................
c. ...............................................
d. ...
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
1. Apa perbedaan bahasa tulis dan bahasa lisan?
2. Apa karakter utama bahasa tulis?
3. Sebutkan alasan orang untuk menulis?
4. Apa modal dasar yang harus dimiliki untuk menulis?
5. Kesulitan apa yang dihadapi oleh penulis pemula?
6. Apa kelemahan umum sebuah tulisan?
7. Apa pentingnya situasi dalam menulis?
8. Perlukan mempertimbangkan calon pembaca tulisan? Mengapa demikian?
9. Kapan tulisan itu dikatakan jiplakan (plagiat)?
10. Apakah kegiatan merujuk pendapat merupakan kegiatan plagiat?
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|9|
#2
JENIS DAN KOMPONEN TULISAN
Materi
:
Mahasiswa memahami jenis dan komponen tulisan
Target
:
Mahasiswa mampu memahami jenis tulisan (ragam populer dan ilmiah) beserta komponennya.
Metode perkuliahan
:
Ceramah, diskusi kelompok
Media perkuliahan
:
Papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
peta konsep jenis dan komponen tulisan dan jawaban soal latihan
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Jenis dan komponen tulisan pada materi ini difokuskan pada tulisan nonfiksi. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, klasifikasi tulisan nonfiksi terdiri atas ilmiah dan populer. Bentuk tulisan ilmiah dapat berupa resume, makalah, artikel, laporan penelitian [tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi]), sedangkan bentuk tulisan populer dapat berupa esai, kisah, petunjuk, biografi, resensi, dan berita.
Klasifikasi tulisan nonfiksi
(non-imajinatif)
ilmiah
resume
makalah
artikel
(penelitian dan nonpenelitian)
laporan penelitian
(skripsi, tesis, dan disertasi)
populer
biografi
petunjuk
surat
resensi
berita
opini
Keterampilan Menulis|10|
Berbagai bentuk-bentuk tulisan di atas, disusun atas komponen-komponen pembentuknya. Komponen-komponen ini memiliki komposisi tertentu hingga membentuk sebuah kesatuan tulisan. Misalnya makalah yang disusun atas halaman sampul, daftar tabel dan gambar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, penutup, daftar rujukan, dan lampiran.
A. Resume
Resume adalah ikhtisar/ringkasan materi yang berisi hal-hal pokok. Resume sering digunakan oleh kalangan akademik untuk merangkum suatu materi panjang yang diringkas pokok-pokok bahasannya saja. Umumnya, resume hanya terdiri atas kurang dari sepuluh halaman saja, bukan halaman-halaman yang panjang, misal 3 halaman, 5 halaman. Komponen-komponen resume terdiri atas judul, sub-sub bahasan, uraian ringkas, dan daftar rujukan.
B. Makalah
Makalah adalah tulisan resmi yang berisi suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut disertai analisis logis dan objektif untuk disampaikan dalam suatu acara diskusi/seminar hingga akhirnya disusun untuk diterbitkan. Makalah terdiri atas dua jenis, yaitu makalah pendek dan makalah panjang dengan format penulisan yang berbeda. Makalah pendek ditulis seperti artikel ilmiah. Makalah pendek terdiri atas komponen berikut.
Judul
Nama penulis
Sponsor (ditulis sebagai catatan kaki atau bagian akhir artikel)
Pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan ditulis)
Metode
Hasil
Pembahasan (sesuai rumusan masalah)
Penutup (Kesimpulan dan Saran)
Daftar Rujukan
Makalah panjang ditulis berdasarkan kategori pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Halaman pendukung makalah ini adalah halaman sampul, daftar isi, daftar tabel dan gambar, daftar rujukan, dan lampiran. Makalah panjang terdiri atas komponen berikut.
Halaman Sampul
Daftar Isi
Daftar Tabel dan Gambar
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
Keterampilan Menulis|11|
C. Tujuan Penulisan
Pembahasan
A. (sesuai rumusan masalah)
B. ...
Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar rujukan
Lampiran
C. Artikel
Artikel adalah tulisan resmi yang berisi suatu pokok bahasan untuk dimuat dalam jurnal (buku kumpulan artikel) sesuai dengan pedoman penulisan yang ditentukan. Umumnya, artikel ditulis dari hasil penelitian lapangan, hasil pemikiran, dan kajian pustaka. Artikel terdiri atas dua jenis, yaitu artikel penelitian dan nonpenelitian. Artikel penelitian ditulis berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan. Artikel ini ditulis pada bagian-bagian penting dan tidak selengkap pada laporan penelitian. Artikel penelitian terdiri atas komponen berikut.
Judul
Nama Penulis
Sponsor (ditulis sebagai catatan kaki atau bagian akhir artikel)
Abstrak dan Kata Kunci
Pendahuluan
Metode Penelitian
Hasil Penelitian
Pembahasan
Kesimpulan dan Saran
Daftar Rujukan
Artikel nonpenelitian ditulis bukan berdasarkan hasil penelitian, misalnya telaah teori, konsep, pengembangan model, deskripsi fakta, penilaian produk, dan jenis lainnya. Artikel nonpenelitian terdiri atas komponen berikut.
Judul
Nama Penulis
Abstrak dan Kata Kunci
Pendahuluan
Bagian Inti (bergantung topik yang dibahas)
Penutup
Daftar rujukan
Keterampilan Menulis|12|
D. Laporan Penelitian
Laporan penelitian tulisan resmi yang berisi paparan persiapan, proses, dan hasil penelitian. Laporan penelitian ini disebut juga tugas akhir (bagi mahasiswa D1, D2, D3, D4), skripsi (bagi mahasiswa S1), tesis (bagi mahasiswa S2), dan disertasi (bagi mahasiswa S3) sebagai syarat kelulusan. Selain mahasiswa, laporan penelitian ini juga dilakukan oleh dosen dan peneliti profesional. Format penulisan laporan penelitian biasanya mengikuti pedoman penulisan tertentu yang telah ditetapkan oleh lembaga bersangkutan.
Tugas akhir dapat berupa desain/aplikasi dan laporan praktik kerja lapangan. Tugas akhir desain/aplikasi terdiri atas komponen berikut.
Halaman Sampul
Lembar Logo
Lembar Persetujuan
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lain (jika ada)
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan Penulisan
C. Ruang Lingkup
D. Kegunaan
E. Definisi Istilah/Operasional
Bab II Metode Desain dan Komponen Utama
A. Komponen Utama yang Didesain
B. Perhitungan Desain Tiap Komponen
C. Gambar Prototipe
Bab III Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Rujukan
Lampiran
Selain komponen tugas akhir desain/aplikasi, berikut ini juga komponen laporan praktik kerja lapangan/industri.
Halaman Sampul
Lembar Logo
Keterampilan Menulis|13|
Lembar Persetujuan
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lain (jika ada)
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan Penulisan
C. Ruang Lingkup
D. Kegunaan
E. Definisi Istilah/Operasional
BAB II Hasil praktik kerja lapangan/industri
A. Gambaran Umum Industri
B. Aktivitas yang Dilakukan selama Praktik
C. Masalah yang Dihadapi
D. Alternatif Pemecahan Masalah dan Pemecahan Masalah yang Diambil
Bab III Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar rujukan
Lampiran
Skripsi, tesis, dan disertasi ditulis berdasarkan metode penelitian yang digunakan. Metode penelitian yang dimaksud adalah kuantitatif, kualitatif, kajian pustaka, pengembangan, dan penelitian tindakan kelas. Berikut ini komponen bentuk-bentuk tulisan tersebut.
Komponen skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian kuantitatif terdiri atas dua alternatif. Alternatif pertama, skripsi, tesis, dan disertasi terdiri atas komponen berikut.
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan (persetujuan pembimbing, lembar persetujuan dan pengesahan)
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Keterampilan Menulis|14|
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lain
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Hipotesis Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
E. Asumsi Penelitian
F. Definisi Istilah/Operasional
Bab II Metode Penelitian
A. Rancangan Penelitian
B. Populasi dan Sampel
C. Instrumen Penelitian
D. Pengumpulan Data
E. Analisis Data
Bab III Hasil Analisis
Bab IV Pembahasan
Bab V Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar rujukan
Lampiran
Selain alternatif pertama, dapat juga digunakan alternatif kedua. Komponen skripsi, tesis, dan disertasi hampir sama, kecuali ditambahkan kajian pustaka sebelum metode penelitian.
Komponen skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian kualitatif terdiri atas dua alternatif. Alternatif pertama memiliki komponen berikut.
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan (persetujuan pembimbing, lembar persetujuan dan pengesahan)
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Keterampilan Menulis|15|
Daftar Lampiran
Daftar Lain
Bab I Pendahuluan
A. Konteks Penelitian/Latar Belakang
B. Fokus Penelitian/Rumusan Masalah
C. Landasan Teori
D. Kegunaan Penelitian
Bab II Metode Penelitian
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Kehadiran Peneliti
C. Lokasi Peneliti
D. Sumber Data
E. Prosedur Pengumpulan Data
F. Analisis Data
G. Pengecekan Keabsahan Temuan
H. Tahap-tahap Peneitian
Bab III Paparan Data dan Temuan Penelitian
Bab IV Pembahasan
Bab V Penutup
Daftar Rujukan
Lampiran
Daftar Riwayat Hidup
Selain alternatif pertama di atas, dapat juga menggunakan alternatif kedua. komponen skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian kualitatif terdiri atas komponen berikut.
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan (persetujuan pembimbing, lembar persetujuan dan pengesahan)
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lain
Bab I Pendahuluan
A. Konteks Penelitian/Latar Belakang
B. Fokus Penelitian/Rumusan Masalah
Keterampilan Menulis|16|
C. Landasan Teori
D. Kegunaan Penelitian
Bab II (Memuat hasil dan pembahasan penelitian dengan urutan topik yang sistematis)
Bab III Penutup
Daftar Rujukan
Lampiran
Daftar Riwayat Hidup
Komponen penulisan skripsi, tesis, dan disertasi sebelumnya ditinjau dari penelitian kuantitatif dan kualitatif. Berikut ini komponen penulisan skripsi, tesis, dan disertasi hasil kajian pustaka.
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan (persetujuan pembimbing, lembar persetujuan dan pengesahan)
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lain
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Kegunaan
E. Metode
F. Definisi Istilah
Bab II (Memuat hasil dan pembahasan penelitian dengan urutan topik yang sistematis)
Bab III Penutup
Daftar Rujukan
Lampiran
Daftar Riwayat Hidup
Keterampilan Menulis|17|
Adakalanya penulisan skripsi, tesis, dan disertasi dari hasil pengembangan. Komponen tulisannya terdiri atas dua alternatif. Alternatif pertama dijabarkan berikut ini.
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan (persetujuan pembimbing, lembar persetujuan dan pengesahan)
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lain
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan Penelitian dan Pengembangan
C. Spesifikasi Produk yang Diharapkan
D. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan
E. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan
F. Definisi Istilah/Operasional
Bab II Metode Penelitian dan Pengembangan
A. Model Penelitian dan Pengembangan
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
C. Uji Coba Produk
1. Desain Uji Coba
2. Subjek Coba
3. Jenis Data
4. Instrumen Pengumpulan Data
5. Teknik Anaisis Data
Bab III Hasil
A. Penyajian Data Uji Coba
B. Analisis Data
C. Revisi Produk
Bab IV Kajian dan Saran
A. Kajian Produk yang Telah Direvisi
B. Saran Pemanfaatan, Diseminasi, dan Pengembangan Produk Lebih Lanjut
Daftar Rujukan
Keterampilan Menulis|18|
Lampiran
Daftar Riwayat Hidup
Selain alternatif pertama di atas, dapat digunakan alternatif kedua. Komponen skripsi, tesis, dan disertasi pada alternatif kedua memiliki kesamaan dengan komponen alternatif pertama, kecuali ada penambahan bab dua yang memuat kajian pustaka.
Komponen skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian tindakan kelas terdiri atas dua alternatif. Pada alternatif pertama, komponennya disajikan berikut ini.
Halaman Sampul
Lembar Logo
Halaman Judul
Lembar Persetujuan (persetujuan pembimbing, lembar persetujuan dan pengesahan)
Pernyataan Keaslian Tulisan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Daftar Lampiran
Daftar Lain
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah/Tujuan Penelitian (tentukan salah satu)
C. Hipotesis tindakan (jika perlu)
D. Manfaat Penelitian
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
F. Definisi Istilah/Operasional
Bab II Metode Penelitian
A. Pendekatan Penelitian
B. Kehadiran dan Peran Peneliti
C. Kancah Penelitian
D. Subjek Penelitian
E. Data dan Sumber Data
F. Pengumpulan Data
G. Analisis Data, Evaluasi, dan Refleksi
H. Prosedur Penelitian
Bab III Paparan Data dan Temuan Penelitian
A. Paparan Data
B. Temuan Penelitian
a. Temuan Tiap Siklus
Keterampilan Menulis|19|
b. Temuan Lengkap
Bab IV Pembahasan
A. ...
B. ...
Bab V Penutup
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar Rujukan
Lampiran
Daftar Riwayat Hidup
Selain alternatif pertama di atas, dapat digunakan alternatif kedua. Komponen skripsi, tesis, dan disertasi pada penelitian tindakan kelas pada alternatif kedua memiliki kesamaan dengan komponen alternatif pertama, kecuali ada penambahan bab dua yang memuat kajian pustaka.
E. Biografi
Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Riwayat hidup yang ditulis sendiri disebut autobiografi. Informasi yang dimuat dalam biografi ini disesuaikan dengan kebutuhan. Ada informasi diri yang perlu disampaikan kepada pembaca secara lengkap, tetapi ada juga yang tidak perlu disampaikan. Misalnya informasi tentang nama nama-nama kakak, adik, keponakan, dan saudara lainnya yang mungkin tidak diperlukan dalam sebuah referensi buku. Namun, terkadang sedikit penulis menyebutkan nama orang tua dan nama anak-anak penulis terkadang disebutkan karena memiliki nilai kebanggaan.
Biografi ini memiliki komponen sesuai dengan maksud dibuatnya biografi terebut. Komponen biografi untuk buku terdiri atas nama, riwayat pendidikan, jabatan yang pernah diduduki, karya tulis yang pernah dibuat, dan kontak personal (nomor ponsel, alamat surat elektronik, blog, web). Komponen biografi untuk melamar pekerjaan terdiri atas nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telepon, pendidikan, agama, pengalaman pekerjaan, dan prestasi kerja jika ada.
F. Petunjuk
Tulisan petunjuk berisi informasi untuk menunjukkan, memberi tahu, memberi arah, dan membimbing bagaimana sesuatu dilakukan/dijalankan. Berbagai produk elektronik umumnya dilengkapi dengan buku petunjuk. Buku ini berisikan keterangan komponen produk dan petunjuk praktis untuk mengoperasikan produk tersebut. Komponen dalam tulisan petunjuk terdiri atas judul, daftar isi, urutan operasional kerja, dan catatan. Selain itu, tulisan petunjuk didukung oleh gambar.
Keterampilan Menulis|20|
G. Surat
Surat merupakan tulisan yang dimaksud untuk menyampaikan keinginan penulis kepada pembaca. Jenis-jenis surat cukup beragam, misalnya surat permintaan, surat penawaran, surat pribadi (surat izin, surat cinta, surat keluarga/sahabat), surat peringatan, surat pesanan, surat lamaran kerja, surat perjanjian, surat jual beli, surat jalan, surat sewa, surat ucapan belasungkawa, surat ucapan terima kasih, dan surat ucapan selamat. Komponen surat bergantung pada maksud ditulisnya surat, misalnya surat belasungkawa. Berikut ini komponen surat belasungkawa dari sebuah instansi resmi.
1. Kepala surat/Kop surat
2. Tanggal surat
3. Alamat
4. Salam pembuka
5. Pembuka surat
6. Isi surat
7. Penutup surat
8. Salam penutup
9. Tanda tangan pengirim
10. Nama jabatan penandatangan surat
H. Resensi
Resensi adalah sebuah ulasan yang berisi pembicaraan tentang buku/film yang baru terbit/dikeluarkan. Resensi buku dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi calon pembeli buku. Resensi film dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi calon penonton film. Resensi memiliki komponen tulisan berikut ini.
1. Judul resensi
2. Judul buku
3. Nama penulis
4. Penerbit
5. Cetakan
6. Tebal buku
7. Nilai keunggulan
8. Nilai kekurangan
9. Sasaran pembaca/penonton film
10. Saran kepada calon pembeli buku/penonton film
I. Berita
Berita adalah keterangan mengenai kejadian/peristiwa faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar masyarakat. Northclife menyatakan “if a dog bites man, it is not news, but a man bites dog is news” (jika ada anjing menggigit manusia itu bukan berita, sebaliknya jika manusia menggingit anjing itu baru berita). Komaidi (2011:96)
Keterampilan Menulis|21|
menambahkan jika yang digigit anjing adalah artis atau orang terkenal, tentu dapat menjadi berita. Faktor ketertarikan masyarakat menjadi penekanan tersendiri.
Komponen berita terdiri atas 5W+1H (what, who, when, where, why, how) dapat juga disebut asikadimeba (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana). Selain komponen utama di atas, berita juga didukung oleh komponen judul berita, teras berita, dan kode penulis berita.
J. Opini
Opini adalah pendapat/pikiran/pendirian yang dapat ditulis melalui media teks untuk disampaikan kepada orang lain melalui media cetak (khususnya majalah, surat kabar) dan media elektronik. Opini ini bersifat persuasif, artinya dapat memengaruhi, mengajak orang lain agar sejalan dengan pendapat/pikiran/pendirian penulis melalui fakta, bukti yang disusun secara logis dan sistematis. Komponen opini terdiri atas judul, nama penulis, uraian pendapat/pikiran/pendirian, dan profesi penulis.
Latihan
Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap materi di atas, kerjakan soal latihan berikut ini!
1. Carilah sebuah contoh artikel ilmiah! Analisislah komponen-komponen artikel ilmiah tersebut!
2. Carilah tiga contoh surat yang berbeda jenisnya (misal surat jual beli, surat permintaan, dan surat pemberitahuan! Analisislah komponen-komponen tiap surat tersebut!
3. Carilah contoh resensi buku dan film! Temukan komponen persamaan dan perbedaan di antara keduanya!
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
1. Apa ciri ragam tulisan ilmiah?
2. Apa ciri ragam tulisan populer?
3. Apa perbedaan bentuk tulisan ilmiah dan populer?
4. Di mana sajakah tempat publikasi bentuk tulisan ilmiah dan populer?
5. Kapan tulisan dapat digolongkan menjadi ragam ilmiah atau populer?
Keterampilan Menulis|22|
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|23|
#3
CIRI-CIRI TULISAN YANG BAIK
Materi
:
memahami asas-asas menulis dan ciri-ciri tulisan yang baik
Target
:
mampu memahami (a) asas kejelasan, keringkasan, ketepatan, kesatupaduan, pertautan, dan penegasan, serta (b) tulisan-tulisan yang jujur, dihasilkan dari kerangka karangan, menarik, gagasan yang murni, memiliki gagasan utama dan penjelas, gagasan yang menyatu, runtut, ada penanda kohesi, koheren, logis, punya penekanan, menggunakan bahasa yang sesuai dan dipahami oleh kelompok pembaca
Metode perkuliahan
:
ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep asas-asas menulis dan ciri-ciri tulisan yang baik dan jawaban soal latihan
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Pemenuhan terhadap asas-asas menulis menjadi kewajiban bagi penulis. Asas-asas ini diharapkan dapat menuntun penulis menghasilkan sebuah karya tulis yang mudah dipahami, enak dibaca, runtut, hingga pesan yang disampaikan dapat diterima pembaca. Pesan ini dapat digunakan sebagai tindakan meyakinkan, memberitahukan, hingga memengaruhi pembaca. Tujuan penulis dapat dicapai dengan menyusun pikiran dan mengutarakannya dengan jelas melalui tulisan. Morsey (1972) menyebut kejelasan ini bergantung pada pikiran, organisasi, kata-kata, dan struktur kalimat.
Proses menulis melibatkan berbagai pengetahuan, pengalaman, pengolahan ide, penalaran, dan penggunaan bahasa agar sampai kepada pembaca. Pengetahuan dan pengalaman penulis dari hasil kajian pustaka dan pengembangannya hingga pengamatan kejadian/peristiwa kehidupan dapat diuraikan kepada pembaca. Agar pesan penulis dapat diterima pembaca, penulis harus mengolah ide menjadi sebuah karangan yang enak dibaca, tidak membosankan, tidak membingungkan, dan mudah diterima pembaca. Penalaran dalam karangan penulis juga harus logis dan tersistematis sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Penggunaan bahasa dalam karangan harus dirancang penulis dengan mengacu pada target/sasaran pembaca.
ASAS-ASAS MENULIS
Keterampilan Menulis|24|
Pada hakikatnya, menulis itu berkomunikasi. Komunikasi ini terjalin antara penulis dan pembaca. Dalam berkomunikasi, tentu ada pesan yang dikirim penulis dan dipahami pembaca. Dalam kegiatan komunikasi melalui pesan pendek, dapat saja pesan sudah terkirim tetapi pesan tersebut tidak mampu dipahami oleh pembaca. Misalnya, seorang cucu yang sedang kuliah di perguruan tinggi berkirim pesan kepada neneknya. Bunyi pesannya adalah “y, ni lg otw” (ya, ini lagi on the way). Secara teknis, pesan ini terkirim ke ponsel nenek, tetapi pesan cucunya tidak dapat dipahami oleh nenek. Hal ini terjadi karena sang cucu tidak memperhatikan sasaran pembaca pesan pendeknya. Oleh karena itu, penting kiranya seorang pembaca memperhatikan sasaran pembaca tulisannya.
Dalam dunia sastra, terdapat puisi anak. Umumnya, puisi anak ditulis dan ditujukan untuk anak-anak. Namun, secara khusus, orang dewasa pun dapat menulis puisi anak dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak sebagai sasaran pembaca. Dalam hal ini, orang dewasa yang menulis puisi anak dapat dikatakan sudah memperhatikan sasaran pembacanya.
Agar pesan penulis benar-benar sampai kepada pembaca, tulisan disusun dengan mendaftar gagasan, mengurutkan, dan menyusunnya menjadi sebuah wacana. Penulis dapat mendaftar gagasan, baik dari hasil pemikirannya sendiri maupun orang lain. Jika dari hasil pemikiran orang lain, penulis memiliki kewajiban untuk membuat daftar rujukan/pustaka. Gagasan-gagasan ini diurut agar lebih sistematis dan mudah dipahami pembaca. Gagasan ini dituangkan menjadi kalimat-kalimat yang tersusun rapi dalam paragraf hingga menjadi kesatuan wacana yang utuh. Sebagai pendukung, penulis dapat menggunakan gambar-gambar, grafik, dan diagram.
Perlu diingat bahwa ada tidak semua pemikiran penulis dapat diterima pembaca. Ketidakberterimaan ini terjadi karena pengetahuan/wawasan, pengetahuan, pengalaman, pengolahan ide, penalaran, dan kosakata bahasa penulis berbeda dengan pembaca. Hal ini dapat memunculkan sudut pandang pemikiran yang berbeda. Akhirnya, pembaca menangkap pesan yang kurang tepat dan salah dari penulis. Artinya, derajat asumsi pembaca berbeda dengan asumsi penulis. Oleh karena itu, diperlukan asas-asas menulis yang baik.
A. Asas-asas Menulis
Asas-asas menulis dijelaskan oleh Nuruddin (2011:39—46) dalam buku yang berjudul Dasar-Dasar Penulisan. Dalam presentasinya, ia memberikan contoh kalimat yang berbunyi “Ayah orang ini adalah ayah anak saya yang ayahnya sedang sakit diobati anak tetangga saya”. Pada kalimat tersebut, siapakah orang yang dimaksud? Berdasarkan contoh tersebut, kegiatan menulis memerlukan asas-asas menulis yang dijelaskan berikut ini.
1. Kejelasan (clarity)
Asas kejelasan memberikan kemudahan bagi pembaca. Tulisan penulis dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Tulisan tidak menimbulkan salah tafsir. Ide tidak samar-samar atau kabur. Mengutip pendapat HW
Keterampilan Menulis|25|
Fowler, asas kejelasan tampak pada tulisan yang menggunakan kata umum, bukan kata khusus. Tulisan juga bersifat konkret (bukan abstrak), tunggal (bukan panjang lebar), pendek (bukan panjang), menggunakan bahasa sendiri (bukan bahasa asing).
2. Keringkasan (consiseness)
Asas keringkasan harus diperhatikan penulis agar tidak membuang-buang waktu pembaca. Meskipun demikian, bukan berarti tulisan harus pendek, melainkan tidak menggunakan bahasa yang berlebihan. TTidak menghamburkan kata secara semena-mena, tidak mengulang, tak berputar-putar dalam menyampaikan gagasan.
3. Ketepatan (correctness)
Asas ketepatan dapat menyebabkan asumsi penulis mengalami titik kesamaan dengan pembaca. Suatu penulisan harus dapat menyampaikan butir gagasan kepada pembaca dengan kecocokan seperti yang dimaksud penulisnya. Artinya, tidak terjadi kesalahan berasumsi hingga menimbulkan kesalahartian oleh pembaca. Akibatnya, pesan penulis tidak dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.
4. Kesatupaduan (unity)
Kesatupaduan gagasan pokok dalam tiap paragraf harus diperhatikan menulis dalam menguraikan gagasan/pikiran. Pembaca dimudahkan dalam menangkap ide-ide penulis. Ide-ide utama dapat dengan mudah ditangkap oleh pembaca dengan bantuan ide-ide penjelas.
5. Pertautan (coherence)
Antarbagian tulisan harus bertautan satu sama lain (antar-alenia atau kalimat). Tautan-tautan ini mempermudah pembaca untuk menangkap gagasan yang disampaikan penulis.
6. Penegasan (emphasis)
Adanya penonjolan atau memiliki derajat perbedaan antarbagian dalam tulisan memberikan kemudahan kepada pembaca dalam menangkap tekanan ide-ide tertentu. Dengan demikian, ide-ide besar yang dimiliki penulis dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.
B. Ciri-Ciri Tulisan yang Baik
Asas-asas menulis di atas diharapkan membawa penulis menghasilkan tulisan yang baik. Berikut ini ciri-ciri tulisan yang baik.
1. Memiliki kejujuran penulis
Kepribadian penulis sebenarnya tampak dari hasil menulis. Sikap jujur penulis tampak dalam tulisan-tulisan yang dihasilkan. Sikap adil dalam merujuk pendapat orang lain dengan mencatumkan rujukan tampak pada tulisan. Tidak ada unsur kesengajaan dalam menjiplak tulisan-tulisan orang lain, kecuali faktor lupa yang dapat dianggap sebagai suatu kewajaran.
Keterampilan Menulis|26|
2. Dihasilkan dari kerangka karangan
Karangan tulisan yang baik dihasilkan dari perencanaan yang baik pula. Perencanaan karangan tulisan memberikan keleluasaan penulis dalam mendaftar, mengurutkan, dan menuangkan gagasan yang dimiliki ke dalam bentuk tulisan. Tidak ada gagasan yang tertinggal. Tidak ada pula lompatan-lompatan gagasan. Tulisan menjadi sistematis dan gagasan mudah dipahami pembaca.
3. Kemenarikan tulisan
Kemenarikan tulisan dapat muncul dari kemasan judul dan isi bacaan. Prinsip-prinsip penulisan judul harus dipatuhi penulis. Misalnya judul harus memcerminkan isi karangan, jumlah kata yang proporsional, dan menumbuhkan rasa penasaran. Ketertarikan pembaca akan memunculkan minat untuk membaca tulisan.
4. Kemurnian gagasan
Kemanarikan tulisan juga ditentukan oleh kemurnian gagasan/pikiran. Jika gagasan/pikiran sudah banyak disampaikan oleh orang lain, akan muncul kejenuhan, kebosanan, dan rasa basi bagi pembaca. Tulisan ini tidak memberikan daya tarik yang cukup untuk dibaca.
Penulis dapat menuangkan gagasannya dari kejadian/peristiwa yang terjadi dalam kehidupan nyata, berimajinasi, dan bersumber dari kajian pustaka dan pengembangannya. Namun, perlu diingat bahwa pengangkatan gagasan/pikiran yang bersumber dari tulisan orang lain memiliki konsekuensi. Penulis yang merujuk pendapat penulis utama harus mencatumkan nama dan tahun dalam kegiatan merujuk dan mencantumkan daftar rujukan (di saat lain, digunakan daftar pustaka) di akhir tulisan. Penghargaan kepada penulis utama layak diberikan.
5. Memiliki gagasan/ide utama dan penjelas
Tulisan yang baik memiliki gagasan utama. Gagasan utama dikemas secara deduktif, induktif, atau campuran. Gagasan utama ini diwujudkan melalui kalimat utama. Gagasan utama ini dijelaskan oleh gagasan penjelas. Gagasan penjelas ini diwujudkan melalui kalimat penjelas.
6. Kesatuan gagasan
Tulisan terdiri atas berbagai gagasan/pikiran, baik bersifat utama maupun penjelas. Penulis bukan hanya menyebar dan menjabarkan gagasan, melainkan harus menyatukan dengan baik. Kesatuan gagasan dapat memberikan pemahaman yang baik kepada pembaca.
Keterampilan Menulis|27|
7. Keruntutan gagasan
Tulisan yang baik seharusnya memiliki keruntutun gagasan/pikiran yang baik. Penulis bukan hanya menjabarkan gagasan dalam tulisan, melainkan harus menata dan mengurutkan gagasan. Hal ini bertujuan untuk menyusun dan menentukan urutan pemahaman pembaca sehingga menerima pesan penulis dengan baik.
8. Kohesi dan koheren
Hubungan keterikatan dalam tulisan mutlak diperlukan. Hubungan keterikatan ini disebut koherensi dan kohesi. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, koherens adalah hubungan logis antarkalimat sebuah paragraf. Hubungan logis ini dibangun untuk menciptakan kesatuan makna. Kalimat-kalimat yang dirangkai dan dipisahkan dengan tanda titik (.) ini memiliki hubungan yang dapat diterima dengan akal. Hubungan ini erat kaitannya dengan makna sebagai bentuk kalimat penjelas dari kalimat utama. Semakin erat dan logis hubungan kalimat akan semakin mempermudah pemahaman pembaca atas rangkaian makna yang tersaji.
Kohesi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah keterikatan antarunsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana dengan penanda konjugasi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan. Selain memiliki hubungan logis antarkalimat, paragraf memiliki keterikatan unsur-unsur pembangun sebagai penanda. Unsur-unsur ini memiliki keterikatan erat karena merujuk pada acuan kalimat sebelumnya. Jika koherensi mengacu pada rujukan makna, acuan kohesi adalah unsur-unsur penanda struktur kalimat, misalkan Dia tetap berangkat sekolah meskipun hujan.
9. Kelogisan
Kelogisan tulisan merupakan faktor mudah tidaknya tulisann diterima pembaca. Jika tulisan dapat diterima akal, pembaca akan menuntaskan bacaan. Namun, jika banyak ditemukan tulisan yang tidak dapat diterima akal, pembaca belum tentu akan menuntaskan bacaan. Dengan demikian, sia-sia saja usaha penulis dalam menyajikan gagasannya.
10. Penekanan
Dalam sebuah tulisan terdapat berbagai sebaran gagasan. Jika penulis hendak memberikan perhatian khusus sebuah gagasan, dapat digunakan sebuah penekanan. Penekanan pada bagian tertentu sebuah tulisan memberikan kemudahan pembaca dalam menangkap gagasan yang dikhususkan oleh penulis.
Keterampilan Menulis|28|
11. Bahasa yang sesuai dengan kelompok pembaca
Kemampuan bahasa kelompok pembaca seharusnya menjadi perhatian bagi penulis. Gagasan penulis jika disampaikan dengan bahasa yang tidak dipahami oleh pembaca akan sia-sia. Setidaknya, penulis dapat memperkirakan kemampuan sasaran pembaca tulisannya, misalnya (a) ditujukan untuk anak-anak, remaja, atau dewasa atau (b) ditujukan untuk orang awam/di luar bidang yang digeluti.
12. Dipahami oleh kelompok pembaca
Ciri terakhir tulisan yang baik tentu harus dipahami oleh pembaca. Harapannya, tiap gagasan yang dituangkan penulis dapat dipahami dengan baik oleh pembaca. Jika tidak dapat dipahami, kerugian ditanggung penulis dan pembaca. Gagasan penulis tidak dapat diterima pembaca dan pembaca mengalami kerugian materi dan waktu.
Latihan
Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap materi di atas, kerjakan soal latihan berikut ini!
1. Mengapa seorang penulis harus memperhatikan asas-asas penulis? Berikan penjelasan!
2. Jelaskan tentang perbedaan asumsi penulis dengan pembaca terhadap suatu bacaan!
3. Apa pentingnya nilai kejujuran penulis bagi pembaca?
4. Apa pentingnya penulis untuk memperhatikan calon pembaca tulisannya?
5. Menurut Anda, apa saja syarat sebuah tulisan yang dapat dikategorikan baik?
6. Mengapa tulisan yang baik dihasilkan dari kerangka karangan yang baik pula?
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
1. Apa perbedaan asas-asas menulis dengan kaidah-kaidah menulis?
2. Apa pentingnya kaidah-kaidah menulis?
3. Bagaimana sikap Anda ketika menemui sebuah tulisan yang tidak berkualitas?
Keterampilan Menulis|29|
4. Langkah bijak apa yang Anda dilakukan sebagai pembaca ketika tidak dapat menerima pendapat sang penulis?
5. Bayangkan Anda adalah seorang penulis buku. Buku tersebut Anda susun selama seratus hari. Tiap hari Anda meluangkan waktu minimal dua jam untuk menulis buku. Setelah selesai, buku Anda difotokopi oleh orang lain. Apa yang Anda lakukan?
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|30|
#4
PROSES MENULIS
Materi
:
memahami proses kegiatan menulis
Target
:
mampu memahami tahapan-tahapan menulis meliputi tahap (a) penggalian ide, (b) pendaftaran ide,
(c) pengurutan ide, (d) penyusunan draf tulisan,
(e) perbaikan tulisan, (f) pengkajian tulisan kembali,
(g) pengulangan proses butir (e) dan (f) jika diperlukan, dan (h) publikasi tulisan.
Metode perkuliahan
:
ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep proses menulis dan jawaban soal latihan
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, proses kegiatan menulis terdiri atas tahapan-tahapan yang sangat bergantung pada jenis tulisan. Secara umum, tahapan menulis terdiri atas (a) perencanaan, (b) pembuatan draf kasar, dan (c) penyuntingan. Secara khusus, tahapan menulis sangat bergantung pada apa yang ditulis. Tahapan menulis opini berbeda dengan menulis berita, biografi, dan sebagainya, misal tahapan menulis opini terdiri atas (a) penggalian ide, (b) pendaftaran ide, (c) pengurutan ide,
(d) penyusunan draf tulisan, (e) perbaikan tulisan, (f) pengkajian tulisan kembali,
(g) pengulangan proses butir (e) dan (f) jika diperlukan, dan (h) publikasi tulisan, sedang tahapan menulis berita sangat bergantung pada komposisi unsur 5W+1H dan pengembangannya.
Berikut ini disajikan proses kegiatan menulis berdasarkan tahapan menulis opini dan artikel nonpenelitian melalui tahapan (a) perencanaan, (b) pembuatan draf tulisan, (c) penyuntingan, dan (d) publikasi. Masing-masing subtahap dijelaskan dalam tahapan-tahapan berikut ini.
Keterampilan Menulis|31|
A. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan merupakan langkah awal dalam menulis. Pada tahap ini, penulis melakukan kegiatan penggalian gagasan/ide, pendaftaran gagasan, dan pengurutan gagasan. Berikut ini uraian tiap kegiatan tersebut.
1. Penggalian Gagasan
Gagasan sebuah tulisan dapat bersumber dari dua hal, yaitu (a) pengamatan kejadian/peristiwa hidup, (b) imajinasi, dan (c) kajian pustaka dan pengembangannya. Ketiga sumber ini merupakan modal awal yang untuk menulis.
Pertama, kejadian hidup sehari-hari dapat memunculkan inspirasi tertentu dalam menulis, terlebih munculnya sebuah fenomena yang unik dan menarik, misalnya pemenang lomba menulis esai tentang kecantikan wanita justru bukan dari kalangan wanita, melainkan pria. Fenomena ini dapat dijadikan gagasan dan diwujudkan ke dalam bentuk tulisan.
Kedua, gagasan tulisan dapat juga diangkat dari hasil berimajinasi. Hasil kegiatan imajinasi dapat diwujudkan menjadi sebuah tulisan. Mengandalkan daya khayal, penulis dapat menuangkan gagasan-gagasan yang ditemukan ke dalam tulisan.
Ketiga, tulisan dapat bersumber dari hasil kajian pustaka. Referensi cetak dan elektronik dibaca lalu ditulis kembali dengan berbagai pengembangan. Dalam menggali gagasan melalui hasil kajian pustaka, penulis harus mencantumkan sumber rujukan dan daftar rujukan/pustaka.
Dalam menulis bersumber dari hasil kajian pustaka, penulis dapat melakukan kegiatan (a) mencari tulisan, (b) menangkap informasi dari tulisan, dan (c) menyimpulkan informasi dari tulisan.
a. Mencari tulisan/artikel ilmiah
Berbagai tulisan/artikel ilmiah sudah banyak tersedia melalui media cetak dan elektronik. Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah berbagai tulisan/artikel ilmiah tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan? Terlebih, di internet banyak sajian tulisan yang bernilai berlian dan juga bernilai sampah.
Agar mampu mencari tulisan artikel ilmiah secara tepat, dapat digunakan beberapa cara. Jika melalui media cetak, dapat dilakukan petunjuk berikut ini.
a) Melacak identitas informasi
Identitas utama rujukan buku, skripsi, tesis, dan disertasi mencakup judul dan nama penulis. Untuk jurnal, dapat dicek nama jurnal dan volumenya. Di beberapa perpustakaan biasanya disediakan database komputer sehingga bisa melacak buku terkait melalui kata kunci judul, pengarang, subjek, dan bahkan kata kunci bebas. Jika belum disediakan data base komputer, data buku dapat dilihat di katalog yang disusun secara alfabet. Untuk jurnal, koran/majalah, dan dokumen lembaga/negara biasanya disimpan di ruangan khusus.
Keterampilan Menulis|32|
b) Membaca daftar isi
Dengan membaca daftar isi, gambaran isi buku, jurnal, skripsi, tesis, dan disertasi secara utuh dapat diketahui. Untuk buku, judul bab-bab dapat diseleksi sesuai dengan kebutuhan informasi yang dicari. Setelah membaca judul bab, jika judul bab sesuai dengan kebutuhan informasi yang dicari dapat membuka isi bab yang bersangkutan. Meskipun judul babnya merupakan kata kunci yang dicari, terkadang isinya belum sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, hendaknya tidak hanya bergantung pada buku. Untuk jurnal, daftar isi sangat penting. Daftar isi jurnal berisi judul artikel dan nama penulisnya. Untuk merujuk skripsi, tesis, dan disertasi, juga diperlukan membuka daftar isi.
c) Menyeleksi tulisan/artikel ilmiah
Meskipun judul bab sama dengan kata kunci yang dicari, masih perlu dilakukan kegiatan seleksi informasi. Seleksi informasi ini dapat dilakukan dengan membaca skimming (menyaring) bacaan yang sesuai dengan judul bab yang dicari. Terkadang informasi yang didapatkan memadai, terkadang juga kurang memadai, bahkan terkadang juga tidak memadai. Jika kurang/tidak memadai, langkah selanjutnya adalah mencari tulisan/artikel dalam media cetak yang lain. Jika belum ditemukan, mungkin dapat ditemukan pada versi digital.
Jika melalui media digital, yaitu CD/DVD/Removable disk lain, informasi ini dapat dilacak melalui informasi isi tulisan di balik CD/DVD. Jika tidak ditemukan atau menginginkan informasi lebih lengkap lagi dapat membuka CD/DVD/Removable disk lain melalui komputer.
Jika melalui media digital melalui koneksi internet, mesin pencari seperti google.com, yahoo.com, bing.com, altavista.com, searchengine.com, dan lain-lain dapat dimanfaatkan. Mesin pencari Google tidak bersifat case sensitive sehingga kata kunci yang ditulis huruf kapital dan tidak hasilnya sama. Untuk menemukan informasi di Google dapat dipraktikkan tips berikut ini.
a) + (tanda plus)
Operator di atas digunakan untuk memunculkan halaman yang mengandung kata how, the, digit, where, dan huruf. Google mengabaikan kata-kata ini karena memperlambat proses pencarian. Namun, jika kata-kata tersebut dimunculkan, operator di atas dapat digunakan. Contoh: search +the
Hasil pencarian akan memuat semua halaman yang memiliki kata the.
Keterampilan Menulis|33|
b) ~
Operator “~” (tanpa tanda kutip) berfungsi untuk mencari sinonim (padanan kata). Pencarian sinonim bisa dilakukan dengan menambahkan tanda (~) tepat di depan kata kunci. Contoh: ~audio ~visual
Pencarian kata kunci di atas mendapatkan hasil “audio visual” yang memiliki sinonim “radio/visual”, “visual sound”, “voice and video”, “music”, “mp3”, dll.
c) * (tanda asterik)
Operator di atas dapat untuk melengkapi jenis/klasifikasi/varian kata kunci. Contoh: jual toshiba *
Pencarian akan menghasilkan halaman yang memuat kata kunci “jual Toshiba NB300-A101”, “jual Toshiba NB305-A101”, “Jual TOSHIBA Satellite L510-S4317B”, dan lain-lain.
d) “” (tanda kutip buka dan tutup)
Operator di atas digunakan untuk mencari kata yang lengkap, memuat semua kata yang berada dalam tanda kutip buka dan tutup. Contoh: “komunikasi nonverbal”
Pencarian di atas menghasilkan halaman yang memuat kata kunci komunikasi nonverbal.
e) OR (harus ditulis huruf kapital)
Operator ini memberikan batasan pencarian pada kata kunci agar Google tidak mencari semua halaman yang memiliki kata kunci tersebut. Contoh: lagu jawa OR madura
Hasil pencarian mengarah pada halaman web tentang informasi lagu Jawa dan informasi lagu Madura. Jika “OR” tidak disertakan, hasil pencarian akan memuat semua kata “lagu”, “Jawa”, dan “Madura”. Contoh lain: tarian (aceh OR jawa)
Pencarian di atas mengasilkan informasi tentang tarian aceh dan tarian jawa.
f) filetype:
Perintah di atas dapat digunakan untuk mencari berkas (file) tertentu sesuai dengan ekstensinya, misalnya microsoft word berekstensi “.doc” (dokumen Microsoft Word 2003 ke bawah) atau “.docx” (dokumen Microsoft Word 2007/2010), microsoft powerpoint berekstensi “.ppt” atau “.pptx” dan microsoft powerpoint slide berekstensi “.pps”, microsoft excel berekstensi “.xls” atau “.xlsx”, teks format berekstensi “.txt.”, rich text document berekstensi “.rtf”, portabel document format
Keterampilan Menulis|34|
berekstensi “.pdf”, shockwave flash berekstensi “.swf”, lagu berekstensi “.mp3” atau “.wav” hingga video berekstensi “.dat”, “.flv”, “.mp4” dan lain-lain. Contoh: pluralisme filetype:doc (kata kunci diikuti spasi, trus ketikkan “filetype:doc” tanpa spasi). Pencarian di atas akan menghasilkan halaman yang memuat file berupa Islam dan Pendidikan Pluralisme.doc, Pluralisme Agama dalam Perspektif Kristen.doc, dll.
Untuk mencari file pada situs tertentu juga dapat memanfaatkan perintah ini. Contoh: filetype:doc site:ub.ac.id (semua ditulis tanpa spasi kecuali setelah nama ekstensi doc). Pencarian diarahkan pada file dengan ekstensi “.doc” (berkas dokumen, umumnya diolah Microsoft Word) khusus pada situs www.ub.ac.id. Untuk mencari format file dan alamat situs lain, gantilah nama ekstensi dan nama situs.
g) site:
Perintah di atas dapat digunakan untuk membatasi pencarian informasi berdasarkan suatu situs atau domain tertentu. Contoh: beasiswa site:ub.ac.id
Pencarian akan menghasilkan informasi beasiswa pada situs Universitas Brawijaya, yaitu www.ub.ac.id. Informasi beasiswa disajikan sesuai halaman yang tersedia pada situs ini.
h) cache:
Perintah di atas dapat digunakan untuk mencari halaman yang sudah diubah, dimodifikasi, bahkan dihapus oleh pemiliknya (halaman mati). Namun, halaman ini tetap terindeks oleh Google. Contoh: cache: www.fitnathemovie.com
Pencarian menghasilkan indeks Google yang memuat kata kunci tersebut, tetapi halaman ini sudah tidak bisa dibuka.
Beberapa perintah di atas sangat membantu dalam efektivitas pencarian data dan informasi lebih detail. Lebih lengkapnya, carilah referensi dengan bantuan koneksi internet tentang tips penggunaan mesin pencari.
b. Menangkap informasi dari tulisan/artikel ilmiah
Informasi dari tulisan/artikel biasanya diwujudkan dalam bentuk paragraf, tabel, dan gambar. Informasi disajikan dalam bentuk paragraf merupakan uraian-uraian gagasan. Untuk menguraikan gagasan, didukung dengan tabel dan gambar.
Keterampilan Menulis|35|
1) Informasi dari Paragraf
Untuk memahami paragraf, simaklah kiat-kiat berikut ini.
a) Mengidentifikasikan letak gagasan utama/ide pokok
Dengan mengetahui letak gagasan utama/ide pokok, dapat dipahami konstruksi paragraf yang bersangkutan. Apakah menggunakan pola deduktif, induktif, atau gabungan? Untuk mengidentifikasi letak gagasan utama/ide pokok ini tidaklah sulit. Wujud gagasan utama/ide pokok adalah kalimat yang ditulis dengan huruf awal kapital dan diakhiri tanda titik. Paragraf deduktif meletakkan kalimat utama sebagai gagasan utama/ide pokok di bagian awal paragraf. Paragraf induktif meletakkan kalimat utama sebagai gagasan utama/ide pokok di bagian akhir paragraf. Paragraf gabungan meletakkan kalimat utama sebagai gagasan utama/ide pokok di bagian awal dan akhir. Paragraf disusun dengan hanya memuat satu gagasan utama/ide pokok dan diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas. Namun, komposisi ini tidak berlaku pada paragraf narasi karena keseluruhan kalimat dalam paragraf narasi adalah gagasan utama/ide pokok.
b) Memberi tanda kalimat utama
Gambar 4.1 Tanda Garis Bawah Kalimat Utama
Setelah menemukan letak kalimat utama sebagai gagasan utama/ide pokok, berilah tanda! Tanda ini dapat berupa garis bawah atau di-stabilo. Hal ini untuk memberikan kemudahan dalam memahami kontruksi paragraf tersebut. Jika sewaktu-waktu informasi ini dibutuhkan lagi, sudah tidak perlu mencari letak gagasan utama, cukup membaca kalimat yang diberi garis bawah. Jika kalimat utama ini belum memberikan kejelasan informasi, dapat dilanjutkan dengan membaca kalimat penjelasnya.
c) Menuliskan kembali kata kunci gagasan utama/ide pokok di samping kanan atau kiri paragraf
Setelah memberi tanda pada kalimat utama, tuliskan kembali secara ringkas pokok informasi di samping kanan atau kiri paragraf
Keterampilan Menulis|36|
tersebut! Hal ini memberikan kemudahan dalam memahami keseluruhan tulisan/artikel ilmiah melalui konstruksi gagasan utama/ide pokok. Konstruksi gagasan utama/ide pokok ini pada dasarnya adalah kerangka karangan. Dengan memahami kerangka karangan, akan diperoleh kemudahan dalam memahami konstruksi bangunan tulisan/artikel ilmiah.
2) Informasi dari Gambar dan Tabel
Untuk memahami tabel, perlu dipahami komponen tabel. Komponen tabel terdiri atas (a) judul, (b) nomor, (c) aspek, dan (d) keterangan aspek, dan seterusnya. Komponen tabel ini sangat beragam. Keberagaman ini sangat bergantung pada data yang disajikan.
Untuk memahami gambar, perlu dipahami varian-variannya. Istilah gambar dalam karya ilmiah dapat berwujud bagan/grafis, flowchart, diagram, skema, dll. Wujud-wujud ini digunakan dengan kriteria ketepatan pemakaian. Prinsipnya, wujud mana yang dapat memperjelas isi kepada pembaca. Perhatikan contoh berikut ini!
Gambar 4.2 Komponen Bagan
Berdasarkan contoh di atas, dapat dianalisis komponen-komponen gambar. Gambar di atas memiliki empat komponen, yaitu (a) nomor, (b) judul, (c) isi, dan (d) sumber (jika merujuk dari orang lain). Ketiga komponen ini harus muncul ketika gambar bukan copy paste dari orang lain, melainkan karya sendiri.
Untuk membuat gambar ini, dapat digunakan berbagai macam perangkat lunak. Perangkat lunak perkantoran yang menyediakan fasilitas membuat gambar antara lain Microsoft Office, Open Office Writer, dan sebagainya. Dalam perangkat lunak buatan Microsoft, disediakan fasilitas SmartArt untuk membuat bagan melalui grafik. Grafik ini dapat berupa list, proses, alur, hirarki, hubungan, matrik, dan piramida. Untuk chart, dapat terdiri atas sebelas versi, yaitu column, line, pie, bar, area, X Y (scatter), stock, surface, doughnut, buble, dan radar.
Keterampilan Menulis|37|
c. Menyimpulkan informasi dari tulisan
Dari tulisan ringkas pokok informasi pada kalimat utama di tiap-tiap paragraf, akan didapatkan kemudahan dalam menyimpulkan informasi tulisan/artikel ilmiah yang dicari. Kesimpulan yang diperoleh juga bukan informasi secara terpisah-pisah/parsial, melainkan kesimpulan secara utuh yang diambil melalui prosedur yang sistematis.
Dari jabaran uraian di atas, kegiatan penggalian ide dapat dilakukan dengan mencari tulisan/referensi, menangkap informasi dari tulisan/referensi, dan menyimpulkan informasi dari tulisan. Selanjutnya, gagasan dari kegiatan penggalian ide ini didaftar.
2. Pendaftaran Gagasan
Dari hasil tahapan kegiatan penggalian gagasan/ide dengan membaca sebuah tulisan/artikel, pembaca dapat mendaftar gagasan yang diperolehnya. Gagasan ini dapat ditambah dan dikembangkan sesuai dengan wawasan penulis. Referensi lain hanya berfungsi sebagai pemicu gagasan-gagasan baru dari penulis.
Gagasan-gagasan yang diperoleh penulis hendaknya didaftar. Pendaftaran gagasan ini memudahkan penulis dalam kegiatan selanjutnya, yakni mengurutkan gagasan. Tujuannya agar penulis tidak lupa. Selanjutnya, penulis mengurutkan gagasan secara sistematis untuk mempermudah pembaca dalam memahami tulisan.
3. Pengurutan Gagasan
Gagasan yang telah digali dan didaftar oleh penulis diurutkan penulis secara sistematis. Sistematika gagasan diurutkan berdasarkan klasifikasi tertentu. Gagasan dapat diklasifikasikan atas besar-kecil, teori-contoh, hingga umum-khusus. Terkadang gagasan diurutkan dari gagasan besar ke kecil atau sebaliknya dari ke besar. Penulis juga dapat mengurutkannya berdasarkan teori, lalu diikuti contoh atau sebaliknya dari contoh lalu diikuti teori. Di saat lain, penulis juga dapat mengurutkan gagasan secara umum ke khusus atau sebaliknya khusus-umum.
Pengurutan gagasan ini harus mengikuti prinsip kemudahan pemahaman bagi pembaca. Penulis harus mampu menentukan urutan gagasan yang sudah diurut sedemikian rupa agar lebih mudah dipahami pembaca dibandingkan dengan urutan gagasan tertentu. Teknik pengurutan gagasan ini harus dipikirkan penulis. Urutan yang memiliki nilai pemahaman yang paling tinggilah yang layak dipakai dalam tulisan.
B. Tahap Penyusunan Draf Tulisan
Tahapan perencanaan, yang terdiri atas (1) penggalian gagasan: mencari tulisan, menangkap informasi dari tulisan, dan menyimpulkan informasi dari tulisan, (2) pendaftaran gagasan, dan (3) pengurutan gagasan secara khusus, harus tuntas dilakukan. Tahap penyusunan draf dapat dilakukan setelah tahap
Keterampilan Menulis|38|
perencanaan selesai. Jika tahap perencanaan tidak selesai dan dipaksakan untuk penyusunan draf tulisan akan menghasilkan tulisan yang kurang bermutu.
Penyusunan draf ditulis berdasarkan gagasan-gagasan yang sudah diurutkan. Gagasan-gagasan ini diuraikan secara sistematis berdasarkan urutan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Hal ini untuk mencegah terjadinya lompatan pikiran penulis dalam proses menulis. Akibatnya, logika pemahaman pembaca tidak teratur. Tulisan sulit dipahami pembaca.
Gagasan-gagasan yang sudah diurutkan diuraikan dalam bentuk paragraf. Paragraf-paragraf ini terdiri atas gagasan utama dan penjelas. Tiap gagasan utama ditulis dalam bentuk kalimat utama. Tiap gagasan penjelas ditulis dalam bentuk kalimat penjelas. Syarat-syarat penyusunan sebuah paragraf dalam menguraikan gagasan mutlak dipenuhi. Syarat-syarat ini dijelaskan pada bagian berikutnya.
Draf tulisan ini disusun sementara untuk diperbaiki selanjutnya. Sifat sementara ini mengukuhkan bahwa hasil tulisan yang disusun berdasarkan urutan gagasan bukanlah hasil akhir tulisan, melainkan menjadi bahan perbaikan pada tahap berikutnya. Perbaikan ini disebut juga penyuntingan.
C. Tahap Penyuntingan
Tahap ini dapat dilakukan jika draf sudah selesai disusun. Draf disunting untuk diperbaiki dari segi bentuk dan isi. Bentuk tulisan yang disunting terkait dengan sistematika dan teknis penulisan. Sistematika penulisan meliputi kemasan sajian dan urutan penyampaian materi-materi dalam tulisan. Teknis penulisan meliputi ketepatan penggunaan ejaan, diksi, kata baku, kalimat, dan paragraf. Isi tulisan ditinjau berdasarkan gagasan-gagasan yang tertuang di dalamnya.
Bentuk tulisan disunting berdasarkan sistematika dan teknis penulisan. Sistematika penulisan dapat ditinjau berdasarkan komponen-komponen pembentuknya. Komponen-komponen ini dibahas pada bagian sebelumnya. Sebuah tulisan memiliki komponen pembentuknya. Komponen ini disusun dan diurutkan secara sistematis. Rangkaian komponen dan sajiannya menentukan klasifikasi jenis tulisan.
Teknis penulisan berfokus pada penggunaan kaidah-kaidah bahasa. Kaidah-kaidah ini meliputi ejaan, diksi, kata baku, kalimat, dan paragraf. Aturan penggunaan ejaan bahasa Indonesia diatur dalam EYD hasil revisi baru. Diksi (pilihan kata) harus dipilih dengan tepat. Kata yang digunakan dalam tulisan disesuaikan dengan ragam tulisan, misalnya ragam ilmiah menuntut kebakuan. Demikian juga kalimat yang digunakan. Jika beragam ilmiah menuntut efektivitas kalimat. Paragraf yang disusun harus memiliki asas-asas paragraf yang baik.
Isi tulisan dapat disunting berdasarkan gagasan-gagasan yang tertuang dalam draf. Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, isi tulisan memiliki gagasan utama dan penjelas. Gagasan utama ini dapat disunting sesuai keperluan. Gagasan ini dapat ditambah dan dikurangi. Selain itu, urutan gagasan perlu ditinjau kembali untuk memudahkan pemahaman kepada pembaca. Berdasarkan gagasan utama, gagasan penjelas perlu ditinjau kejelasannya. Apakah gagasan penjelas sudah benar-benar menjelaskan gagasan utama atau tidak?
Keterampilan Menulis|39|
Kegiatan penyuntingan dapat dilakukan secara berulang kali. Penulis melakukan penyuntingan untuk pertama kali, kemudian dibaca ulang. Jika menemukan kesalahan, penulis dapat melakukan kegiatan penyuntingan lagi. Selanjutnya, dibaca ulang dan disunting lagi jika diperlukan. Proses ini dapat berjalan berulang kali hingga penulis menemukan bentuk tulisan yang ideal sebelum dipublikasikan.
D. Tahap Publikasi
Kegiatan publikasi dapat dilakukan melalui media cetak dan elektronik. Media cetak dapat berupa buku, koran, majalah, jurnal, pamflet, booklet, selebaran, spanduk, dan baliho. Media elektronik dapat berupa televisi, radio, dan internet.
Media internet memiliki nilai diseminasi/penyebaran yang paling baik. Media internet dapat berupa laman/web, blog, surat elektronik, hingga jejaring sosial. Laman/web, blog, dan surat elektronik dapat dijadikan sebagai alat penyebaran tulisan kepada orang lain. Saat ini, banyak orang yang sedang menggemari jejaring sosial. Banyak orang yang rajin menulis melalui perbaruan status dan banyak pula orang yang menulis komentar-komentarnya. Media ini memiliki kelebihan tersendiri dalam popularitas dengan sistem yang sudah dirancang sedemikian rupa.
Melalui internet, orang dapat membaca karya-karya penulis tanpa harus terbatasi oleh tempat dan waktu. Selama ada koneksi, orang dapat membaca karya-karya penulis. Hal ini dapat terjadi karena tulisan tidak disebarkan melalui media cetak yang memiliki keterbatasan distribusi.
Seorang penulis sebaiknya memikirkan media apa yang tepat digunakan dalam memublikasikan tulisannya. Media ini sangat erat kaitannya dengan para pengguna. Para pengguna inilah yang harus diperhatikan oleh penulis, apakah sudah sesuai dengan sasaran tulisan atau tidak? Tentu saja, sebelumnya penulis juga sudah merancang siapa sasaran pembaca tulisannya.
Berikut ini dijelaskan publikasi karya tulis dengan beragam format cetak dan elektronik.
1. Media Cetak
Publikasi tulisan melalui media cetak memiliki beragam format. Wujud media cetak dapat berupa buku, majalah, koran, selebaran, pamflet, leaflet, booklet, spanduk, dan baliho. Tiap bentuk media memiliki format sajian tersendiri. Misalnya ukuran buku, majalah, dan koran yang memiliki format sajian yang berbeda-beda.
Untuk karya ilmiah, publikasi dapat dilakukan melalui media kertas cetak. Kertas yang sering digunakan berukuran A4. Ukuran ini berbeda dengan letter. A4 berukuran 21 cm x 29,7 cm (8,27 inch x 11,69 inch), sedangkan letter berukuran 21,59 cm x 27, 94 cm (8,5 inch x 11 inch). Ukuran standar (default) pada Microsoft Office adalah A4 (21 cm x 29,7 cm atau 8,27 inch x 11,69 inch).
Keterampilan Menulis|40|
Terkadang karya ilmiah dapat juga dicetak versi folio dibagi dua agar lebih hemat. Ukuran folio ini berbeda dengan ukuran legal. Folio berukuran 21,59 cm x 33 cm (8,5 inch x 13 inch), sedangkan legal berukuran 21,59 cm x 35,56 cm (8,5 inch x 14 inch). Untuk membuat ukuran ini, dapat digunakan ukuran legal, kemudian ubah tinggi menjadi 33 cm/13 inch (ukuran sebenarnya 33 cm = 12,99 inch).
Karya ilmiah dapat dicetak menjadi berkas makalah, berkas artikel, berkas skripsi, berkas tesis, dan berkas disertasi. Berkas-berkas ini umumnya tidak diterbitkan, kecuali artikel yang diterbitkan dalam jurnal. Makalah dapat digandakan dan dibagi-bagikan dalam kegiatan ilmiah, misalnya seminar, diskusi panel, lokakarya, dan forum ilmiah lain. Skripsi, tesis, dan disertasi dicetak penulis dan digandakan dalam versi terbatas, misalnya digandakan sebanyak tiga buah: satu untuk perpustakaan fakultas, satu perpustakaan umum, dan satu untuk arsip pribadi. Namun, terkadang hasil penelitian skripsi, tesis, dan disertasi juga dapat diterbitkan menjadi buku dengan modifikasi sistem penulisan.
2. Media Maya
Publikasi karya ilmiah dalam media maya terdiri atas format berkas/file dan format tayang/display. Masing-masing format diuraikan berikut ini.
a. Format Berkas/File
Format file terdiri atas versi rtf, versi doc(x), versi pdf, dan versi html/xml (web).
1) Versi rtf
Versi ini merupakan dokumen yang disimpan dalam tipe Rich Text Document. Versi ini memberikan kemungkinan berkas dokumen makalah dan artikel dapat dibuka melalui perangkat lunak berikut ini.
a) Wordpad, perangkat pengolahan teks bawaan Windows, misalnya XP, Milenium, Vista, dan 7.
b) Microsoft Word, perangkat pengolahan teks berbayar.
c) Open Office Writer, Abiword, hingga KingOffice, perangkat pengolahan teks nirbayar, dapat diunduh gratis melalui koneksi internet.
2) Versi doc(x)
Versi ini merupakan dokumen yang disimpan dalam tipe Word Document (doc). Tipe ini merupakan bentuk standar dari Microsoft Office 1997/2003. Tipe ini dapat dibuka di perangkat lunak yang lain, misalnya Open Office Writer dan Abiword. Untuk Microsoft Office 2007 dan 2010, bentuk standarnya adalah Word Document (docx). Tipe ini belum dapat dibuka melalui perangkat yang lain.
3) Versi pdf
Versi ini merupakan dokumen yang disimpan dalam tipe Portable Document Format. Versi ini dapat dibuka di berbagai perangkat lunak pembaca pdf, misalnya Adobe Reader, Foxit Reader, dll. Untuk
Keterampilan Menulis|41|
menyimpan dokumen, pada Microsoft Word 2010 sudah disediakan tipe pdf pada fitur save as. Perangkat lunak pengolah teks yang lain dapat menyimpan dalam bentuk pdf melalui perangkat lunak tambahan, misalnya dopdf. Aplikasi ini merupakan aplikasi printing berformat pdf. Aplikasi dopdf bersifat gratis dan dapat diunduh melalui koneksi internet.
4) Versi html/xml (web)
Versi ini merupakan dokumen yang disimpan dalam bentuk Hypertext Markup Language (html) atau Extensible Markup Language (XML) . Versi ini menggunakan tipe dokumen yang dibuka di web. Oleh karena itu, versi ini dapat dibuka melalui perangkat lunak web (internet browser), misalnya Internet Explorer, Mozilla Firefox, Safari, Opera, GoogleChrome, dll. Microsoft Word 2007 dan 2010 memberikan fitur penyimpanan dokumen dalam versi html/xml (web) misalnya tipe single web page, web page, word xml document.
b. Format Tayang/Display
1) Versi situs
Versi ini menggunakan format file versi html/xml (web). Karya ilmiah dapat ditayangkan melalui situs. Situs ini dapat dibuka dengan koneksi internet. Situs ini dapat berupa situs resmi dan situs pribadi. Situs resmi yang dimaksud adalah situs yang disediakan lembaga tertentu, misalnya jawapos.com, surya.com, dll. Ekstensi situs tersedia berbagai macam. Ekstensi ini menunjukkan identitas situs. Misalnya .sch (sekolah), .org (organisasi), .com (komersial), .ac.id (akademik, indonesia), .net (jaringan), .tv (televisi), dll. Selain itu, tersedia juga berbagai ekstensi gratis lain, misalnya .co.cc, .tk, .pro.tc, .co.nr, .banget.net, dll. Untuk kalangan profesional, situs pribadi dapat dibuat dengan berbagai ekstensi pilihan, baik berbayar maupun gratisan. Misalnya .com dikenakan biaya kurang lebih Rp 100.000/tahun.
2) Versi blog
Situs pribadi seringkali dibuat secara gratisan dengan memanfaatkan layanan wordpress, blogger, dan lain-lain. Awalnya, blog digunakan untuk memuat diary, tulisan-tulisan pribadi. Dalam perkembangan pemakaian pengguna, blog beralih fungsi, di antaranya dapat digunakan untuk memuat tulisan-tulisan pribadi, misalnya curhat, puisi, cerpen, naskah drama, artikel, makalah, skripsi, dll.
Karya ilmiah dapat ditayangkan melalui media blog. Sebaiknya, karya ilmiah yang dimuat di dalam blog, harus memiliki (1) judul karya ilmiah, (2) penulis, (3) isi karya ilmiah (pendahuluan, pembahasan, penutup), dan (4) daftar rujukan. Informasi ini sangat penting untuk dijadikan rujukan berikutnya jika diperlukan.
3) Versi catatan di jejaring sosial
Situs jejaring sosial umumnya merupakan situs pertemanan. Seiring perkembangan pemakaian pengguna, situs ini juga digunakan untuk memuat puisi, esai, artikel, dll. Misalnya Facebook menyediakan
Keterampilan Menulis|42|
fitur catatan untuk memuat tulisan ilmiah yang ditujukan kepada beberapa teman.
Latihan
Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap materi di atas, kerjakan soal latihan berikut ini!
1. Menurut Anda, ada berapa tahapan dalam proses menulis? Jelaskan!
2. Apa yang harus dilakukan oleh seorang penulis pada tahap perencanaan karangan?
3. Apa pentingnya urutan gagasan sebuah tulisan?
4. Apa yang harus dilakukan oleh seorang penulis pada tahap pembuatan draf karangan?
5. Apa yang harus dilakukan oleh seorang penulis pada tahap penyuntingan karangan?
6. Kapan tahap penyuntingan dikatakan berakhir/selesai?
7. Apa yang harus dilakukan oleh seorang penulis pada tahap publikasi karangan?
8. Kapan seorang penulis dikatakan berhasil dalam menyampaikan pesannya melalui tulisan?
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
1. Apa hubungan antara proses dan hasil menulis?
2. Apakah perencanaan tulisan dapat dikelompokkkan ke dalam proses menulis?
3. Jelaskan pendapat Anda tentang tulisan yang baik dihasilkan dari proses menulis yang baik pula?
4. Apakah proses yang kurang baik dalam menulis mampu menghasilkan tulisan yang baik?
5. Apakah pola pikir masyarakat dapat diubah melalui tulisan yang terpublikasikan dengan baik?
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|43|
#5
PENGOLAHAN BAHAN TULISAN
Materi
:
memahami pengolahan bahan tulisan
Target
:
mampu memahami dan terampil dalam menulis (a) model-model kutipan, baik langsung maupun tidak langsung, dan (b) model-model daftar rujukan dari berbagai referensi
Metode perkuliahan
:
ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep pengolahan bahan tulisan dan jawaban soal latihan
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Pengolahan bahan tulisan pada materi ini diperlukan dalam penulisan yang menggunakan referensi lain. Pendapat, tabel, gambar, dan bagan milik orang lain dapat diolah dengan benar sebagai rujukan untuk meningkatkan kualitas tulisan. Hal ini dapat memperdalam kajian tulisan dengan menggunakan referensi dari sumber lain, baik cetak maupun elektronik.
Praktik pengembangan kepribadian yang jujur, terbuka, dan lebih menghargai karya/pikiran orang lain dapat dilihat pada hasil tulisan. Penulis secara adil merujuk pendapat penulis lain dengan menambahkan sumber dan daftar rujukan/pustaka. Sikap terbuka dan objektif dapat tumbuh melalui subjektivitas berbagai pendapat hingga menumbuhkan pemikiran yang objektif. Sikap saling menghargai antarpenulis pun tumbuh dengan baik.
Pengolahan bahan tulisan yang benar dapat menghindarkan penulis dari tindakan plagiat. Tindakan copy-paste teks bukan perbuatan terlarang dalam menulis asal dilakukan melalui teknik penulisan kutipan langsung. Tindakan copy-paste ide juga bukan perbuatan terlarang dalam menulis asal dilakukan melalui penulisan kutipan tidak langsung.
Keterampilan Menulis|44|
Pada bagian ini, dijelaskan dua hal dalam pengolahan bahan tulisan. Kedua hal ini adalah (a) teknik menulis kutipan dan (b) teknis menulis daftar rujukan. Berikut penjelasan keduanya.
A. Teknik Menulis Kutipan
Teknik menulis kutipan terdiri atas dua model, yaitu kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung berarti merujuk pada pendapat penulis lain melalui teks aslinya (salin-tempel teks). Kutipan tidak langsung berarti merujuk pendapat penulis lain melalui ide/gagasannya (salin-tempel ide). Berikut ini penjelasan keduanya.
1. Kutipan Langsung
Kegiatan kutipan langsung merupakan kegiatan copy-paste. Kewajiban atas kegiatan copy-paste ini adalah mencatumkan sumber rujukan. Hal ini dilakukan untuk memberi penghargaan kepada penulis aslinya. Kegiatan copy-paste memiliki rasa bangga yang rendah bagi penulis.
Kutipan langsung ini memiliki tiga model, yaitu (a) kutipan ringkas kurang dari 40 kata, (b) kutipan 40 kata atau lebih, dan (c) kutipan yang sebagian dihilangkan. Berikut ini penjelasan ketiga model kutipan tersebut dengan contoh teks di bawah ini.
Sumber: Mangkunegara, A. P. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Rosda
Gambar 5.1 Kutipan Teks
a. Kutipan ringkas kurang dari 40 kata
Kutipan ini ditulis dengan menggunakan tanda kutip. Kutipan langsung ditulis persis aslinya alias copy-paste teks. Kewajiban yang muncul karena tindakan ini adalah mencantumkan nama belakang penulis, tahun terbit, dan halaman. Untuk menghitung jumlah kata, dapat dituliskan dalam program Microsoft Word kalimat-kalimat yang akan dikutip, lalu sortir kalimat tersebut. Perhatikan baris kiri bawah di samping keterangan halaman, misal terdapat keterangan “words: 13/499”, artinya jumlah kata yang disortir adalah 13, jumlah keseluruhan kata adalah 499. Contoh:
Mangkunegara (2007:86) menyatakan bahwa “benefit adalah nilai keuangan (moneter) langsung untuk pegawai yang secara cepat dapat ditentukan”.
Keterampilan Menulis|45|
Model di atas ditulis dengan mencantumkan nama belakang penulis dengan huruf kapital di awal, diikuti tahun dan halaman yang diberi tanda kurung dengan pemisah tanda titik dua (:) tanpa spasi. Selain model di atas, dapat juga menggunakan model berikut.
“Benefit adalah nilai keuangan (moneter) langsung untuk pegawai yang secara cepat dapat ditentukan” (Mangkunegara, 2007:86).
Model di atas mencantumkan nama belakang penulis, tahun, dan halaman di dalam tanda kurung. Nama belakang penulis ditulis huruf kapital diakhiri tanda koma (,) diikuti spasi, lalu ditulis tahun, diikuti tanda titik dua (:) tanpa spasi dengan halaman buku.
Catatan:
Tanda kutipan tunggal (‘…’) digunakan di dalam tanda kutip (“... "), misalkan Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah "Ada hubungan yang erat antara rasa 'PD' seseorang dengan totalitas pembacaan puisi."
b. Kutipan Ringkas 40 Kata atau Lebih
Kutipan ini ditulis dengan menggunakan spasi satu, menjorok ke dalam 1,27 cm (satu kali tab), ditulis rata kanan-kiri. Contoh:
Mangkunegara (2009:86) memberikan penjelasan benefit yang lugas pada uraian berikut ini.
Program benefit bertujuan untuk memperkecil turnover, meningkatkan modal kerja, dan meningkatkan keamanan. Adapun kriteria program benefit adalah biaya, kemampuan membayar, kebutuhan, kekuatan kerja, tanggung jawab, sosial, reaksi kekuatan kerja, dan relasi umum. Sedangkan program pelayanan adalah laporan tahunan untuk pegawai, adanya tim olah raga, kamar tamu pegawai, kafetaria pegawai, surat kabar perusahaan, toko perusahaan, discount (potongan harga) produk perusahaan, bantuan hukum, fasilitas ruang baca dan perpustakaan, pemberian makan siang, adanya fasilitas medis, dokter perusahaan, tempat parkir, ada program rekreasi atau darmawisata.
c. Kutipan Panjang dengan Sebagian Kalimat Dihilangkan
Kutipan ini ditulis dengan menggunakan tanda elipsis (...). Tanda ini digunakan untuk menghilangkan bagian kalimat yang kurang diperlukan. Contoh:
“Program benefit bertujuan untuk memperkecil turnover, meningkatkan modal kerja, dan meningkatkan keamanan. ... . Sedangkan program pelayanan adalah laporan tahunan untuk pegawai, adanya tim olah raga, kamar tamu pegawai, kafetaria pegawai, surat kabar perusahaan, toko perusahaan, discount (potongan harga) produk perusahaan, bantuan hukum, fasilitas ruing baca dan perpustakaan, pemberian makan siang, adanya fasilitas medis, dokter
Keterampilan Menulis|46|
perusahaan, tempat parkir, ada program rekreasi atau darmawisata” (Mangkunegara, 2009:86).
Perhatikan penggunanaan tanda elipsis di atas! Untuk menghilangkan sebagian kalimat, tanda elipsis ditulis dengan menggunakan tanda titik (.) sebanyak tiga. Untuk titik ke empat, merupakan penanda akhir kalimat.
2. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung merupakan tindakan copy-paste ide. Kutipan ini ditulis dengan kalimat yang berbeda dengan kalimat aslinya tanpa mengubah ide. Artinya penulis dapat merangkai kalimat sendiri yang berbeda dengan kalimat yang ditulis penulis aslinya. Contoh:
Mangkunegara (2007:86) menyatakan bahwa benefit adalah nilai keuangan untuk pegawai dapat ditentukan dengan cepat.
Benefit adalah nilai keuangan untuk pegawai dapat ditentukan dengan cepat (Mangkunegara, 2007:86).
B. Teknik Menulis Daftar Rujukan
Media Cetak
Media Elektronik
Buku
Jurnal
Koran (Wartawan/Kontributor)
Dokumen resmi
Lembaga
Karya Terjemahan
Skripsi, Tesis, Disertasi
Makalah Forum Ilmiah
Internet (Situs, Blog)
Cd/Dvd
Jurnal Online
Diskusi Online
Surat Elektronik
Tabel 5.1 Menulis Daftar Rujukan
Berbagai sumber dapat dimanfaatkan dalam menulis karya ilmiah. Namun, setelah memanfaatkan tulisan dari berbagai sumber tersebut melalui kutipan, harus dicantumkan sumber kutipan tersebut dengan menuliskan daftar rujukan.
Istilah daftar rujukan berbeda dengan dafatr pustaka. Daftar rujukan ini ditulis jika dalam tulisan memang menggunakan rujukan dari orang lain/menggunakan kutipan. Hal ini berbeda dengan daftar pustaka. Daftar pustaka ditulis jika dalam tulisan bukan merujuk pendapat orang, melainkan hasil ketekunan membaca dari berbagai sumber yang memberikan inspirasi, wawasan untuk ditulis menjadi kesatuan wawasan.
Keterampilan Menulis|47|
1. Media cetak
Sumber informasi yang dapat dimanfaatkan dalam menulis karya ilmiah dapat diambil dari media cetak, berupa buku, jurnal, koran, dan majalah. Penulisan daftar rujukan dari media cetak ini berbeda-beda. Di bawah ini diulas penulisan berbagai daftar rujukan dari media cetak.
a. Penulisan Daftar Rujukan dari Buku
Perhatikan ilustrasi berikut ini.
Gambar 5.2 Identitas Buku
Informasi yang dibutuhkan dalam menulis daftar rujukan dari buku adalah
(1) nama penulis, (2) tahun penulisan, (3) judul buku, (4) kota penerbit, dan (5) nama penerbit. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari buku tersebut tampak berikut ini.
Catatan:
1. Penulisan nama penulis harus dibalik. Nama penulis hanya ditulis nama depan saja, sedangkan nama belakang cukup disingkat. Nama depan penulis diakhiri tanda koma (,), sedangkan nama belakang disingkat inisialnya saja dan diakhiri tanda titik (.). Jika penulis lebih dari satu, harus disebutkan semua. Nama penulis kedua, dst. ditulis seperti nama penulis pertama, misalnya Susrini, N. K., Magdalena, I. K., dan
Susrini, N. K. 2009. Google: Mesin Pencari yang Ditakuti Raksasa Microsoft. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.
Keterampilan Menulis|48|
Sholehuddin, M. Gelar penulis tidak perlu disebutkan. Tanda baca yang digunakan untuk mengakhiri nama penulis adalah tanda titik (.) diikuti spasi.
2. Penulisan tahun yang ditulis adalah tahun terbitan buku yang dipegang. Tanda baca yang digunakan untuk mengakhiri penulisan tahun adalah tanda titik (.) diikuti spasi.
3. Penulisan judul ditulis huruf awal kapital kecuali kata hubung, misalnya yang, untuk, dari, pada, di, dll.
4. Penulisan kota penerbit ditulis huruf awal kapital dan diakhiri tanda titik dua (:).
5. Penulisan penerbit ditulis huruf awal kapital dan diakhiri tanda titik (.).
Untuk buku yang memiliki editor, penulisan daftar rujukannya sedikit berbeda dengan kaidah di atas. Informasi yang diperlukan dalam menulis rujukan tersebut adalah (1) nama editor (ditambah tulisan “Ed” *satu editor+, “Eds” *lebih dari satu+ [tanpa tanda kutip]), (2) tahun, (3) judul, (3) kota penerbit, dan (4) nama penerbit. Contoh:
Untuk buku yang terdiri dari beberapa kumpulan artikel dan memiliki editor, penulisan daftar rujukannya juga berbeda. Informasi yang diperlukan dalam menulis rujukan tersebut adalah (1) nama penulis artikel, (2) tahun, (3) judul artikel, (4) nama editor (dengan keterangan editor), (5) judul buku dan halaman, (6) kota, dan (7) penerbit. Contoh:
Muhyiddin, A. (Ed). 2009. Karakter Peserta Didik. Surabaya: PT Sinar Ilmu.
Ghazali, M. 2009. Menulis. Dalam Supomo, E. (Ed), Kaidah Menulis Bahasa Indonesia (hlm. 21—33). Malang: PT Cakrawala.
Keterampilan Menulis|49|
b. Penulisan Daftar Rujukan dari Jurnal
Perhatikan ilustrasi berikut ini.
Gambar 5.3 Identitas Jurnal
Informasi yang dibutuhkan dalam menulis daftar rujukan dari jurnal adalah
(1) nama penulis, (2) tahun terbit jurnal, (3) judul tulisan, (4) nama jurnal, edisi, dan
(5) halaman.
Mengacu pada contoh di atas, penulisan daftar rujukan dari jurnal sebagai berikut.
Catatan:
1. Nama belakang penulis ditulis lengkap, diikuti tanda koma (,), lalu diberi spasi, diikuti nama depan yang disingkat, dan diakhiri tanda titik (.).
2. Penulisan tahun ditulis setelah spasi pada tanda titik (.) nama depan penulis.
3. Judul ditulis setelah tanda titik (.) penulisan tahun dan tidak dicetak miring. Semua kata dalam penulisan judul ditulis huruf kapital kecuali kata hubung/depan,misalnya untuk, pada, dari, dll. dan diakhiri tanda titik (.).
Rahayuningsih, T. 2007. Penggunaan Citra Penginderaan Jauh untuk Kajian Tingkat Bahaya Erosi Das Serang Kabupaten Kuloprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Kejuruan, 30 (1): 1—12.
Keterampilan Menulis|50|
4. Penulisan nama jurnal ditulis miring dan diakhiri tanda koma (,)diikuti volume, nomor berapa, diakhiri tanda titik dua (:), diikuti tanda koma (,), dan diakhiri nomor halaman.
c. Penulisan Daftar Rujukan dari Koran/Majalah
Penulisan daftar rujukan dari koran/majalah dibedakan menjadi dua, yaitu (1) ditulis wartawan, dan (2) ditulis kontributor. Berikut ini penjelasan keduanya dengan contoh dari koran.
Perhatikan ilustrasi rujukan koran yang ditulis wartawan berikut ini!
Gambar 5.4 Identitas Koran dari Wartawan
Informasi yang dibutuhkan daftar rujukan yang ditulis wartawan adalah (1) nama surat kabar, (2) tanggal terbit, (3) judul, dan (4) halaman. Mengacu pada contoh di atas, penulisan daftar rujukan dari koran tanpa penulis sebagai berikut.
Catatan
1. Nama surat kabar ditulis dengan huruf awal kapital, tidak tercetak miring, misalnya Jawa Pos, Tempo, Seputar Indonesia, Republika, Kompas, dll. dan diakhiri tanda titik (.).
2. Tanggal terbit ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) nama surat kabar dan akhiri dengan tanda koma (,).
3. Tahun ditulis dengan spasi setelah tanda (,) tanggal terbit dan diakhiri tanda titik (.)
4. Judul ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) tahun terbit, tidak tercetak miring, dan diakhiri dengan tanda koma (,).
Surya. 15 Desember, 2009. Dewan: Itu Dana Hibah, hlm. 2
Keterampilan Menulis|51|
5. Penulisan halaman ditulis dengan singkatan, yaitu hlm. dengan spasi setelah tanda koma (,) judul tulisan, diikuti nomor halaman yang ditulis angka dengan spasi setelah penulisan singkatan nomor halaman.
Perhatikan ilustrasi contoh rujukan yang ditulis oleh kontributor berikut ini!
Gambar 5.5 Identitas Tulisan Koran dari Kontributor
Informasi yang dibutuhkan dalam menulis daftar rujukan dari koran dengan penulis kontributor adalah (1) nama penulis, (2) tanggal terbit, (3) judul tulisan, (4) nama surat kabar, dan (5) halaman. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari koran dengan penulis kontributor sebagai berikut.
Catatan:
1. Nama belakang penulis ditulis dengan huruf awal kapital dan diakhiri tanda koma (,), diikuti spasi dan singkatan nama depan yang diakhiri tanda titik (.).
2. Tanggal terbit ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) singkatan nama depan penulis dan akhiri dengan tanda koma (,).
3. Tahun ditulis dengan spasi setelah tanda (,) tanggal terbit dan diakhiri tanda titik (.).
4. Judul ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) tahun terbit, tidak tercetak miring, dan diakhiri dengan tanda titik (.).
5. Nama surat kabar ditulis dengan huruf awal kapital, tercetak miring, misalnya Jawa Pos, Tempo, Seputar Indonesia, Republika, Kompas, dll. dan diakhiri tanda koma (,).
6. Penulisan halaman ditulis dengan singkatan, yaitu hlm. dengan spasi setelah tanda koma (,) judul nama surat kabar, diikuti nomor halaman yang ditulis angka dengan spasi setelah penulisan singkatan nomor halaman.
Widyartono, D. 15 Desember, 2009. Belajar dengan Ponsel di Sekolah. Surya, hlm. 6.
Keterampilan Menulis|52|
d. Penulisan Daftar Rujukan dari Dokumen Resmi Tanpa Penulis, Tanpa Lembaga
Gambar 5.6 Identitas Dokumen Resmi
Informasi yang dibutuhkan menulis daftar rujukan dari dokumen resmi tanpa penulis, tanpa lembaga adalah (1) nama dokumen lengkap, (2) tahun, (3) kota penerbit, dan (5) penerbit. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari dokumen resmi tanpa penulis, tanpa lembaga sebagai berikut.
Catatan:
1. Nama lengkap dokumen harus dicetak miring dan diikuti tanda titik (.) tanpa spasi.
2. Tahun ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) nama dokumen dan diakhiri tanda titik (.). Jika tahun terbit tidak dicantumkan, dapat ditulis dengan keterangan “tanpa tahun”.
3. Kota penerbit ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) nama tahun dan diakhiri tanda titik dua (:) tanpa spasi.
Undang-Undang Dasar ’45: Undang-Undang Dasar Republik Indonesia yang Sudah Diamandemen serta Penjelasannya, Dilengkapi Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II . tanpa tahun. Surabaya: Serbajaya.
Keterampilan Menulis|53|
4. Nama penerbit ditulis dengan spasi setelah tanda titik dua (:) dan diakhiri tanda titik (.). Singkatan “PT” ditulis huruf kapital tanpa tanda titik, diikuti spasi nama penerbit yang ditulis huruf awal kapital.
e. Penulisan Daftar Rujukan dari Lembaga
Perhatikan ilustrasi berikut!
Gambar 5.7 Identitas Dokumen dari Lembaga
Informasi yang dibutuhkan menulis daftar rujukan dari lembaga adalah (1) nama lembaga, (2) tahun, (3) nama dokumen, (4) kota penerbit, dan (5) penerbit. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari lembaga sebagai berikut.
Catatan:
1. Nama lembaga ditulis huruf kapital untuk awal tiap kata dan diakhiri tanda titik (.) tanpa spasi.
2. Tahun ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) nama dokumen dan diakhiri tanda titik (.)
3. Nama dokumen ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) tahun, ditulis huruf kapital di awal kata, dicetak miring, dan diakhiri tanda titik (.) tanpa spasi.
Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Keterampilan Menulis|54|
4. Kota penerbit ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) nama dokumen dan diakhiri tanda titik dua (:) tanpa spasi.
5. Nama penerbit ditulis dengan spasi setelah tanda titik dua (:) dan diakhiri tanda titik (.).
f. Penulisan Daftar Rujukan dari Karya Terjemahan
Perhatikan ilustrasi berikut ini!
Gambar 5.8 Identitas Karya Terjemahan
Informasi yang dibutuhkan menulis daftar rujukan dari terjemahan adalah (1) nama penulis buku asli, (2) tahun terbit buku asli, (3) judul buku yang diterjemahkan, (4) nama penerjemah, (5) tahun terbit buku terjemahan, (6) kota terbit buku terjemahan, dan (7) penerbit buku terjemahan. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari terjemahan di atas sebagai berikut.
Keterampilan Menulis|55|
Catatan:
1. Nama belakang penulis asli ditulis dengan huruf kapital di awal diikuti tanda koma (,) tanpa spasi. Nama depan penulis cukup disingkat, ditulis dengan spasi setelah tanda koma (,) nama belakang, dan diakhiri tanda titik (.).
2. Tahun ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) nama depan penulis buku asli dan diakhiri tanda titik (.).
3. Judul buku terjemahan ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) tahun terbit. Judul dicetak miring, ditulis huruf kapital di awal kata kecuali kata hubung, misalnya di, ke, yang, untuk, pada, dll., dan diakhiri tanda titik (.).
4. Nama penerjemah ditulis dengan keterangan “Terjemahan oleh” yang ditulis dengan spasi setelah judul buku terjemahan dan diakhiri tanda titik (.).
5. Tahun terbit buku terjemahan ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) nama terjemahan dan diakhiri tanda titik tanpa spasi.
6. Kota penerbit ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) tahun terbit buku terjemahan dan diikuti tanda titik dua (:) tanpa spasi.
7. Nama penerbit ditulis dengan spasi setelah tanda titik (:) kota penerbit, ditulis huruf kapital pada awal kata, dan diakhiri tanda titik (.) tanpa spasi.
g. Penulisan Daftar Rujukan dari Skripsi, Tesis, Disertasi
Perhatikan ilustrasi berikut!
Gambar 5.9 Identitas Skripsi
Leech, G. 1983. Prinsip-Prinsip Pragmatik.Terjemahan oleh M.D.D. Oka. 1993. Jakarta: Universitas Indonesia.
Keterampilan Menulis|56|
Informasi yang dibutuhkan menulis daftar rujukan dari skripsi, tesis, dan disertasi adalah (1) nama penulis, (2) tahun, (3) judul, (4) keterangan karya ilmiah, (5) kota, dan (6) perguruan tinggi. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari skripsi adalah
Catatan:
1. Nama belakang penulis ditulis dengan huruf kapital di awal, diikuti tanda koma (,) tanpa spasi. Nama depan penulis cukup disingkat, ditulis dengan spasi setelah tanda koma (,) nama belakang, dan diakhiri tanda titik (.).
2. Tahun ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) pada singkatan nama depan penulis dan diakhiri tanda titik (.).
3. Judul ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) tahun. Judul dicetak miring, ditulis huruf kapital di awal kata kecuali kata hubung, misalnya di, ke, yang, untuk, pada, dll., dan diakhiri tanda titik (.).
4. Keterangan karya ilmiah yang berbunyi “Skripsi tidak diterbitkan” ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) pada judul, kata pertama ditulis dengan huruf awal kapital, dan diakhiri tanda titik. Aturan ini juga berlaku sama untuk tesis dan disertasi dengan penyesuaian, mislanya “Tesis tidak diterbitkan.”, “Disertasi tidak diterbitkan.”.
5. Kota perguruan tinggi ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) tahun judul dan diikuti tanda titik dua (:) tanpa spasi.
6. Nama perguruan tinggi ditulis dengan spasi setelah tanda titik (:) kota perguruan tinggi berada, ditulis huruf kapital pada awal kata, dan diakhiri tanda titik (.) tanpa spasi.
h. Penulisan Daftar Rujukan dari Makalah dalam Forum Ilmiah (Seminar, Lokakarya, dll.)
Perhatikan ilustrasi berikut!
Widyartono, D. 2007. Pengembangan Media Interaktif Berbasis Kompetensi untuk Pembelajaran Membaca Puisi. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Universitas Negeri Malang.
Gambar 5.10 Identitas Makalah dari Forum Ilmiah
Keterampilan Menulis|57|
Informasi yang dibutuhkan daftar rujukan dari makalah dalam forum ilmiah adalah (1) nama penulis, (2) tahun, (3) judul, dan (4) keterangan forum ilmiah, mencakup kegiatan, tempat, dan waktu pelaksanaan. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari makalah adalah
2. Media Digital
Rujukan digital dapat berupa dari internet (situs, blog), cd/dvd, jurnal online, diskusi online (forum, mailing list), dan surat elektronik/pesan dinding. Berikut penjelasan teknik menulis daftar rujukan dari media-media tersebut.
a. Penulisan Daftar Rujukan dari Internet (Situs, Blog)
Perhatikan ilustrasi berikut!
Gambar 5.11 Identitas Situs/Blog
Informasi yang dibutuhkan menulis daftar rujukan dari situs internet adalah
(1) nama penulis, (2) tahun, (3) judul, (4) keterangan (Online), dan (5) alamat situs dan tanggal akses. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari blog/situs sebagai berikut.
Joni, R. T. 2008. Pendidikan Kedamaian: Memelihara Keragaman Budaya di Tengah-Tengah Keragaman Budaya. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional dan Diskusi Panel Pendidikan Damai di Universitas Negeri Malang, Malang, 22 Desember.
Sudrajat, A. 2010. Konsep Dasar Menajemen Peserta Didik, (Online), (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/02/14/konsep-dasar-manajemen-peserta-didik/), diakses pada 20 April 2010.
Keterampilan Menulis|58|
Catatan:
1. Nama belakang penulis ditulis dengan huruf kapital di awal, diikuti tanda koma (,) tanpa spasi. Nama depan penulis cukup disingkat, ditulis dengan spasi setelah tanda koma (,) nama belakang, dan diakhiri tanda titik (.).
2. Tahun ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) pada singkatan nama depan penulis dan diakhiri tanda titik (.) tanpa spasi.
3. Judul ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) tahun. Judul dicetak miring, ditulis huruf kapital di awal kata kecuali kata hubung, misalnya di, ke, yang, untuk, pada, dll., dan diakhiri tanda titik (.) tanpa spasi.
4. Keterangan yang berbunyi “Online” ditulis dengan tanda kurung () dengan spasi setelah tanda koma (,) pada judul, dan diakhiri tanda koma (,) tanpa spasi.
5. Alamat situs ditulis dengan spasi setelah tanda koma (,) keterangan (Online), ditulis dengan tanda kurung () dan diakhiri tanda koma (,).
6. Tanggal akses ditulis setelah tanda koma (,) alamat situs dengan keterangan “diakses tanggal bulan tahun” dan diakhiri tanda titik (.).
b. Penulisan Daftar Rujukan dari CD/DVD
Perhatikan ilustrasi berikut!
Gambar 5.12 Identitas CD
Informasi yang dibutuhkan menulis daftar rujukan dari CD/DVD adalah (1) nama penulis, (2) tahun, (3) judul, dan (4) keterangan. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari CD/DVD sebagai berikut.
Kurniawan, R. 2009. Membangun Media Ajar Online untuk Orang Awam. Maxikom, (CD-ROM Tutorial).
Keterampilan Menulis|59|
Catatan:
1. Nama belakang penyusun ditulis dengan huruf awal kapital, diakhiri tanda koma (,). Nama depan ditulis setelah tanda koma (,) nama belakang dan diakhiri tanda titik (.).
2. Tahun ditulis dengan spasi setelah tanda titik (.) singkatan nama depan dan diakhiri tanda titik (.) tanpa spasi.
3. Judul ditulis dengan huruf awal kapital tiap kata kecuali kata hubung, misalnya yang, untuk, pada, dari, ke, dll., tidak tercetak miring, dan diakhiri tanda titik (.).
4. Keterangan dapat berupa produser, jenis CD/DVD, edisi, dll. Yang ditulis dengan tanda koma (,) sebagai pemenggal antarketerangan. Jenis dan edisi CD/DVD ditulis di dalam tanda kurung () dan diakhiri tanda titik.
c. Penulisan Daftar Rujukan dari Artikel Jurnal Online
Perhatikan ilustrasi berikut!
Gambar 5.13 Identitas Jurnal Online
Informasi yang dibutuhkan dalam menulis daftar rujukan dari jurnal online adalah (1) nama penulis, (2) tahun, (3) judul, (4) nama jurnal, (5) keterangan “Online”, (6) keterangan lain (volume, dll.), dan (7) alamat situs dan tanggal akses. Tanggal akses diperoleh ketika alamat situs tersebut terbuka. Mengacu pada ilustrasi di atas, teknik menulis daftar rujukan dari artikel online sebagai berikut.
Inan, H. Z. 2010. Examining Language of Information Books for Children, Proquest, (Online), Vol 130, Iss 3; pg. 399, 5 pgs. (http://proquest.umi.com/pqdweb?index=0&did=1995179051&SrchMode=1&sid=3&Fmt=2&VInst=PROD&VType=PQD&RQT=309&VName=PQD&TS=1271767882&clientId=83321), diakses 21 April 2010.
Keterampilan Menulis|60|
Catatan:
1. Nama belakang ditulis dengan huruf awal kapital dan diakhiri tanda koma. Nama depan disingkat, ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri tanda titik (.).
2. Tahun ditulis setelah tanda titik (.) singkatan nama depan dan diakhiri tanda titik (.) tanpa spasi.
3. Judul ditulis huruf awal kapital tiap kata kecuali kata hubung, misalnya untuk, dari, pada, dalam, ke, dll., tidak tercetak miring, dan diakhiri tanda koma.
4. Nama jurnal ditulis dengan huruf awal kapital, tercetak miring, dan diakhiri tanda koma (,) tanpa spasi.
5. Keterangan “Online” (tanpa tanda kutip) ditulis setelah tanda koma (,) nama jurnal, ditulis dengan huruf awal kapital, tidak tercetak miring, ditulis di dalam tanda kurung (), dan diakhiri tanda koma (,).
6. Keterangan lain ditulis setelah tanda koma (,) keterangan “Online”. Keterangan ini dipenggal dengan tanda koma (,) sekaligus sebagai penanda akhir.
7. Alamat situs ditulis dengan spasi setelah tanda koma (,) keterangan (Online), ditulis dengan tanda kurung () dan diakhiri tanda koma (,).
8. Tanggal akses ditulis setelah tanda koma (,) alamat situs dengan keterangan “diakses tanggal bulan tahun” dan diakhiri tanda titik (.).
d. Penulisan Daftar Rujukan dari Diskusi Online (Forum, Mailing List)
Perhatikan ilustrasi berikut!
Gambar 5.14 Identitas Diskusi Online
Keterampilan Menulis|61|
Informasi yang dibutuhkan dalam menulis daftar rujukan dari diskusi online (forum) adalah (1) nama administrator, (2) tanggal, (3) judul, (4) nama forum,
(5) keterangan online, dan (6) alamat forum dan tanggal akses. Mengacu pada ilustrasi di atas, penulisan daftar rujukan dari diskusi online sebagai berikut.
Catatan:
1. Nama belakang ditulis dengan huruf awal kapital dan diakhiri tanda koma. Nama depan disingkat, ditulis dengan huruf kapital dan diakhiri tanda titik (.).
2. Tanggal , bulan, dan tahun ditulis setelah tanda titik (.) singkatan nama depan dan diakhiri tanda titik (.) tanpa spasi.
3. Judul ditulis huruf awal kapital tiap kata kecuali kata hubung, misalnya untuk, dari, pada, dalam, ke, dll., tidak tercetak miring, dan diakhiri tanda koma.
4. Nama forum ditulis dengan huruf awal kapital, tercetak miring, dan diakhiri tanda koma (,) tanpa spasi.
5. Keterangan “Online” (tanpa tanda kutip) ditulis setelah tanda koma (,) nama jurnal, ditulis dengan huruf awal kapital, tidak tercetak miring, ditulis di dalam tanda kurung (), dan diakhiri tanda koma (,).
6. Alamat situs ditulis dengan spasi setelah tanda koma (,) keterangan (Online), ditulis dengan tanda kurung () dan diakhiri tanda koma (,).
7. Tanggal akses ditulis setelah tanda koma (,) alamat situs dengan keterangan “diakses tanggal bulan tahun” dan diakhiri tanda titik (.).
e. Penulisan Daftar Rujukan dari Surat Elektronik (Email)/Pesan Dinding
Perhatikan ilustrasi berikut!
Gambar 5.15 Identitas Surat Elektronik
Rampisela, J. 16 Februari 2010. Proyek Fisika Simulasi II Feb-Mei 2010. UM Community, (Online), (http://community.um.ac.id/showthread.php? 76570-Proyek-Fisika-Simulasi-II-Feb-Mei-2010, diakses 21 April 2010).
Keterampilan Menulis|62|
Informasi yang dibutuhkan dalam menulis daftar rujukan dari surat elektronik adalah (1) nama pengirim, (2) alamat surat elektronik, (3) tanggal surat elektronik,
(4) judul, (5) penerima surat elektronik, dan (6) alamat surat elektronik penerima. Mengacu pada ilustrasi di atas, penulisan daftar rujukan dari diskusi online di atas adalah
Catatan:
1. Nama belakang pengirim surat elektronik ditulis dengan hruf awal kapital dan diakhiri tanda koma (,). Nama depan disingkat dengan inisial dan diakhiri dengan tanda titik (.) tanpa spasi.
2. Alamat pengirim surat elektronik ditulis setelah tanda titik (.) singkatan nama depan pengirim dengan spasi, ditulis dalam tanda kurung (). Alamat surat elektronik berubah format menjadi teks berwarna biru dan bergaris bawah jika diolah di perangkat lunak pengolah kata Microsoft Office. Jika menekan tombol Ctrl dan teks berwarna biru tersebut (link), aplikasi pengiriman surat elektronik tersebut langsung terbuka asal telah terkoneksi dengan internet.
3. Tanggal, bulan, dan tahun ditulis setelah tanda koma alamat surat elektronik dengan spasi dan diakhiri tanda titik.
4. Judul ditulis setelah tanda titik (.) penulisan tahun dengan spasi, ditulis dengan huruf awal kapital di setiap kata, kecuali kata hubung di, ke, dari, dalam, untuk, dll., tercetak miring, dan diakhiri tanda titik (.).
5. Penerima surat elektronik ditulis dengan mencantumkan “Surat elektronik kepada” dan ditulis dengan huruf awal kapital.
6. Alamat penerima surat elektronik ditulis setelah nama penerima dengan spasi, ditulis di dalam tanda kurung (), dan diakhiri tanda titik (.).
Seiring perkembangan teknologi, situs jejaring sosial, misalnya facebook juga dapat difungsikan seperti surat elektronik. Informasi pun juga dapat dikirim melalui fitur pesan dinding fitur facebook. Hanya saja fitur ini lebih sederhana dibanding dengan fitur surat elektronik.
Informasi yang dibutuhkan dalam menulis daftar rujukan dari pesan dinding adalah (1) nama akun dan nama asli pengirim , (2) alamat surat elektronik, (3) tanggal pengiriman, (4) judul, (5) nama akun dan nama akun penerima, dan (6) alamat surat elektronik penerima. Mengacu pada ilustrasi di atas, penulisan daftar rujukan dari diskusi online di atas adalah
Noer, M. (admin@muhammadnoer.com), 19 April 2010. Kisah Pribadi dalam Merencanakan Keuangan Keluarga. Surat elektronik kepada Didin Widyartono (kataberkata@yahoo.com).
Deen (Didin Widyartono) (kataberkata@yahoo.com), 21 April 2010. Facebook untuk Pendidikan. Pesan dinding kepada Nina (Auliana FA) (kurmakurmaku@gmail.com).
Keterampilan Menulis|63|
Nama akun dalam situs jejaring facebook tidak selalu tertib. Artinya nama akun yang dibuat terkadang bukan nama asli, melainkan nama panggilan. Oleh karena itu, nama akun pengirim.
Latihan
Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap materi di atas, kerjakan soal latihan berikut ini!
1. Buatlah kutipan langsung kurang dari 40 kata dari sebuah artikel bertema pendidikan baik dari buku maupun internet!
2. Buatlah kutipan langsung yang sebagian dihilangkan dari artikel bahasa baik dari buku maupun internet!
3. Buatlah kutipan langsung 40 kata/lebih dari artikel bertema sastra baik dari buku maupun internet!
4. Buatlah kutipan tidak langsung dari artikel bebas baik dari buku maupun internet!
5. Buatlah daftar rujukan dari tiga buku yang Anda miliki!
6. Buatlah daftar rujukan dari tiga jurnal yang berbeda!
7. Buatlah daftar rujukan dari tiga koran/majalah yang berbeda!
8. Buatlah daftar rujukan dari tiga blog/situs yang berbeda!
9. Buatlah daftar rujukan dari tiga jurnal Online yang berbeda!
10. Buatlah daftar rujukan dari tiga koran Online yang berbeda!
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
1. Seberapa penting pengolahan bahan tulisan dalam tulisan yang menggunakan referensi orang lain? Mengapa demikian?
2. Apa fungsi kutipan dalam sebuah karangan?
3. Apa saja unsur-unsur yang harus dicantumkan dalam kutipan? Mengapa demikian?
4. Apa fungsi daftar rujukan dalam sebuah karangan?
5. Apa saja unsur-unsur yang termuat dalam daftar rujukan? Mengapa demikian?
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|64|
#6
PENGEMBANGAN PARAGRAF
Materi
:
memahami pengembangan paragraf
Target
:
mampu memahami dan terampil konsep, jenis, pengembangan, dan penalaran paragraf
Metode perkuliahan
:
ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep organisasi tulisan dan jawaban soal latihan
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Seorang penulis harus handal dalam mengembangan paragraf. Pengembangan paragraf ini didasarkan pada gagasan-gagasan yang sudah ditentukan. Pengembangan paragraf dikembangkan berdasarkan jenis tulisan, apakah memberi gambaran, memaparkan, memengaruhi, menyatakan pendapat, memberikan langkah-langkah atau petunjuk, atau menceritakan sesuatu? Pengembangan paragraf juga dapat dilakukan dengan menggunakan penalaran agar mudah diterima oleh pembaca.
A. Konsep Paragraf
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, paragraf adalah bagian dari bab sebuah karangan yang mengandung ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru. Kridalaksana dalam kamus linguistik menyebutkan bahwa paragraf merupakan satuan wacana yang mengungkap sebuah tema dan perkembangannya, berkaitan keseluruhan isinya, dapat terdiri atas satu atau sekelompok kalimat. Berdasarkan kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa paragraf adalah sebuah wacana berwujud ide pokok dan penjelasannya yang saling berkaitan keseluruhan isinya.
Penulisan paragraf dapat dilakukan dengan dua cara berikut ini.
1. Kalimat pertama ditulis sedikit menjorok ke dalam dan jarak antarspasi tiap paragraf sama sebagai mana contoh berikut.
Ejaan Republik yang dikenal juga sebagai Ejaan Soewandi diganti dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan H. M. Soeharto selaku Presiden Republik Indonesia di hadapan sidang DPR pada
Keterampilan Menulis|65|
tanggal 16 Agustus 1972. Selain itu, peresmian Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.
Pada tahun yang sama, tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1972, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. kalimat pertama ditulis rata dengan kalimat paragraf sebelumnya (tidak menjorok) ke dalam dan jarak antarspasi tiap paragraf berbeda, contoh:
Ejaan Republik yang dikenal juga sebagai Ejaan Soewandi diganti dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan H. M. Soeharto selaku Presiden Republik Indonesia di hadapan sidang DPR pada tanggal 16 Agustus 1972. Selain itu, peresmian Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.
Pada tahun yang sama, tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1972, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Paragraf yang baik memiliki pokok pikiran yang dijelaskan dengan beberapa pikiran penjelas. Ide pokok diwujudkan dalam kalimat utama, sedangkan pikiran penjelas diwujudkan dalam beberapa kalimat penjelas. Namun untuk paragraf narasi pokok pikiran tersebar di seluruh bagian kalimat yang memberikan uraian jalannya cerita.
Hubungan keterikatan dalam paragraf mutlak diperlukan sebagai syarat paragraf yang baik. Hal ini penting untuk mempermudah pemahaman pembaca. Hubungan keterikatan ini disebut koherensi dan kohesi.
Koherensi, sebagaimana yang dinyatakan Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah hubungan logis antarkalimat sebuah paragraf disebut koherensi. Hubungan logis ini dibangun untuk menciptakan kesatuan makna. Kalimat-kalimat yang dirangkai dan dipisahkan dengan tanda titik (.) memiliki hubungan yang dapat diterima dengan akal. Hubungan ini erat kaitannya dengan makna sebagai bentuk kalimat penjelas dari kalimat utama. Semakin erat dan logis hubungan kalimat akan semakin mempermudah pemahaman pembaca atas rangkaian makna yang tersaji.
Kohesi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah keterikatan antarunsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana dengan penanda konjugasi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan. Selain memiliki hubungan logis antarkalimat, paragraf memiliki keterikatan unsur-unsur pembangun sebagai penanda. Unsur-unsur ini memiliki keterikatan erat karena merujuk pada acuan kalimat sebelumnya. Jika koherensi mengacu pada rujukan makna, acuan kohesi adalah unsur-
Keterampilan Menulis|66|
unsur penanda struktur kalimat. Misalkan Dia tetap berangkat sekolah meskipun hujan.
Paragraf yang baik tidak hanya membahas tentang pokok pikiran, pokok penjelas, koherensi, dan kohesi, namun juga membahas tentang kesatuan ide. Kesatuan ide ini dapat diterjemahkan sebagai adanya satu ide pokok dalam sebuah paragraf. Kehadiran hanya satu ide pokok mempermudah pemahaman pembaca. Oleh karena itu, dalam karangan ilmiah sebaiknya menggunakan pengembangan deduktif (letak ide pokok di awal paragraf) atau pengembangan induktif (letak ide pokok di akhir paragraf).
Penggunaan ejaan juga menjadi faktor pendukung dalam menulis paragraf yang baik. Tentu ejaan yang dipakai adalah ejaan yang berlaku, yaitu EYD yang sudah diresmikan sejak tahun 1972. Pemakaian tanda baca, penulisan huruf, dan penulisan kata yang tepat sangat membantu pembaca untuk lebih memahami gagasan penulis.
Uraian di atas setidaknya dapat memberikan gambaran paragraf yang baik. Pengetahuan ini dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf dalam karangan ilmiah. Jadi, dapat simpulkan bahwa syarat paragraf yang baik adalah a) mempunyai satu pokok pikiran, b) mempunyai pikiran penjelas, c) mempunyai hubungan koherensi dan kohesi, d) mengandung kesatuan ide, dan e) penggunaan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
B. Memilih Jenis Paragraf sesuai Tujuan Penulisan
Penggunaan jenis paragraf sangat bergantung pada tujuan penulisan. Tiap-tiap jenis paragraf memiliki karakter tertentu. Karakater-karakter ini harus digunakan sesuai dengan tujuan penulisan.
1. Paragraf Deskripsi
Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran secara jelas dan terperinci. Rangkaian kata digunakan untuk memberikan paparan/gambaran secara mendalam. Pembaca benar-benar memperoleh sebuah gambaran seolah-olah nyata. Pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan sendiri.
Melalui karakter deskripsi di atas, paragraf deskripsi sangat cocok digunakan penulis yang bertujuan untuk memberi gambaran/paparan dengan jelas seolah-olah pembaca melihatnya sendiri. Penulis memberikan gambaran apa adanya secara runtut agar pembaca dapat dengan mudah memahami bagian-bagian paparan yang gamblang. Bagian-bagian paparan ini akan membentuk kesatuan gambaran yang utuh.
Contoh paragraf deskripsi:
Rumah megah itu kelihatan sangat angker. Apalagi jika dilihat dari dalam, sungguh memberikan kesan rumah ini tidak terawat dengan baik. Cat dindingnya kusam, terkelupas, dan di sekelilingnya ditumbuhi rumput.
2. Paragraf Eksposisi
Sesuai nama paragraf ini, eksposisi berarti uraian/paparan yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan penulis. Penulis jika ingin menggunakan paragraf ini
Keterampilan Menulis|67|
harus mengetahui maksud dan tujuan apa yang ingin disampaikan kepada pembaca. Tak jarang pula paragraf ini digunakan untuk menjelaskan tahapan langkah/cara/proses kerja.
Berdasarkan karakter eksposisi di atas, paragraf ini sangat tepat digunakan oleh penulis yang ingin menyampaikan informasi khusus secara mendalam. Selain itu, paragraf ini juga dapat digunakan penulis yang ingin menyampaikan cara/proses kerja sesuatu. Jadi, paragraf ini cocok digunakan untuk menyampaikan informasi khusus secara terperinci dan informasi cara/proses kerja sesuatu.
Contoh paragraf eksposisi berupa informasi khusus:
Kegiatan membaca intensif merupakan upaya membaca secara teliti atau membaca secara seksama terhadap teks bacaan. Tujuan membaca intensif, yaitu untuk mendapatkan pemahaman isi bacaan secara tepat dan rinci.
Contoh paragraf eksposisi berupa tahapan/cara/proses kerja sesuatu:
Cara bertanam secara hidroponik di dalam pot sebagai berikut.
(1) Isi pot dengan kerikil hingga memenuhi seperempat pot.
(2) Letakkan bibit tanaman yang akarnya telah dicuci bersih.
(3) Timbun dengan kerikil hingga tanaman tegak.
(4) Isi air sampai seperempat pot.
(5) Setelah tiga minggu, buanglah air dan diganti dengan larutan pupuk.
3. Paragraf Argumentasi
Argumentasi merupakan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. Pendapat, pendirian, atau gagasan masih dapat dibantah dengan kekuatan masing-masing argumen.
Paragraf argumentasi digunakan untuk memberikan pernyataan disertai paparan alasan-alasan yang kuat untuk memperkokoh pernyataan. Paragraf ini sangat cocok digunakan oleh penulis yang ingin menyampaikan pernyataan disertai penjelasan-penjelasan untuk mendukung pernyataan tersebut. Penjelasan-penjalasan ini berupa alasan-alasan yang dikemukakan oleh penulis.
Berikut ini contoh paragraf argumentasi.
Air yang tergenang di kaleng-kaleng bekas, selokan, dan bak mandi harus dibersihkan secara rutin. Air yang tergenang itu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Hal ini disebabkan akan menjadi sarang nyamuk. Nyamuk akan bertelur dan berkembangbiak di genangan air yang tidak dibersihkan.
4. Paragraf Persuasi
Definisi persuasi adalah ajakan kepada seseorang dengan memberikan alasan dan prospek baik yang disampaikan dengan meyakinkan. Karakter ajakan kepada seseorang diwujudkan melalui rangkaian kalimat yang membujuk. Kalimat-kalimat ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa pendapat yang disampaikan benar adanya.
Keterampilan Menulis|68|
Paragraf persuasi merupakan karangan yang bertujuan membuktikan pendapat melalui upaya memengaruhi seseorang untuk tetap teguh pada pendirian atau malahan mengajak untuk menjadi berubah. Tetap atau berubahnya pendirian seseorang sangat bergantung pada harapan penulis. Penulis dapat membujuknya melalui rangkaian kalimat bujukan halus secara meyakinkan.
Berikut ini contoh paragraf argumentasi.
Penggunaan pestisida untuk tanaman dalam jangka waktu yang lama malah tidak bermanfaat. Pestisida dan pupuk kimia pada awalnya diharapkan mampu menjadi menyuburkan tanaman dan memberantas hama malah justru mencemari lingkungan dan membuat tanah menjadi lebih keras. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.
5. Paragraf Narasi
Narasi merupakan pengisahan atau kejadian (KBBI). Rangkaian peristiwa terjalin menjadi sebuah alur cerita. Alur cerita ini umumnya melibatkan tokoh, tempat, dan waktu. Karakter untuk menceritakan sesuatu kejadian sangat dominan dalam narasi.
Paragraf narasi sangat cocok digunakan penulis yang bertujuan untuk mengisahkan sebuah peristiwa atau kejadian. Tokoh-tokoh yang ada melewati tempat dan melintasi waktu. Paragraf ini merangkaikan peristiwa yang susul-menyusul hingga membentuk cerita yang disampaikan tokoh-tokohnya.
Berikut ini contoh paragraf argumentasi.
Alka terkejut mendengar suara Jay di bawah sungai. Dengan segera ia mengulurkan tangan untuk mengangkat tubuh yang tengah memegang erat akar-akar pohon. Rupanya Jay terpeleset saat melintasi anak sungai itu.
B. Pengembangan Paragraf
Pengembangan paragraf merupakan penyusunan kalimat melalui penataan dan penalaran. Pendapat ditata sesuai dengan nalar pembaca. Hal ini bertujuan agar paragraf yang dikembangan penulis dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.
Penalaran merupakan suatu cara berpikir secara tepat, runtut, dan logis. Penalaran ini bertujuan untuk mengarahkan pemahaman pembaca pada makna yang diharapkan penulis. Pengetahuan ini sangat penting diperlukan guna membantu dalam penataan gagasan yang dikemukakan. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pembaca menerima informasi yang dipaparkan melalui pengaturan pikiran yang sangat logis. Berikut ini jenis-jenis penalaran untuk mengembangkan paragraf.
1. Penalaran Induksi
Penalaran induksi adalah penalaran yang dimulai dari peristiwa-peristiwa yang khusus, kemudian ke peristiwa yang sifatnya umum. Penalaran induksi dibagi menjadi tiga berikut ini.
Keterampilan Menulis|69|
a. Penalaran Generalisasi
Penalaran ini berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. Data yang berupa fakta-fakta diperoleh melalui penilaian, pengamatan, atau hasil survei. Data yang diperoleh harus representatif, artinya data dianggap dapat mewakili fakta yang sebenarnya. Jenis penalaran ini dimulai dengan mengemukakan peristiwa-peristiwa yang khusus, kemudian menuju peristiwa-peristiwa yang umum.
Perhatikan contoh berikut ini!
Selama hampir tiga bulan kami mengumpulkan data berdasarkan pengamatan kepada siswa SMA Negeri 21 Kota Maju. Saat upacara, semua siswa memakai sepatu putih dan kaos kaki putih. Pakaian mereka putih-putih dan kemeja dimasukkan ke dalam celana dan ke dalam rok. Mereka memakai ikat pinggang warna hitam. Pakaian mereka dilengkapi dengan dasi warna merah. Jadi, dapat dikatakan bahwa siswa SMA Negeri 21 Kota Maju menggunakan pakaian seragam dan tertib sewaktu mengikuti upacara.
b. Penalaran Analogi
Penalaran ini berupaya untuk membandingkan dua hal yang berbeda, sekaligus memiliki persamaan. Berdasarkan kesamaan tersebut dapat ditariklah kesimpulan. Penalaran ini berpijak pada dua peristiwa khusus yang sama, kemudian diambil kesimpulan apakah berlaku juga pada hal lainnya. Perhatikan contoh berikut ini!
Menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Ada saja rintangan sewaktu mendaki seperti hujan yang mengakibatkan jalan licin. Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang juga mengalami rintangan seperti ekonomi, malas, dan sebagainya. Jadi, menuntut ilmu sama dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.
c. Penalaran Sebab-Akibat
Penalaran ini diawali dengan mengemukakan fakta. Fakta ini berupa sebab, disusul kesimpulan yang berupa akibat. Penalaran jenis ini berupa (a) dimulai dengan mengemukakan peristiwa dan diakhiri dengan kesimpulan, atau (b) dimulai dengan kesimpulan dan dilanjutkan dengan rangkaian peristiwa penyebabnya.
Penalaran sebab akibat dapat dibedakan menjadi tiga yaitu
1) hubungan sebab-akibat, diawali rangkaian peristiwa yang menjadi sebab dan diakhiri dengan kesimpulan yang menjadi akibat. Perhatikan contoh berikut ini!
Hujan berhari-hari mengguyur desa kami. Air sungai berangsur-angsur naik ke permukaan. Jalan dan halaman rumah penduduk mulai digenangi air. Akhirnya, banjir pun melanda desa kami.
2) hubungan akibat-sebab, diawali dengan peristiwa yang menjadi akibat, lalu dikemukakan peristiwa¬peristiwa yang menjadi penyebabnya. Perhatikan contoh berikut ini!
Keterampilan Menulis|70|
Banjir melanda kota Surabaya. Banjir di kota ini selalu datang ketika musim hujan tiba. Dalam waktu singkat beberapa wilayah kota tergenang air. Banjir ini juga tidak hanya menenggelamkan daerah di dekat hulu sungai, tetapi juga menenggelamkan kawasan perumahan elite yang berada di dataran rendah. Banjir ini berasal dari hulu sungai yang tidak mampu menampung air hujan dan juga disebabkankan tumpukan sampah yang menghambat arus air sungai.
3) hubungan sebab-akibat 1-akibat 2, diawali dengan sebab yang dapat menimbulkan lebih dari satu akibat. Perhatikan contoh berikut ini!
Setiap menjelang ujian skripsi mahasiswa terlihat lebih serius dalam belajar. Beberapa hari sebelum ujian dilaksanakan sebagian besar mahasiswa lebih banyak mempelajari skripsi dariapda meNonton televisi. Mereka lebih memilih tinggal di kos dan jarang melakukan aktivitas di luar. Secara psikologis, mereka memiliki keinginan untuk mendapatkan nilai A.
B. Penalaran Deduksi
Penalaran deduksi diawali dengan peristiwa-peristiwa umum, lalu mengarah pada kesimpulan khusus. Penalaran umum diikuti uraian-uraian penalaran khusus. Perhatikan contoh berikut ini!
(1) Binatang menyusui dapat berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Ikan paus merupakan binatang yang menyusui anaknya. Dapat disimpulkan bahwa ikan paus juga berkembang biak dengan cara menyusui anak.
(2) Setiap mahasiswa yang ingin kuliah harus membayar biaya pendaftaran. Ahmad ingin kuliah. Maka Ahmad harus membayar biaya pendaftaran.
Latihan
Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap materi di atas, kerjakan soal latihan berikut ini!
1. Jelaskan konsep paragraf menurut Anda!
2. Kapan sebuah paragraf dikatakan baik?
3. Jelaskan secara ringkas dan berikan contoh jenis-jenis paragraf dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik!
4. Mengapa paragraf dipilih berdasarkan tujuan penulisan?
5. Jelaskan secara ringkas dan berikan contoh jenis-jenis pengembangan paragraf dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik!
Keterampilan Menulis|71|
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
1. Apa pentingnya pengembangan paragraf bagi seorang penulis?
2. Apa perlu seornag penulis menentukan jenis paragraf yang akan digunakan dalam tulisannya? Mengapa demikian?
3. Mengapa penalaran digunakan dalam kegiatan menulis?
4. Sebuah tulisan yang memiliki penalaran yang rumit diterima dengan baik oleh pembaca? Mengapa demikian?
5. Apa kesan bagi pembaca terhadap tulisan yang memiliki pola penalaran yang terlalu mudah bagi pembaca? Mengapa demikian?
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|72|
#7
KAIDAH-KAIDAH MENULIS
Materi
:
memahami teknis menulis
Target
:
mampu memahami penggunaan ejaan, pemilihan kata, kata baku, dan kalimat yang baik dan benar dalam kegiatan menulis
Metode perkuliahan
:
ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep menulis
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Dalam menulis berbahasa Indonesia, diperlukan penerapan kaidah-kaidah menulis. Kaidah-kaidah menulis ini merupakan faktor teknis dalam penyuntingan tulisan. Meskipun teknis, kaidah-kaidah ini memiliki peranan yang sentral karena dapat menentukan tafsiran makna oleh pembaca.
Kaidah-kaidah menulis ini mengatur bagaimana penggunaan ejaan, pilihan kata, kata baku, dan kalimat dalam kegiatan menulis berbahasa Indonesia. Berikut ini jabaran tiap-tiap kaidah tersebut.
A. Ejaan
Penulisan ejaan dalam bahasa Indonesia mengacu pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). EYD merupakan kaidah-kaidah penulisan tanda baca dan penggunaan huruf yang harus ditaati oleh para pemakai bahasa. Bandingkan contoh berikut ini!
1. Penggunaan tanda baca titik (.), koma (,), titik dua (:), tanda seru (!), tanda tanya (?), dan tanda persen (%) seharusnya diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya.
Tabel 6.1 Penggunaan Tanda Titik (.), Koma (,), Dua Titik (:), Seru (!), Tanya (?), Persen (%)
Tidak Baku
Baku
(1) Penelitian ini dilakukan di PDAM Kota Surabaya .
(1) Penelitian ini dilakukan di PDAM Kota Surabaya.
Keterampilan Menulis|73|
(2) Penelitian ini melibatkan siswa , guru ,dan kepala sekolah.
(3) ... dengan cara di atas ; kemudian ...
(4) ... sebagai berikut :
(5) Hal itu salah !
(6) Apakah hal itu dapat dibenarkan ?
(7) Jumlah karyawan sekitar 15 %.
(2) Penelitian ini melibatkan siswa, guru, dan kepala sekolah.
(3) ... dengan cara di atas; kemudian ...
(4) ... sebagai berikut:
(5) Hal itu salah!
(6) Apakah hal itu dapat dibenarkan?
(7) Jumlah karyawan sekitar 15 %.
2. Penggunaan tanda petik (“...”), petik tunggal (‘...’), kurung (...), dan kurung siku ([...]) diketik rapat dengan huruf yang diapit.
Tabel 6.2 Penggunaan Tanda Kutip dan Tanda Kurung
Tidak baku
Baku
(1) Ketujuh kelompok “ sepadan ”.
(2) Fairuz menyatakan bahwa “Penelitian bahasa waria termasuk ‘ bonek ’ karena harus berinteraksi langsung”.
(3) Suku ini berasal dari ( daerah ) Baduy.
(4) Pengamatan dilakukan terus - menerus.
(5) Penelitian ini dilakukan selama tahun 2006 - 2008.
(6) Manajemen sekolah — guru dan karyawan — tidak dilibatkan.
(7) Narasumber tidak / belum mengusulkan kepada pemerintah.
(1) Ketujuh kelompok “sepadan”.
(2) Fairuz menyatakan bahwa “Penelitian bahasa waria termasuk ‘ bonek ’ karena harus berinteraksi langsung”.
(3) Suku ini berasal dari (daerah) Baduy.
(4) Pengamatan dilakukan terus-menerus.
(5) Penelitian ini dilakukan selama tahun 2006—2008.
(6) Manajemen sekolah —guru dan karyawan— tidak dilibatkan.
(7) Narasumber tidak/belum mengusulkan kepada pemerintah.
3. Penggunaan tanda operator: sama dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil (<), tambah (+), kurang (-), kali (x), dan bagi (:) diketik dengan jarak spasi satu ketukan sebelum dan sesudahnya.
Tabel 6.3 Penggunaan Tanda Operator
Tidak baku
Baku
(1) n=5,67
(2) n>5,67
(3) n<5,67
(4) x+y=z
(5) a:b=c
(1) n = 5,67
(2) n > 5,67
(3) n < 5,67
(4) x + y = z
(5) a : b = c
Catatan
Penulisan tanda bagi (:) yang digunakan untuk memisahkan tahun penerbitan dan nomor halaman pada rujukan ditulis rapat dengan angka yang mendahului dan mengikutinya.
Keterampilan Menulis|74|
Tabel 6.4 Penggunaan Tanda Titik Dua (:)
Tidak baku
Baku
(1) ... (Wellek, 1998 : 56)
(2) Wellek (1998 : 56) menyatakan ...
1. ... (Wellek, 1998:56)
2. Wellek (1998:56) menyatakan ...
Kaidah-kadiah penggunaan ejaan yang tepat harus disesuaikan dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) berdasarkan aturan terbaru. Namun, berikut ini dijelaskan beberapa aturan yang perlu dicermati lebih dalam.
1. Penggunaan Tanda Titik (.)
Tanda ini ditulis rapat dengan angka atau huruf terakhir yang mendahului. Aturan penulisan tanda titik sangat ketat, diantaranya (a) dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan, (b) tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah,dan (c) tidak dipakai pada akhir judul, misalnya judul buku, karangan lain, kepala ilustrasi, atau tabel. Contoh:
a. Saya akan meneliti dampak negatif perkembangan ilmu biologi.
b. Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
c. Lihat halaman 2345 dan seterusnya.
d. Nomor gironya 5645678.
e. Catur untuk Semua Umur (tanpa titik)
Pada contoh (b), dapat dibandingkan penulisan “tahun 2000” dengan “2000 tahun”! “Tahun 2000” bukan merupakan jumlah, sedangkan “2000 tahun” merupakan jumlah. Dengan demikian, penulisan “2000 tahun” yang benar adalah “2.000 tahun”. Tanda titik digunakan untuk menunjukkan jumlah. Begitu juga dengan nomor giro. Nomor giro bukan menunjukkan jumlah sehingga tidak perlu digunakan tanda titik untuk memberi tanda ribuan.
2. Penggunaan Tanda Koma (,)
Tanda koma ditulis rapat dengan angka dan huruf yang mendahului. Aturan tanda koma yang perlu lebih dicermati adalah (a) dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan, (b) dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan, (c) dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya, dan (d) dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki. Contoh:
a. Reny sedang menulis latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian.
b. Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
atau
Didik bukan anak saya, melainkan anak Pak Daud.
c. Karena sakit, kakek tidak bisa hadir.
bandingkan dengan
Kakek tidak bisa hadir karena sakit.
Jika data penelitian sulit dikumpulan, saya batal meneliti mantra Jawa.
bandingkan dengan
Keterampilan Menulis|75|
Saya batal meneliti mantra Jawa jika data penelitian sulit dikumpulkan.
d. Lamuddin Finoza, Komposisi Bahasa Indonesia, (Jakarta: Diskusi Insan Mulia, 2001), hlm. 27.
Pada contoh a), jika terdapat tiga unsur seperti di atas (unsur pertama: latar belakang, unsur kedua: rumusan masalah, dan unsur ketiga: tujuan penelitian), tanda koma (,) setelah unsur kedua (rumusan masalah) seringkali tidak dituliskan. Hal ini tidak sesuai dengan EYD. Pada contoh b), tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak itu mengiringi induk kalimatnya.
3. Penggunaan Tanda Hubung (-)
Fungsi tanda hubung adalah bertugas menghubungkan. Antarkata yang dihubungkan membentuk sebuah makna. Aturan tanda hubung yang perlu lebih dicermati adalah (a) dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan, (b) dipakai untuk merangkaikan (i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (ii) ke- dengan angka, (iii) angka dengan –an, (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (v) nama jabatan rangkap, dan (c) dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. Contoh:
a. ber-evolusi bandingkan dengan be-revolusi
dua-puluh lima-ribu (20 x 5000) bandingkan dengan dua-puluh-lima ribuan (25 x 1000)
b. se-Asia, hadiah ke-3, tahun 60-an, mem-PHK-kan, sinar-X, Menteri-Sekretaris Negara
c. di-tackle, pen-tackle-an
4. Penggunaan Tanda Pisah (—)
Tanda ini ditulis rapat dengan huruf akhir yang mendahului dan huruf awal sesudahnya. Tanda pisah ditulis dua kali tanda hubung (--) atau (—). Aturan yang perlu lebih dicermati adalah tanda pisah ini dipakai di antara dua nama tempat atau tanggal dengan arti `sampai ke' atau `sampai dengan'. Contoh:
a) Jakarta—Bogor
b) tanggal 10—15 November 2003
5. Penggunaan Tanda Tanya (?)
Penggunaan tanda tanya ditulis rapat dengan huruf/angka yang mendahuluinya. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya. Penggunaan tanda tanya di akhir kalimat ditulis rapat dengan huruf terakhir sebuah kata dan tidak perlu ditambahkan tanda titik (.). Contoh:
a) Kapan Anda diwisuda?
b) Saudara paham, bukan?
Keterampilan Menulis|76|
6. Penggunaan Tanda Kurung ()
Penulisan tanda kurung ditulis rapat dengan huruf/angka yang mendahului dan sesudahnya. Aturan yang perlu lebih dicermati adalah (a) dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan, (b) dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan, dan (c) dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang merinci satu urutan keterangan. Contoh:
a. Penelitian Muhyiddin yang berjudul "Pengembangan Buku Teks Multimedia Interaktif" (bahan ajar digital) ditulis pada tahun 2002.
Data itu (lihat Tabel 10) menunjukkan adanya perkembangan di bidang pemasaran mobil.
b. Kata semiotik diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi semiotik(a).
Pejalan kaki itu berasal dari (daerah) Baduy.
c. Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) modal, dan (c) sumber daya manusia.
7. Penggunaan Tanda Petik ("...")
Penggunaan tanda petik ditulis rapat dengan kata yang sesudah dan sebelumnya. Aturan yang perlu lebih dicermati adalah (a) dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain, (b) dipakai untuk mengapit judul syair, karangan atau bab buku yang diacu dalam kalimat, dan (c) dipakai untuk mengapit istilah atau kata yang mempunyai arti khusus atau kurang dikenal. Contoh:
a. Pasal 36 UUD 45 berbunyi, "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia”.
b. Artikel "Tinjauan Hukum Fikh dari Perspektif Sosiologi" adalah karya Badrun Ahmad.
c. Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "trial and error" saja.
8. Penggunaan Tanda Petik Tunggal (‘...’)
Penulisan tanda petik tunggal ditulis rapat dengan huruf sebelum dan sesudahnya. Aturan yang perlu lebih dicermati adalah (a) dipakai untuk mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain dan (b) dipakai untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Contoh:
a. Tanya Deny, "Kau dengar bunyi 'kret-kret' tadi?"
b. face-to-face `bersemuka'
9. Penggunaan Huruf Kapital
Aturan penggunaan huruf kapital yang perlu lebih dicermati adalah (a) tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran, (b) dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa-bangsa dan bahasa, (c) tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis, dan (d) dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) dalam penulisan nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, dalam, yang, untuK yang tidak terletak pada posisi awal. Contoh:
Keterampilan Menulis|77|
a. mesin diesel, 10 watt, 5 volt
b. Dalam hal ini bangsa Indonesia ... . (bukan Dalam hal ini Bangsa Indonesia ... .)
.... memakai bahasa Spanyol sebagai ... . bukan.... memakai Bahasa Spanyol sebagai ....)
c. garam inggris, gula jawa, soto madura, jeruk bali
d. Idrus menulis buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Ia menulis makalah ”Fungsi Persuasif dalam Bahasa Iklan Media Elektronik”.
Selain itu, huruf kapital tidak dipakai sebagi huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Contoh:
a. keinggris-inggrisan
b. menjawakan bahasa Indonesia
10. Penggunaan Huruf Miring
Aturan penggunaan huruf miring yang perlu lebih dicermati adalah (a) dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam karangan, (b) dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata dalam cetakan, dan (c) dipakai untuk menuliskan kata ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang sudah disesuaikan ejaannya. Contoh:
a. majalah Horison,surat kabar Kompas
b. Dia bukan menipu, melainkan ditipu.
Bab ini tidak membicarakan penyebab fenomena ini.
c. Nama ilmiah padi ialah oriza sativa.
Politik devide et impera pernah merajalela di benua hitam itu.
bandingkan dengan
Negara itu telah mengalami beberapa kudeta. (kudeta diambil dari coup d’etat)
11. Penggunaan Spasi pada Penulisan Kata
Penggunaan spasi pada penulisan kata seringkali digunakan tidak tepat. Kesalahan yang sering dilakukan meliputi kata gabung berimbuhan, kata depan, partikel, ungkapan idiomatik, dan ungkapan penghubung.
a. Kata Gabung Berimbuhan
Imbuhan (afiksasi) ditulis serangkai/rapat dengan kata yang mendahului atau mengikuti. Misalnya:
1) tanggung jawab  bertanggung jawab
Penulisan awalan ber- ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti.
2) tanggung jawab  tanggung jawabkan
Penulisan akhiran –kan ditulis serangkai dengan kata yang mendahului.
3) mempertanggungjawabkan
Keterampilan Menulis|78|
Penulisan awalan dan akhiran (simulfiks) memper-kan ditulis rapat.
Perhatikan juga contoh di bawah ini!
1) garis bawah  bergaris bawah, garis bawahi, menggarisbawahi
2) tanda tangan  bertanda tangan, menandatangani, tertandatangani, penanda tangan, penandatanganan
3) olahraga  berolahraga, memberolahragakan, mengolahragakan, olahragawan, keolahragawan
Penulisan gabungan kata garis bawah dan tanda tangan tidak rapat, sedangkan penulisan gabungan kata olahraga harus rapat. Berikut ini tabel gabungan kata yang ditulis serangkai.
Tabel 6.5 Gabungan Kata yang Ditulis Serangkai
1. acapkali
2. adakalanya
3. akhirulkalam
4. alhamdulillah
5. astagfirullah
6. bagaimana
7. barangkali
8. bilamana
9. bismillah
10. beasiswa
11. belasungkawa
12. bumiputra
13. daripada
14. darmabakti
15. darmasiswa
16. dukacita
17. halalbihalal
18. hulubalang
19. kacamata
20. kasatmata
21. kepada
22. keratabasa
23. kilometer
24. manakala
25. manasuka
26. mangkubumi
27. matahari
28. olahraga
29. padahal
30. peribahasa
31. puspawarna
32. radioaktif
33. saputangan
34. saripati
35. sebagaimana
36. sediakala
37. segitiga
38. sekalipun
39. silaturahmi
40. sukacita
41. sukarela
42. sukaria
43. syahbandar
44. titimangsa
Penulisan imbuhan a-, ab-, bi-, supra-, swa-, sub-, semi-, maha-, tuna-, ultra, pan-, non-, eka-, dwi-, tri hingga sapta ditulis serangkai. Misalkan amoral, asusila, abnormal, bitransitif, supranatural, subsistem, semifinal, swalayan, mahasiswa, tunanetra, ultramodern, nonblok, ekawarna, dwiwarna, tritunggal, hingga saptakrida.
Catatan:
1) Penulisan non- dan pan- jika diikuti huruf vokal harus diikuti tanda hubung (-), misalnya non-Asia, non-akademik, pan-Afrika.
2) Penulisan maha- jika diikuti kata dasar ditulis serangkai, misal mahakuasa, mahasiswa, mahaesa (untuk penulisan karangan ilmiah), kecuali Maha Esa (untuk penulisan Pancasila, termasuk ragam beku) dan jika diikuti kata berimbuhan harus ditulis terpisah, misal maha pengasih, maha mendengar.
b. Kata Depan
Kata depan ditulis secara terpisah dengan kata yang mengikuti, kecuali daripada dan kepada misalnya
Keterampilan Menulis|79|
1) Penelitian ini dilakukan di daerah tertentu.
2) Proposal penelitian sudah saya berikan kepada Bapak.
c. Partikel
Partikel –lah, -kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahului. Perhatikan contoh berikut ini.
Bagaimanakah pengaruh metode LDT terhadap kemampuan siswa?
Partikel per dan pun ditulis terpisah dengan kata yang mendahului atau mengikuti, misalnya
1) Masyarakat pun turut membantu dalam penelitian ini.
2) Apa pun yang dibutuhkan dalam penelitian ini selalu dibantu masyarakat.
3) Satu per satu data dikumpulkan dengan teliti.
d. Ungkapan Idiomatik
Ungkapan idiomatik merupakan ungkapan yang memiliki pasangan tetap, tidak dapat dipertukarkan, wajib hadir bersama-sama dalam kalimat, misalnya
1) Metode ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
2) Temuan ini sesuai dengan temuan penelitian sebelumnya.
3) Hasil penelitian yang tidak valid ini disebabkan oleh kesalahan pengambilan sampel.
e. Ungkapan Penghubung
Ungkapan penghubung tidak dapat dipertukarkan dan wajib hadir bersama-sama dalam kalimat. Ungkapan ini berfungsi menghubungkan unsur kalimat yang satu dengan yang lain. Perhatikan contoh berikut!
Tabel 6.6 Penggunaan Ungkapan Penghubung
Tidak Baku
Baku
(1) Bukan kesalahan pengambilan data, tetapi kesalahan peneliti dalam menganalisis data.
(1) Bukan kesalahan pengambilan data, melainkan kesalahan peneliti dalam menganalisis data.
(2) Baik mahasiswa, ataupun pembimbing skripsi harus dapat bekerja sama.
(2) Baik mahasiswa, maupun pembimbing skripsi harus dapat bekerja sama.
(3) Antara pembimbing dengan penguji berupaya memberikan saran terhadap skripsi itu.
(3) Antara pembimbing dan penguji berupaya memberikan saran terhadap skripsi itu.
Keterampilan Menulis|80|
B. Diksi dan Kata Baku
Secara etimologi, kata diksi berasal dari dictionary (Inggris: diction) yang berarti perihal pemilihan kata. Pilihan kata ini terkait dengan kebenaran, kejelasan, dan kefektifan dalam pemakaian.
Pilihan kata sangat penting dalam penulisan karangan ilmiah. Apabila pilihan kata tidak tepat, rangkaian kalimat menjadi tidak efektif dan informasi yang disampaikan tidak jelas.
Pilihan kata dalam penulisan karangan ilmiah harus sesuai dengan kaidah bahasa. Pilihan kata yang digunakan harus mengutamakan kosakata bahasa Indonesia selama tidak mengganggu makna yang akan disampaikan. Seorang penulis malahan dianjurkan untuk memilih kata feces, anus, amputasi, dan horizon daripada memilih kata tahi, lubang pantat, pemotongan, dan kaki langit/ufuk/cakrawala. Oleh karena itu, penulis harus tepat, cermat, dan memperhatikan pilihan kata yang digunakan terkait dengan makna yang akan disampaikan.
Jika dalam bahasa Indonesia tidak ditemukan istilah yang tepat, istilah bahasa asing dapat dijadikan sumber istilah baru. Istilah baru ini dapat dibentuk dengan jalan menerjemahkan, menyerap, dan menyerap sekaligus menerjemahkan. Pembentukan istilah baru ini sudah dijelaskan dalam bab pertama.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan kata sebagai berikut.
a. Ketepatan Makna
Ketepatan makna berkaitan dengan kemampuan memilih kata agar dapat mengungkapkan gagasan penulis dan diterima pembaca.
b. Kecermatan Memilih
Kecermatan memilih terkait dengan kemampuan memilih kata dengan baik. Kecermatan ini erat kaitannya dengan pemahaman makna kata dan penggunaannya. Kata-kata pendukung tidak diperlukan/dibuang jika makna kata sudah jelas karena mubazir dan menjadi tidak efektif.
c. Keserasian Konteks
Keserasian konteks erat kaitannya dengan kemampuan penggunaan kata-kata yang sesuai dengan konteks dan kelaziman pemakaian bahasa itu.
Sekilas kata semua, segala, sekalian, segenap memiliki makna yang sama, namun dalam pemakaiannya tidak dapat disamakan. Misalnya
a. Semua mahasiswa S1 wajib menempuh skripsi.
b. Sekalian mahasiswa S1 wajib menempuh skripsi.
Informasi dalam kalimat (a) dan (b) sebenarnya sama, namun karena pilihan kata yang digunakan berbeda akhirnya dapat membiaskan makna. Informasi dalam kalimat (b) lebih sulit ditangkap daripada kalimat (a). Tentu, dari contoh di atas pilihan kata yang tepat adalah yang digunakan kalimat (a). Oleh karena itu, penulisan karangan ilmiah harus tepat, cermat, dan serasi dalam memilih kata.
Keterampilan Menulis|81|
Berikut ini akan disampaikan beberapa teknik pemilihan kata;
a. memilih kata baku, contoh:
Tabel 6.7 Kata Baku
Baku
Tidak Baku
Baku
Tidak Baku
abstrak
abstraks
analisis
analisa
aktivitas
aktifitas
autentik
otentik
cedera
cidera
cokelat
coklat
diagnosis
diagnose
desain
disain
ekstrem
ekstrim
embus
hembus
elite
elit
esai
esei
fosfor
pospor
frekuensi
frekwensi
glukose
glukosa
hakikat
hakekat
hidraulis
hidrolis
hierarki
hirarki
hemoglobin
haemoglobin
hipotesis
hipotesa
ilmuwan
ilmiawan
interviu
interview
karisma
kharisma
kualitas
kwalitas
komplet
komplit
kuisioner
kuesioner
napas
nafas
objek
obyek
objektivitas
obyektivitas
paham
faham
praktik
praktek
produktivitas
produktifitas
risiko
resiko
sastra
sastera
sistem
sistim
standardisasi
standarisasi
subjek
subyek
subjektivitas
subyektivitas
survei
survey
teknik
tehnik
teoretis
teoritis
teknis
tehnis
ubah
rubah
terampil
trampil
b. menghindari kata yang termasuk jargon/prokem/slang karena termasuk ragam tidak baku, kecuali diperlakukan sebagai data penelitian, contoh: kadit tidak, Ngalam  Malang, utas satu, ipok kopi, dll.
c. menghindari kata di mana, yang mana, contoh:
Rumah di mana saksi sejarah itu tinggal sudah hangus terbakar sehingga saya kesulitan mencari data penelitian. (seharusnya Rumah tempat saksi sejarah itu tinggal sudah hangus terbakar sehingga saya kesulitan mencari data penelitian.)
Penjelasan di atas yang mana memberikan gambaran korpus data yang akan diambil. (seharusnya Penjelasan di atas memberikan gambaran korpus data yang akan diambil.)
d. memilih kata yang lugas, bermakna denotatif, contoh:
Kegagalan penelitian kami disebabkan oleh kambing hitam. (bermakna konotatif, sesuatu yang dijadikan sumber kesalahan)
Kambing hitam itu dijual sangat mahal. (bermakna denotatif, kambing berwarna hitam)
Keterampilan Menulis|82|
e. memilih kata bersinonim yang tepat, sesuai dengan konteks, hanya memiliki satu makna, contoh: Angkatan udara menggempur dasar pertahanan musuh. (dasar=fondasi=alas=basis, pilihan kata yang tepat sesuai dengan konteks adalah basis, seharusnya Angkatan udara menggempur basis pertahanan musuh.)
f. memilih kata ganti, kata dari dan daripada, kasus kebijakan dan kebijaksanaan, contoh:
 Dengan ini kami sebagai penulis mengucapkan terima kasih. (seharusnya Dengan ini saya sebagai penulis mengucapkan terima kasih.)
 Kemarin siang sewaktu kita datang, dia sudah pergi dari sini. (seharusnya Kemarin siang sewaktu kami datang, dia sudah pergi dari sini.)
 Berkat kebijakan tokoh masyarakat, warga sekitar hidup damai. (seharusnya Berkat kebijaksanaan tokoh masyarakat, warga sekitar hidup damai.)
 Berdasarkan kebijaksanaan pimpinan partai politik, para calon legislatif tidak lagi berebut kursi nomor urut pertama. (seharusnya Berdasarkan kebijakan pimpinan partai politik, para calon legislatif tidak lagi berebut kursi nomor urut pertama.)
Kebijaksanaan berkaitan dengan kearifan, sedangkan kebijakan berkaitan dengan sesuatu hal tentang politik/strategi.
 Mobil mewah itu terbuat daripada baja yang kuat. (seharusnya Mobil mewah itu terbuat dari baja yang kuat.)
 Pengeluaran keluarga Samir lebih besar dari pemasukannya. (seharusnya Pengeluaran keluarga Samir lebih besar daripada pemasukkannya).
g. memilih ungkapan idiom dan ungkapan penghubung yang tepat, contoh:
1) ungkapan idiom:
a) sesuai seharusnya sesuai dengan
b) terjadi atas seharusnya terjadi dari
c) terdiri dari seharusnya terdiri atas
d) tergantung pada, tergantung daripada seharusnya bergantung pada
e) bertujuan untuk seharusnya bertujuan
f) berdasarkan kepada seharusnya berdasarkan, berdasar pada
g) dibanding seharusnya dibandingkan dengan
h) disebabkan karena seharusnya disebabkan oleh
i) membicarakan tentang seharusnya berbicara tentang, membicarakan …
2) ungkapan penghubung;
a) baik … dan … seharusnya baik … , maupun …
b) antara … dengan … seharusnya antara … dan …
c) bukan …, tetapi … seharusnya bukan …, melainkan ….
d) meskipun …, tetapi … seharusnya meskipun/walaupun (tanpa tetapi)
e) Saya dengan mereka belum pernah bertemu. (seharusnya Saya dan mereka belum pernah bertemu.)
Keterampilan Menulis|83|
h. menghindari penggunaan frasa yang bersinonim secara bersamaan/mubazir, contoh:
1) disebabkan karena seharusnya disebabkan oleh, karena
2) agar supaya seharusnya agar, supaya
3) dalam rangka untuk seharusnya dalam rangka … , untuk …
4) maju ke depan seharusnya maju (tanpa ke depan, arah maju melalui ke depan)
5) naik ke atas seharusnya naik (tanpa ke atas, naik selalu mengarah ke tingkat lebih tinggi)
C. Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa terdiri dari satu kata/lebih yang bersifat mandiri dan berintonasi final. Kemandirian kalimat memiliki arti bahwa susunan kata yang terangkai dapat berdiri sendiri, tanpa bergantung pada yang lain. Intonasi final menunjukkan bahwa intonasi kalimat berhenti, sudah selesai, tidak ada kelanjutannya. Intonasi final ditandai oleh tanda titik (.), tanda seru (!), dan tanda tanya (?). Satu kata pun jika jika bersifat mandiri dan berintonasi final dapat disebut kalimat. Oleh karenanya, kata ini berpotensi sebagai fungsi kalimat.
Untuk lebih memahami definisi mandiri dan berintonasi final, perhatikan contoh berikut.
1. Gadis itu menakjubkan. (disebut kalimat)
2. Itu gadis menakjubkan. (disebut kalimat)
3. Gadis menakjubkan itu. (bukan kalimat)
Analisis fungsi kalimat (S, P, O, Pel, dan K) ketiga kalimat di atas sebagai berikut.
1. Gadis itu menakjubkan. (disebut kalimat)
S P
2. Itu gadis menakjubkan. (disebut kalimat)
S P
3. Gadis menakjubkan itu. (bukan kalimat)
S
Kalimat (3) belum dapat disebut sebagai kalimat karena belum berintonasi final, belum memiliki informasi yang lengkap, dan masih dapat dilanjutkan. Akan menjadi kalimat jika kalimat (3) dilengkapi dengan predikat, misalnya Gadis menakjubkan itu sudah menikah.
1. Pola Dasar Kalimat
Pola dasar kalimat dapat berupa kalimat verbal, kalimat nominal, kalimat adjektif, kalimat adverbial/kalimat preposisional, dan kalimat numeralia. Berikut ini akan dijelaskan pola-pola dasar kalimat tersebut.
1. Ibu membaca jurnal pendidikan.
S(KB) P(KK) O
Keterampilan Menulis|84|
Kalimat ini disebut kalimat verbal karena memiliki predikat berupa kata kerja membaca.
2. Bapak seorang guru besar.
S(KB) P(KB)
Kalimat ini disebut kalimat nominal/ekuatif karena memiliki predikat berupa kata benda berintikan guru.
3. Anak itu cantik.
S(KB) P(KS)
Kalimat ini disebut kalimat adjektival/statif dan atau atributif karena memiliki predikat berupa kata sifat cantik.
4. Perginya tadi.
S(KB) P(KKet)
Kalimat ini disebut kalimat kalimat adverbial karena memiliki predikat berupa kata keterangan tadi.
5. Kakinya tiga.
S(KB) P(KBil)
Kalimat ini disebut kalimat kalimat numeralia karena memiliki predikat berupa kata bilangan tiga.
6. Ibu ke kampus.
S(KB) P(KDepan)
Kalimat ini disebut kalimat preposisional karena memiliki predikat berupa kata depan ke. Kalimat ini disebut juga kalimat adverbial karena kata depan ke tersebut juga membentuk keterangan.
Kalimat-kalimat yang disusun dalam penulisan karangan ilmiah harus memperhatikan kaidah tersebut. Predikat dalam kalimat karangan ilmiah dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata depan/preposisi, dan kata keterangan.
Hindari penyusunan kalimat tanpa memiliki fungsi kalimat apapun! Kalimat minor pun wajib memiliki satu fungsi kalimat. Contohnya Pergi! Kalimat ini memiliki fungsi predikat. Jadi, penyusunan kalimat dalam karangan ilmiah harus memiliki sebuah fungsi.
2. Tipe Kalimat
Kalimat memang mempunyai fungsi yang terbatas. Fungsi kalimat berupa subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Kridalaksana menjelaskan fungsi kalimat dalam kamus linguistiknya sebagai berikut.
a. Subjek adalah bagian klausa yang berwujud nomina atau frase nomina yang menandai apa yang dikatakan pembicara.
Keterampilan Menulis|85|
b. Predikat adalah bagian klausa yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara tentang subjek.
c. Objek adalah nomina atau kelompok nomina yang melengkapi verba-verba tertentu dalam klausa.
d. Pelengkap adalah kata atau frase yang secara gramatikal melengkapi kata atau frase lain dengan menjadi subordinatif padanya
e. Keterangan adalah kata atau kelompok kata yang dipakai untuk meluaskan atau membatasi makna subjek atau predikat dalam klausa.
Dengan fungsi terbatas di atas ternyata dapat menghasilkan kalimat yang tidak terbatas. Berikut ini contoh tipe-tipe kalimat secara sederhana yang dapat dikreasikan menjadi kalimat yang tidak terbatas.
Tabel 6.8 Tipe Kalimat
Fungsi
Tipe
Subjek
Predikat
Objek
Pel.
Ket.
1. S-P
Orang itu
sedang tidur
-
-
-
2. S-P-O
Ayahnya
membeli
mendapat
mobil hadiah
-
-
-
-
3. S-P-Pel
Basri
menjadi
-
bupati
-
4. S-P-Ket
Kami
Tinggal
-
-
di Jakarta
5. S-P-O-Pel
Dia
mengirimi
ibunya
uang
-
6. S-P-O-Ket
Pak Raden
menyimpan
uang
-
di bank
(Dikutip dari Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, 2000)
Penyusunan kalimat dalam karangan ilmiah dapat terdiri atas beberapa fungsi kalimat seperti contoh di atas. Sebenarnya fungsi kalimat di atas dapat dimodifikasi, misalkan
a) Saya membaca jurnal ilmiah di perpustakaan.
S P O Ket
Kalimat dapat dimodifikasi (atau ditransformasikan) menjadi
b) Jurnal ilmiah saya baca di perpustakaan.
P S K
Namun dalam penulisan karya ilmiah sebaiknya fungsi subjek diletakkan di awal kalimat untuk mempermudah pemahaman bagi pembaca.
3. Jenis Kalimat
Jenis kalimat beraneka ragam. Jenis-jenisnya dapat berupa kalimat tunggal, kalimat majemuk (setara/bertingkat/campuran), kalimat aktif, kalimat pasif, kalimat inti, kalimat luas, kalimat mayor, kalimat minor, kalimat lengkap, kalimat elips, kalimat perintah, kalimat berita, kalimat tanya, kalimat efektif, dan kalimat tidak efektif. Jenis-jenis kalimat tersebut sangat bergantung pada perspektif tertentu. Misalnya kalimat
Keterampilan Menulis|86|
tunggal dan majemuk berdasarkan jumlah klausa. Begitu juga kalimat aktif dan pasif yang berdasar pada jenis predikat yang melekat dalam kalimat.
Penjelasan jenis-jenis kalimat berikut ini dibatasi pada kalimat inti, kalimat luas, kalimat tunggal, kalimat majemuk, kalimat efektif, dan kalimat tidak efektif. Pembahasa kalimat efektif dan tidak efektif dijelaskan pada bagian tersendiri.
a. Berdasarkan Perluasan Fungsi
1) Kalimat Inti
Kalimat inti adalah kalimat yang terdiri dari dua kata dan memiliki fungsi kalimat subjek dan predikat. Contoh:
 Adik tidur.
S P
 Kakak sedang menulis artikel.
S P O
2) Kalimat Luas
Kalimat luas adalah kalimat yang memperluas fungsinya. Contoh:
 Ashley sudah menulis judul skripsi sejak lama.
S P O K
 Ashley sudah menulis judul skripsi sejak semester dua.
S P O K
 Ashley sudah menulis judul skripsi
S P O
sejak ia bergabung dengan LSM peduli anak jalanan.
K I
S P K
Kalimat inti dapat dikembangkan menjadi kalimat luas dengan cara memperluas beberapa fungsinya. Dengan kalimat yang sederhana ternyata dapat dikembangkan menjadi kalimat yang agak panjang dan panjang. Oleh karena itu, seharusnya tidak ada lagi alasan takut untuk menulis.
Perluasan fungsi kalimat ini harus digunakan secara tepat dalam penulisan karangan ilmiah. Kalimat panjang belum tentu kalimat yang efektif dalam menyampaikan isi gagasan. Namun kalimat pendek hanya mengandung sedikit informasi. Oleh karena itu, penggunaan kalimat luas harus digunakan secara tepat, sesuai kebutuhan, tidak bertele-tele.
b. Berdasarkan Jumlah Klausa
1) Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek/pelengkap dan keterangan), asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru.
Kalimat tunggal terdiri atas satu klausa. Rumusan minimal klausa adalah hadirnya S dan P. Jadi, kalimat ini minimal memiliki fungsi S-P. Namun dapat juga ditambahkan dengan fungsi O/Pel dan +K. Perhatikan contoh berikut ini.
Keterampilan Menulis|87|
Tabel 6.9 Kalimat Tunggal
Kalimat Tunggal
Pola Kalimat
Ayah tidur.
Adik minum susu.
Kakak membelikan adik boneka.
Nenek menyimpan uang di dalam laci.
Ibu menjahitkan adik baju kemarin sore.
S-P
S-P-O
S-P-O-Pel
S-P-O-K
S-P-O-Pel-K
2) Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk dapat terjadi atas;
a. sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru, di samping pola yang sudah ada. Contoh:
1. Siswa itu membaca puisi. (kalimat tunggal)
2. Siswa yang memakai seragam putih itu sedang membaca puisi. (subjek pada kalimat pertama diperluas)
b. penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat. Contoh:
1. Susi menulis surat.
2. Bapak membaca koran.
3. Susi menulis surat dan Bapak membaca Koran.
Perhatikan contoh kalimat (1) dan kalimat (2)! Kedua kalimat tersebut merupakan kalimat tunggal. Kedua kalimat tunggal itu jika digabung menjadi kalimat majemuk seperti yang tampak pada kalimat (3). Perhatikan pula contoh berikut ini!
Ayah akan pergi ke musholla; ibu baru datang dari pasar.
S P K S P K
Pemakaian tanda baca titik koma (;) merupakan penanda kalimat majemuk secara eksplisit. Kalimat ini terdiri dari dua klausa yang dipisahkan dengan tanda baca titik koma (;).
Ayah akan pergi ke musholla dan ibu baru datang dari pasar.
S P K S P K
Pemakaian konjungsi dan merupakan penanda kalimat majemuk secara implisit. Kalimat ini terdiri dari dua klausa yang dihubungkan dengan kata hubung dan.
Berdasarkan sifat hubungannya, kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Berikut ini masing-masing penjelasan jenis kalimat majemuk tersebut.
Keterampilan Menulis|88|
a) Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. Secara umum, kalimat majemuk setara terdiri atas:
1) kalimat majemuk setara menggabungkan
Ditandai dengan penggunaan kata-kata tugas: dan, serta. Misalnya: Rani anak yang cantik dan pandai.
2) kalimat majemuk setara memilih
Ditandai dengan penggunaan kata atau. Misalnya: Bapak minum teh atau Bapak minum kopi?
3) kalimat majemuk setara urutan
Ditandai dengan penggunaan kata: lalu, kemudian. Misalnya
Adik makan lalu berangkat ke sekolah.
4) kalimat majemuk setara penguatan
Ditandai dengan penggunaan kata lagipula, bahkan,tidak hanya ... tetapi ... . Misalnya Gadis itu tidak hanya kaya, tetapi juga sangat cerdas.
5) kalimat majemuk setara perlawanan
Biasanya memakai kata tugas: tetapi, melainkan. Misalnya: Dia sangat rajin, tetapi adiknya sangat pemalas.
b) Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk terdiri dari perluasan kalimat tunggal. Bagian kalimat yang diperluas membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya:
1) kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti subjek
Contoh:
Hal itu diakuinya.
S P
Bahwa ia yang memukul anak itu diakuinya.
S P
(anak kalimat pengganti subjek)
2) kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti predikat, contoh:
Anak itu ayahnya dipenjara.
S P
(anak kalimat pengganti predikat)
3) kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek, contoh:
Mereka sudah mengetahui hal itu.
S P O
Mereka sudah mengetahui bahwa saya menulis artikelitu.
S P O
(anak kalimat pengganti objek)
4) kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan, contoh:
Agus pulang malam hari
S P K
Keterampilan Menulis|89|
Agus pulang ketika kami makan malam.
S P K
(anak kalimat pengganti keterangan)
3) Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran adalah kalimat hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga klausa. Contoh:
Ketika Ali membaca buku, Lia menulis cerpen dan Adi menyimak berita.
K S P O S P O
S P O
Jika dianalisis, kalimat di atas terdiri dari tiga kalimat tunggal, yaitu
1) Ali membaca buku.
2) Lia menulis cerpen.
3) Adi menyimak berita.
D. Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan gagasan dari penulis kepada pembaca secara tepat dan menimbulkan gagasan yang sama antara penulis dan pembaca. Jika pembaca memunculkan gagasan baru dimungkinkan kalimat yang dipakai penulis tidak tepat atau pembaca melakukan kegiatan membaca kritis. JIka pembaca tidak melakukan kegiatan membaca kritis tapi terjadi perbedaan gagasan penulis dengan pembaca dapat disimpulkan bahwa kalimat yang digunakan kurang efektif.
Kefektifan kalimat memiliki ciri-ciri: a) kesatuan gagasan, b) kesejajaran atau kepararelan, c) kelogisan, d) kehematan, dan e) penekanan.
a. Kesatuan Gagasan
Kalimat efektif harus menampakkan kesatuan gagasan. Kesatuan gagasan ditampakkan ide pokok. Jika hanya memiliki satu gagasan dapat dikatakan telah memiliki kesatuan gagasan. Contoh:
(1) Bagi siswa kelas XII harap berkumpul di aula.
(2) Siswa kelas XII harap berkumpul di aula.
Kalimat (1) tidak memiliki kesatuan gagasan karena tidak didukung oleh kehadiran subjek. Unsur bagi siswa kelas XII bukanlah subjek, melainkan sebagai keterangan yang ditandai kata bagi. Kalimat (2) lebih efektif dibanding kalimat (1). Kesatuan gagasan telah tampak karena subjek kalimat jelas, yaitu siswa kelas XII.
b. Kesejajaran atau Kepararelan
Kesejajaran atau kepararelan adalah penggunaan bentuk kata atau farse imbuhan (bentuk gramatikal) yang sama sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai dalam kalimat. Misalkan unsur pertama menggunakan verba, unsur kedua dan seterusnya juga harus verba. Contoh:
(1) Kelompok kami akan merumuskan masalah penelitian, mengambil data, menganalisis data, dan penyimpulan hasilnya.
Keterampilan Menulis|90|
(2) Kelompok kami akan merumuskan masalah penelitian, mengambil data, menganalisis data, dan menyimpulkan hasilnya.
Contoh kalimat (1) kurang tepat karena tidak memiliki kesejajaran. Seharusnya, kata penyimpulan (nomina) diubah menjadi menyimpulkan (verba) sebagaimana yang tampak pada kalimat kedua.
c. Kelogisan
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Unsur-unsur pembentuknya harus memiliki hubungan logis yang dapat diterima akal sehat. Perhatikan contoh berikut ini!
(1) Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan selesailah makalah ini.
(2) Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-62.
Kedua kalimat di atas tidak logis. Kalimat (1) bermakna bahwa untuk menyelesaikan makalah penulis cukup mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan. Padahal benarkah setelah mengucap puji syukur maka makalah itu langsung selesai? Tentu tidak. Makalah dapat selesai karena usaha dari penulisnya. Di sinilah letak ketidaklogisan kalimat (1). Begitu juga kalimat (2) yang bermakna bahwa seolah-olah ada 62 negara bernama Republik Indonesia. Perbaikan kedua kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Puji syukur kepada Tuhan atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini selesai.
(2) Hari kemerdekaan ke-62 Republik Indonesia.
Setelah mengalami perbaikan, kalimat (3) dan (4) termasuk kalimat yang memenuhi unsur kelogisan. Tidak ada lagi makna bahwa untuk menyelesaikan makalah cukup dengan modal ucapan rasa syukur. Selesainya makalah karena rahmat Tuhan dan sudah selayaknya seornag penulis mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan. Begitu juga dengan kalimat (4). Tidak ada lagi makna bahwa ada 62 negara bernama Republik Indonesia. Yang ada adalah hari kemerdekaan ke-62 Republik Indonesia.
d. Kehematan
Kehematan terkait adanya hubungan jumlah kata yang digunakan dengan makna yang diacu. Hemat untuk tidak menggunakan kata-kata mubazir jika makna yang diacu sudah terjangkau. Kehematan merupakan bentuk untuk menghindari gejala pleonasme. Contoh:
(1) Presiden SBY berkunjung ke Malang pada akhir bulan Januari 2009.
(2) Warna putih dan hijau adalah warna kesukaanku.
Kalimat (1) dan (2) merupakan contoh kalimat yang tidak hemat. Januari telah dikenal sabagai salah satu nama bulan dalam tahun Masehi. Dengan penghilangan bulan jangkauan makna Januari sudah terpenuhi. Begitu juga dengan putih dan hijau. Semua orang tahu bahwa putih dan hijau adalah warna. Perbaikan kalimat (1) dan (2) tampak pada berikut ini.
(1) Presiden SBY berkunjung ke Malang pada akhir Januari 2009.
(2) Putih dan hijau adalah warna kesukaanku.
Keterampilan Menulis|91|
e. Penekanan
Penekanan merupakan upaya untuk mempertegas bagian kalimat yang memang perlu untuk ditonjolkan. Upaya penegasan dapat dilakukan dengan pemberian aksentuasi sebagai berikut.
(1) Prof. Dr. Sholahuddin berpendapat, salah satu kendala penulisan karya ilmiah adalah kemalasan menulis.
(2) Salah satu kendala penulisan karya ilmiah, menurut Prof. Dr. Sholahuddin , adalah kemalasan menulis.
(3) Salah satu kendala penulisan karya ilmiah adalah kemalasan menulis. Demikian pendapat Prof. Dr. Sholahuddin.
Perbedaan penempatan kata tertentu memang memiliki tujuan untuk menempatkan kata mana yang ditonjolkan. Kalimat (1), (2), dan (3) memiliki penekanan tertentu.
Selain kelima hal di atas, keefektifan kalimat juga didukung oleh penggunaan kaidah bahasa Indonesia, meliputi
a. penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Maksud penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah baik menurut kaidah bahasa yang berlaku dan benar menurut situasi pemakaiannya. Kaidah bahasa terkait aturan-aturan yang ditetapkan Pusat Bahasa, sedangkan situasi pemakaian terkait ragam pemakaian, baku/tidak baku dan formal/semiformal/informal.
b. penggunaan bahasa baku
Penggunaan bahasa baku tentu berlaku pada situasi formal, baik lisan maupun tulis. Sejarah bahasa baku berasal dari bahasa Melayu Tinggi. Bahasa ini merupakan bahasa kaum berpendidikan. Oleh karena itu, penulisan karangan ilmiah dalam lingkungan akademik juga menggunakan bahasa baku.
c. penggunaan ejaan
Keefektifan kalimat juga didukung oleh penggunaan ejaan yang berlaku, yaitu EYD, bukan ejaan van Ophuijsen, bukan ejaan Melindo, dan bukan pula ejaan Soewandi. Aturan tanda baca, penulisan huruf, dan penulisan kata turut mendukung keefektifan kalimat dalam karangan ilmiah. Tujuannya adalah untuk mempermudah pembaca dalam memahami gagasan penulis.
d. pemilihan kata yang tepat sesuai dengan konteks
Pemilihan kata (diksi) jika tidak tepat dapat menyebabkan kalimat menjadi tidak efektif. Konteks akan terus menerus berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Misalnya kata kiai dan pendeta sudah menjadi milik pemuka agama tertentu, padahal pada zaman dulu semua pemuka agama disebut pendeta.
Keterampilan Menulis|92|
1. Kiat Menulis Kalimat Efektif
Berdasarkan ciri-ciri kalimat efektif, berikut ini akan dijelaskan kiat-kiat menulis kalimat efektif.
a. Hindari penggunaan kaidah bahasa daerah dan bahasa asing, contoh:
(1) Ini makalah (Inggris: this paper) …
(2) Jurnal itu sudah diterima sama saya. (pengaruh bahasa daerah)
(3) Buku itu ditulis oleh saya. (pengaruh bahasa daerah)
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Makalah ini …
(2) Jurnal itu sudah saya terima.
(3) Buku itu saya tulis.
b. Gunakan pola kalimat efektif yang singkat, padat, ringkas, dan jelas, contoh:
Untuk pengumpulan data yang lengkap mau tidak mau masih harus memerlukan waktu yang sangat lama sekali.
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
Pengumpulan data yang lengkap memerlukan waktu yang sangat lama.
c. Hindari penggunaan kata depan di depan subjek, contoh:
Pada penelitian ini memerlukan data lapangan.
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
Penelitian ini memerlukan data lapangan.
d. Kata depan dapat dipakai dikuti predikat berupa penanda kalimat pasif, contoh:
Pada Penelitian ini memerlukan data berupa angket.
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
Pada peneltiian ini diperlukan data lapangan.
e. Gunakan ungkapan idiomatik secara tepat, contoh:
Keberhasilan penelitian ini bergantung metode yang digunakan.
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
Keberhasilan penelitian ini bergantung pada metode yang digunakan.
Ungkapan idomatik yang lain berupa terdiri atas, terjadi dari, sesuai dengan, berkenaan dengan, teringat pada, berdasar pada, tergolong dalam, menyesal atas, dan berbicara tentang.
f. Gunakan ungkapan penghubung dengan tepat, contoh:
Apabila hasil penelitian tidak diujicobakan, maka penulis tidak akan pernah tahu kekurangannya.
Keterampilan Menulis|93|
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
Penulis tidak akan pernah tahu kekurangannya karena hasil penelitian tidak diujicobakan.
Selain itu, ungkapan penghubung yang lain harus dihindari antara lain
1. seandainya …, maka …
2. untuk …, maka …
3. bila …, maka …
4. kalau …, maka …
5. jika …, maka …
6. supaya …, maka …
7. agar …, maka …
8. ketika …, maka …
9. karena …, maka …
10. karena …, sehingga …
g. Gunakan kata penghubung internkalimat yang menyatakan keterangan sebab/akibat/tujuan, pertentangan, perbandingan, dan penguatan dengan tepat, contoh:
Hasil pengembangan media pembelajaran ini tidak valid, metode pengembangan tidak jelas.
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
Hasil pengembangan media pembelajaran ini tidak valid karena metode pengembangan tidak jelas.
Selain itu, kata penghubung lain, yang berfungsi sebagai keterangan, harus digunakan dengan tepat antara lain agar, supaya, sehingga, sebab, karena, tetapi, walaupun, meskipun, bahkan, jika, maka, dll.
h. Gunakan kata penghubung antarkalimat dengan tepat sekaligus dapat menghindari penulisan kalimat yang terlalu panjang, contoh:
Harga BBM terus naik seiring kenaikan minyak dunia dan distribusi yang dilakukan Pertamina tidak lancar, gunakan BBM dengan tepat.
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
Harga BBM terus naik seiring kenaikan minyak dunia. Distribusi yang dilakukan Pertamina tidak lancar. Oleh sebab itu, gunakanlah BBM dengan tepat.
Kalimat panjang dapat diurai menjadi beberapa kalimat. Untuk mengurai kalimat panjang dapat digunakan kata penghubung di awal kalimat. Beberapa kata penghubung tersebut antara lain oleh sebab itu, oleh karena itu, dengan demikian, jadi, sebaliknya, berbeda dengan, di samping itu, hal itu, hal ini.
i. Hindari bentuk mubazir sebagai bentuk pleonasme, yaitu pemakaian kata melebihi yang diperlukan. Bentuk mubazir merupakan bentuk pemakaian kata yang berlebih-lebihan, contoh
(1) Perkembangan grafik di atas menunjukkan kenaikan ke atas. (naik selalu ke atas, turun selalu ke bawah)
(2) Para siswa-siswa akan mengisi kuisioner. (siswa-siswa  bentuk jamak)
Keterampilan Menulis|94|
(3) Mereka harus dan wajib menghargai perbedaan pendapat.(harus dan wajib  bentuk sinonim)
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Perkembangan grafik di atas menunjukkan kenaikan.
(2) Para siswa akan mengisi kuisioner. (atau)
Siswa-siswa akan mengisi kuisioner.
(3) Mereka harus menghargai perbedaan pendapat. (atau)
Mereka wajib menghargai perbedaan pendapat.
j. Hindari bentuk redudansi, contoh:
(1) Makalah itu telah dijelaskan olehnya.
(2) Tanpa dengan bantuan mereka pasti kami mengalami kesulitan dalam pengambilan data.
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Makalah itu telah dijelaskannya.
(2) Tanpa bantuan mereka pasti kami mengalami kesulitan dalam pengambilan data.
Tanpa kehadiran kata oleh dan dengan, kalimat di atas sudah mampu menjelaskan makna yang dimaksud tanpa perlu kehadiran kata tersebut. Penulis harus cermat.
k. Letakkan aspek waktu di depan pelaku pada bentuk kalimat pasif persona, contoh
(1) Proposal itu sedang dipelajari saya.
(2) Makalah itu telah dikumpulkan kami.
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Proposal itu sedang saya pelajari.
(2) Makalah itu telah kami kumpulkan.
2. Sebab-sebab Kalimat Tidak Efektif
Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif. Penyebab ketidakefektifan kalimat akan dijelaskan berikut ini.
b) Kontaminasi
Gejala kontaminasi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu kontaminasi kalimat, kontaminasi susunan kata, dan kontaminasi bentukan kata (Badudu, 1993). Berdasarkan pendapat tersebut berikut ini akan diuraikan contoh masing-masing kontaminasi.
Kotaminasi Kalimat
(1) Di dalam mangga mengandung vitamin C.
(2) Kepada siswa kelas XII harap berkumpul di aula.
Kontaminasi Susunan Kata
(3) Pria itu sangat baik sekali.
Keterampilan Menulis|95|
(4) Marvel dan Aditya saling pukul-memukul.
Kontaminasi Bentuk Kata
(5) Jalan itu diperlebarkan.
(6) Geisha menyetop taksi.
Perbaikan dari kalimat di atas sebagai berikut.
(2) Buah mangga mengandung vitamin C.
(3) Siswa kelas XII harap berkumpul di aula.
(4) Pria itu sangat baik.
Pria itu baik sekali.
(5) Marvel dan Aditya saling pukul.
Marvel dan Aditya pukul-memukul.
(6) Jalan itu dilebarkan.
Jalan itu diperlebar.
(7) Geisha menstop taksi.
Imbuhan me-N harus luluh ketika bertemu dengan huruf ktsp, kecuali kelompok kata/kluster seperti stop, protes.
c) Pleonasme
Pleonasme merupakan bentuk pemakaian kata secara berlebihan. Contoh:
(1) Para hadirin sudah datang. (hadirin sudah jamak, tidak perlu para)
(2) Banyak siswa-siswa terlambat datang ke sekolah. (siswa-siswa=banyak)
(3) Amir harus rajin belajar agar supaya naik kelas. (agar bersinonim dengan supaya)
(4) Kegagalan Selfa mempertahankan pendapat dalam ujian disebabkan karena masalah keluarga. (sebab bersinonim dengan karena)
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Hadirin sudah datang.
(2) Banyak siswa terlambat datang ke sekolah.
(3) Amir harus rajin belajar agar supaya naik kelas.
(4) Kegagalan Selfa mempertahankan pendapat dalam ujian disebabkan masalah keluarga.
d) Ambiguitas
Ambiguitas merupakan sebuah bentuk yang memiliki tafsiran makna ganda. Perhatikan contoh berikut!
(1) Tahun ini SPP mahasiswa baru diturunkan.(mana yang diturunkan: SPP mahasiswa baru atau SPP semua mahasiswa ?)
(2) Rumah sang jutawan yang aneh akan dijual. (mana yang aneh: rumah atau sang jutawan?)
(3) Istri Pak Lurah seksi. (siapa yang seksi: istri atau Pak Lurah?)
Keterampilan Menulis|96|
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Tahun ini SPP mahasiswa-baru diturunkan. (yang turun khusus SPP mahasiswa baru)
Tahun ini SPP mahasiswa—baru diturunkan. (SPP mahasiswa semua mahasiswa, baik baru maupun lama diturunkan)
(2) Rumah aneh milik sang jutawan akan dijual. (yang aneh rumahnya)
Rumah milik sang jutawan aneh akan dijual. (yang aneh jutawannya)
(3) Istri-Pak- Lurah seksi. (istri yang seksi)
Istri Pak- Lurah-seksi. (Pak Lurah yang seksi)
e) Penggunaan kata depan yang tidak perlu, contoh:
(1) Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat. (kata daripada yang tidak perlu)
(2) Kepada siswa kelas I berkumpul di aula.(kata kepada yang tidak perlu)
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Perkembangan teknologi informasi sangat pesat.
(2) Kepada siswa kelas I berkumpul di aula
f) Tidak memiliki subjek/ketidakjelasan subjek, contoh:
Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. (berstruktur K-P-O)
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
 Buah mangga mengandung vitamin C. (berstruktur S-P-O)
 Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. (berstruktur K-P-O, fungsi S dilesapkan, P berupa imbuhan ter-, pasif)
g) Salah nalar/tidak logis, contoh:
(1) Waktu dan tempat dipersilahkan. (Siapa yang dipersilahkan)
(2) Mobil Pak Daus mau dijual. (Apakah bisa menolak?)
(3) Pak, saya minta izin ke belakang. (toilet tidak selalu berada di belakang)
(4) Saya absen dulu, anak-anak. (absen: tidak masuk)
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Kepada Bapak Hutama, kami persilahkan.
(2) Mobil Pak Dapit akan dijual.
(3) Pak, saya minta izin cuci tangan. (bentuk lebih halus)
Pak, saya minta izin ke kamar kecil.
(4) Saya presensi dulu, anak-anak.
h) Kesalahan pembentukan kata , contoh:
(1) Mereka memang mengenyampingkan hal itu.
(2) Aurel mempengaruhi Rafi.
(3) Kami sebenarnya tidak mensoal perkara itu.
Keterampilan Menulis|97|
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Mereka memang mengesampingkan hal itu. (di-samping-kan  menyampingkan, di-ke samping-kan menjadi mengesampingkan)
(2) Aurel memengaruhi Rafi. (me-N + pengaruh = memengaruhi, luluh)
(3) Kami sebenarnya tidak mensoal perkara itu. (me-N + soal = menyoal)
i) Terpengaruh bahasa daerah, contoh:
(1) Para tamu sudah pada hadir.
(2) Jangan-jangan ia sakit.
(3) Buku itu sudah dibaca oleh saya.
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Para tamu sudah hadir. (sudah pada hadir dipengaruhi bahasa Jawa: wis padha teka)
(2) Mungkin ia sakit. (jangan-jangan dipengaruhi bahasa Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin)
(3) Buku itu sudah saya baca. (oleh saya dipengaruhi bahasa Sunda: ku abdi)
j) Terpengaruh bahasa asing, contoh:
(1) Rumah di mana ia tinggal …
(2) Sebab-sebab daripada perselisihan …
(3) Saya telah katakan …
Perbaikan kalimat di atas sebagai berikut.
(1) Rumah tempat ia tinggal ... .
(Inggris: the house where he lives ... .)
(2) Sebab-sebab perselisihan ... .
(Inggris: cause of the quarrel)
(3) Telah saya katakan ...
(Inggris: I have told… .)
Latihan
Untuk memantapkan pemahaman Anda terhadap materi di atas, kerjakan soal latihan berikut ini!
1. Kerjakan soal tentang penggunaan ejaan berikut ini sesuai perintah masing-masing bagian!
1.1 Latihan Kecermatan Ejaan
Berilah tanda centang () pada kolom benar/salah berikut ini!
No
Benar
Salah
Kalimat
1
2
3
Penelitian ini dilakukan di PDAM Kota Surabaya .
Apakah hal itu dapat dibenarkan ?
Penelitian ini melibatkan siswa, guru dan kepala sekolah.
Keterampilan Menulis|98|
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
Ia bersikukuh untuk meneliti perilaku Bupati di Jawa Timur.
Hasyim Muzadi, alumni Universitas Negeri Malang, pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden di Indonesia.
Kami telah membaca hasil penelitian berjudul PENGARUH SYARIAT ISLAM DALAM DUNIA PERBANKAN.
Kami mengenalnya sejak tahun 2005 di pulau Lombok.
Jeruk Bali itu disimpan oleh Rere di dalam lemari es.
Ide penelitian ini muncul setelah kami terinspirasi dari surat kabar surya.
Jawa Pos memuat kontroversi penelitian palsu itu.
Lebih baik bersyukur daripada terus meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kami mengucapkan rasa syukur kehadirat Tuhan.
Apapun yang diberikan untuknya, ia tetap saja menolak.
Merekapun pasti berharap bisa proposal penelitiannya diterima pemerintah.
Sekali pun belum memuaskan, hasil evaluasi tersebut dapat dijadikan pedoman.
Ia hanya membutuhkan lampu 45 Watt untuk menerangi ruangan itu.
Ia sedang membuka halaman 1.234 pada disertasi setebal 1300 halaman.
Kalau begitu .. ya, marilah kita berusaha bersama.
Persamaan kedua proses ini [perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II (lihat halaman 34-37) tidak dibicarakan] perlu dibentangkan di sini.
Penelitian ini dilakukan tanggal 5-10 Agustus 2005.
Kami telah melakukan koreksi karangan ilmiah ini sampai 6 kali.
15 mahasiswa itu sedang melakukan penelitian bertema gender.
Di antara 45 mahasiswa yang hadir, 30 mahasiswa menulis makalah, sebelas mahasiswa menulis artikel, dan empat mahasiswa menulis proposal penelitian.
Jajaran direksi PT. Gelap Jaya telah membuat kebijakan tentang piket harian.
Sampel penelitian ini sejumlah 105 mahasiswa AKABRI.
1.2 Latihan Menyunting Penggunaan Ejaan
Suntinglah paragraf berikut ini berdasarkan ejaan yang digunakan!
a. Dari sudut pandang linguistik, Bahasa Indonesia adalah suatu varian bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad
Keterampilan Menulis|99|
ke—19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan " Bahasa Indonesia " diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 , untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa " apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
b. Dahulu, pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari ilmu budaya (humaniora ) . Akan tetapi, kini sejarah lebih sering dikategorikan ke dalam ilmu sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah secara kronologis. Ilmu sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di masa lalu. Ilmu sejarah dapat dibagi menjadi kronologi, historiografi, genealogi , paleografi, dan kliometrik.
c. Objek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya, dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoologi dan mikrobiologi . Berbagai aspek kehidupan dikaji. Ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi, sedang fungsinya dalam fisiologi; Perilaku dipelajari dalam etologi , baik pada masa sekarang maupun masa lalu (dipelajari dalam biologi evolusioner dan paleobiologi); Bagaimana makhluk hidup tercipta dipelajari dalam evolusi; Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat-yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup-dipelajari dalam genetika. (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
d. ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah " ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai " aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
e. Teknik atau rekayasa adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia: Hal ini diselesaikan lewat pengetahuan, matematika dan pengalaman praktis yang diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang berguna . Para praktisi teknik profesional disebut insinyur ( sarjana teknik ). (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
Keterampilan Menulis|100|
2. Kerjakan soal kata baku berikut berdasarkan perintah tiap bagiannya! 2.1 Latihan Kecermatan Penggunaan Kata Baku
Berilah tanda centang () pada kolom benar/salah berikut ini!
No
Benar
Salah
Kata Baku
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
aquarium
otopsi
atheis
ambulan
coklat
disain
ekstrim
elit
ensiklopedia
guncang
hidraulis
karisma
komplet
magrib
mazhab
objek
omzet
provinsi
sate
subyek
trampil
mengkomputerisasi
menyetop
memengaruhi
apotik
praktik
hakikat
nasihat
risiko
konkrit
analisis
hipotesis
doa
jumat
ijin
ijasah
asas
jadual
standardisasi
foto kopi
Keterampilan Menulis|101|
2.2 Latihan Menyunting Penggunaan Kata Baku
Suntinglah paragraf berikut ini berdasarkan kata baku yang digunakan!
a. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia. Oleh karena itu, seni merupakan sinonym dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekpresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya. Seni dapat dikatakan sebagai proses dan produk dari memilih medium, suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolism dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta). (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
b. Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya pemisahan teori dan ekperimen. Sejak abad kedua puluh, kebanyakan fisikawan perseorangan mengkhususkan diri meneliti dalam fisika teoritis atau fisika eksperimental saja, dan pada abad kedua puluh, sedikit saja yang berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalisme yang sukses. (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
c. Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathÄ“matiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematiwan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metoda deduktif yang kaku dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian. Terdapat perselisihan tentang apakah obyek-obyek matematika seperti bilangan dan titik hadir secara alami, atau hanyalah buatan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting”. Di pihak lain, Albert Einstein menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan”. (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
d. Tekhnik atau rekayasa adalah penerapan ilmu dan tekhnologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Hal ini diselesaikan lewat pengetahuan, matematika, dan pengalaman praktik yang diterapkan untuk mendisain obyek atau proses yang berguna. Para praktisi teknik profesionil disebut insinyur (sarjana teknik). (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
e. Managemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manager bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektive dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadual. (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
Keterampilan Menulis|102|
3. Kerjakan soal kalimat berikut ini berdasarkan perintah tiap bagiannya!
3.1 Latihan Kecermatan Penggunaan Kalimat Efektif
Berilah tanda centang () pada kolom benar/salah berikut ini!
No
Benar
Salah
Kalimat
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
Kelompok kami akan merumuskan masalah penelitian, mengambil data, menganalisis, dan penyimpulan hasilnya.
Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan selesailah makalah ini.
Tulisan ini salah!
Penelitian ini dilakukan di Bank Danamon Malang .
Probabilitas IDU sekitar 5 %.
Penelitian ini dilakukan selama tahun 2006—2008.
Bagi siswa kelas VII harap berkumpul di aula.
Presiden SBY berkunjung ke Malang pada akhir bulan Januari 2009.
Dengan PSG akan lebih ditingkatkan profesionalisme lulusan SMK.
Warna putih dan hijau adalah warna kesukaanku.
Jurnal itu sudah diterima sama saya.
Seminar ini membicarakan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dengan pelestarian lingkungan.
Ayah butuhkan makalah itu tadi pagi.
Sedangkan diskusi itu membahas pencemaran lingkungan.
Saya dan dia saling pukul-memukul.
Muhyiddin memengaruhi keluarga Qodir.
Jalan itu diperlebarkan.
Para hadirin dimohon berdiri.
Saya dengan dia belum menikah.
Agar menghasilkan produk yang bagus, kami membuat divisi pengontrolan produk.
Jangan-jangan ia sakit.
Berkat kebijakan tokoh masyarakat, warga sekitar hidup damai.
Sepeda motor Karisma itu telah mendampingi Pak Syukri hampir 20 tahun.
Baik dia dan saya, akan mengambil data penelitian di tempat rawan konflik itu.
Pesta ini dibuat untuk memperingati dirgahayu HUT RI.
Saya presensi dulu, anak-anak.
Bola gagal masuk gawang.
Penyelundup obat itu berhasil ditangkap polisi.
Berkat kebijakan pimpinan partai politik, para calon legislatif tidak lagi berebut kursi nomor urut pertama.
Hasil penelitian ini menggoncangkan dunia.
Dengan PPL akan lebih meningkatkan profesionalisme lulusan IKIP.
Setiap pagi Ayah membeli koran Jawa Pos.
Data penelitian ini tidak otentik.
Keterampilan Menulis|103|
34
35
Kepada Bapak Kepala Desa yang kami hormati, waktu dan tempat kami persilahkan.
Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
3.2 Latihan Menyunting Kalimat
Suntinglah kalimat berikut ini berdasarkan susunan kalimat!
a. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih media dan suatu perangkat peraturan untuk penggunaan media itu dan suatu perangkat nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat media itu untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, maupun perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk media itu. Sekali pun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta). (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
b. Akar ilmu kimia dapat dilacak hingga fenomena pembakaran. Api merupakan kekuatan mistik yang mengubah suatu zat menjadi zat lain dan karenanya merupakan perhatian utama umat manusia. Adalah api yang menuntun manusia pada penemuan besi dan gelas. Setelah emas ditemukan dan menjadi logam berharga, banyak orang yang tertarik menemukan metode yang dapat merubah zat lain menjadi emas. Hal ini menciptakan suatu protosains yang disebut Alkimia. Alkimia dipraktikkan oleh banyak kebudayaan sepanjang sejarah dan sering mengandung campuran filsafat, mistisisme, dan protosains.
c. Manajemen belum dimiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas pengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses merencanakan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. (modifikasi, sumber: id.wikipedia.org)
d. Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita dan semakin baik kita di dalam mengelola keuangan. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri dari empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
e. Olah raga asli dari berbagai daerah di Indonesia, mungkin belum terkenal di tingkat nasional namun cukup populer di daerah asalnya. Khazanah budaya bangsa yang sebaiknya tetap diperhatikan dan di bina sebelum habis punah
Keterampilan Menulis|104|
dilanda oleh arus globalisasi, terutama oleh permainan era digital dengan menggunakan perangkat komputer.
4. Suntinglah bacaan berikut ini berdasarkan kaidah-kaidah menulis bahasa Indonesia!
a. Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu (1) menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan dan (2) menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan. Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat tiga unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.
b. Geografer menggunakan empat pendekatan:
 Sistematis - Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global
 Regional - Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.
 Deskriptif - Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah dan populasinya.
 Analitis - Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.
c. Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistimatik, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori, dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai suatu subyek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu atau metode ilmiah. Kata ini diserap dari kata bahasa Inggris research yang diturunkan dari bahasa Perancis yang memiliki arti harfiah "menyelidiki secara tuntas". Kriteria riset yang baik untuk bidang sains dan teknologi. Sebuah riset yang baik akan menghasilkan (1) produk atau inovasi baru yang dapat langsung dipakai oleh industri (bukan hanya sebatas purwarupa), (2) paten, dan (3) publikasi di jurnal internasional.
d. Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat
Keterampilan Menulis|105|
difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi. Semua materi normal terdiri atas atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu. Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa "filsafat" adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. Hal ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Logika merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, dan couriousity 'ketertarikan'. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sedikit sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.
e. Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
Money atau uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan.
Keterampilan Menulis|106|
Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Material terdiri atas bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Machine atau mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
1. Apa fungsi kaidah-kaidah menulis?
2. Kapan seorang penulis menggunakan kaidah-kaidah menulis? Awal menulis, tengah menulis, atau akhir menulis?
3. Apa yang terjadi jika penulis tidak mematuhi kaidah-kaidah menulis?
4. Dengan penguasaan materi-materi kaidah menulis, apakah mahasiswa dapat menjadi wirausahawan?
Keterampilan Menulis|107|
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|108|
#8
MENULIS PETUNJUK
Materi
:
Memahami dan terampil menulis petunjuk
Target
:
Mampu memahami definisi dan ciri-ciri serta terampil menulis petunjuk
Metode perkuliahan
:
Ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
Papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep menulis
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Petunjuk adalah ketentuan yang memberi arah atau bimbingan bagaimana sesuatu harus dilakukan. Misalnya, petunjuk penggunaan, petunjuk pelaksanaan, petunjuk operasional, dan petunjuk pemakaian. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat dengan mudah menemukan petunjuk pada bungkus makanan instan, obat-obatan, kemasan barang, atau mainan rakitan. Petunjuk tersebut harus disusun berdasarkan urutan atau tahapan pengerjaannya. Akan lebih baik jika petunjuk tersebut dilengkapi dengan gambar yang sesuai dengan isi petunjuknya. Petunjuk biasa disajikan dalam bentuk tulisan. Kalimat dalam petunjuk haruslah efektif agar apa yang disampaikan tepat dan tidak salah pengertian. Kalimat efektif dalam petunjuk dapat menuntun calon pemakai/pembuat/pengguna suatu barang atau produk untuk bisa mengikuti langkah-langkah dalam petunjuk tersebut. Perhatikanlah langkah-langkah menulis petunjuk berikut ini.
1. Tentukan terlebih dahulu petunjuk apa yang hendak diinformasikan, apakah petunjuk memakai sesuatu, membuat sesuatu, atau melakukan sesuatu! Ketiga kegiatan tersebut berbeda pada langkah-langkahnya.
2. Setelah menentukan petunjuk apa yang akan diinformasikan, pahami semua hal yang berhubungan dengan apa yang hendak diinformasikan! Oleh karena itu, orang yang akan menulis petunjuk tersebut adalah orang yang pernah mengalami, mempraktikkan, atau melihat langsung suatu hal yang akan diinformasikan. Tulislah petunjuk secara berurutan dan sistematis!
Keterampilan Menulis|109|
3. Lengkapilah setiap tahapan dengan keterangan dan rambu-rambu yang jelas. Lebih bagus dan menarik lagi apabila ditambah dengan gambar, denah, bagan, atau grafik jika diperlukan.
Tulislah petunjuk dengan menggunakan bahasa yang singkat dan informatif, tidak menyesatkan, dan langsung menuju kepada hal-hal yang akan dilakukan! Gunakan bahasa yang lugas! Selain itu, hindari kata-kata atau istilah yang sulit dipahami. Sebaiknya gunakan kata kunci yang biasa digunakan antara lain dalam sebuah petunjuk, misal ambil, langkah pertama, selanjutnya, kemudian, sesudah itu, dan tahap terakhir.
A. Ciri dan Syarat Menulis Petunjuk
Menulis sebuah petunjuk tentu berbeda dengan menulis jenis karangan lain. Sebuah petunjuk ditulis dengan karangan eksposisi. Karangan eksposisi berbeda dengan karangan deskripsi.
Berikut ini ciri dan syarat menulis petunjuk.
1. Jelas, meliputi a) tidak membingungkan dan mudah diikuti, b) pilihan kata yang digunakan dan keruntutan uraian, c) menggunakan nomor urut untuk membedakan langkah yang satu dengan yang lain, d) menggunakan istilah-istilah yang lazim, e) petunjuk dapat dilengkapi dengan gambar
2. Logis, yang meliputi, a) urutan penjelasan harus logis, tidak tumpang tindih, b) berhubungan secara praktis,
3. Singkat, yang meliputi a) hanya mencamtumkan hal-hal yang penting saja, b) kata atau kalimat tidak ada yang diulang, tetapi sudah mencakup keseluruhan proses atau arahan yang dibutuhkan, c) penggunaan kata yang berfungsi memperindah tidak diperlukan.
Perhatikan contoh petunjuk melakukan sesuatu di bawah ini!
Ada empat cara yang harus dilakukan ketika kita memberikan pertolongan pertama pada orang yang terkena gigitan anjing.
1. Sesaat setelah orang itu digigit oleh anjing, terlebih dahulu bersihkanlah luka bekas gigitan tersebut dengan air atau kapas yang telah dibasahi dengan air.
2. Setelah dibersihkan dengan air atau kapas, luka bekas gigitan tersebut diberi obat antiseptik (obat merah) agar bagian tubuh yang terluka tidak terinfeksi kuman.
3. Jika sudah diberi obat antiseptik, luka tersebut harus diberi pembalut atau ditutupi dengan kain kassa agar luka tersebut tidak kemasukan kuman.
4. Jika pertolongan pertama tersebut telah dilakukan, selanjutnya penderita sebaiknya dibawa ke dokter untuk diberi perawatan dan pengobatan yang lebih intensif.
Keterampilan Menulis|110|
Kekurangan petunjuk di atas adalah bahasa yang digunakan tidak singkat dan tidak langsung kepada hal-hal yang perlu dilakukan.
Berikut ini perbaikan petunjuk di atas.
Petunjuk pertolongan pertama pada orang yang terkena gigitan anjing.
1. Bersihkan luka dengan air atau kapas yang dibasahi!
2. Berilah antiseptik agar luka tidak terinfeksi!
3. Balutlah dengan kain kassa agar tidak kemasukan kuman!
4. Bawalah penderita ke dokter terdekat!
Kegiatan
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
Kegiatan 1
1. Bentuklah kelompok diskusi yang terdiri atas empat atau lima mahasiswa!
2. Siapkan salah satu petunjuk (penggunaan obat, pengoperasian alat, petunjuk perawatan, petunjukk mengerkajakan sesuatu dan sebagainya)!
3. Peragakan di depan kelas!
4. Perhatikan petunjuk berikut ini!
Keterampilan Menulis|111|
Petunjuk Mengkritik Suatu Karya
(1) Miliki pengetahuan yang cukup tentang hal yang akan dikritik.
(2) *…+
(3) Buat catatan objektif tentang kelebihan dan kekurangan.
(4) *…+
(5) Sampaikan kritik dengan bahasa yang santun.
Bagian nomor (2) dan (4) pada petunjuk tersebut tepat dilengkapi dengan kalimat ... .
A. (2) Mengkritik berarti memberikan penilaian yang objektif.
(4) Bila mendapat kritikan terima dengan hati yang lapang.
B. (2) Pelajari dengan cermat karya yang akan dikritik.
(4) Pikirkan kembali sebelum kritik disampaikan.
C. (2) Berikan bantahan jika kritikan tidak sesuai dengan fakta.
(4) Pikirkan kembali sebelum kritik disampaikan.
D. (2) Mengkritik berarti menilai dengan objektif dan masuk akal.
(4) Kekurangan yang tidak objektif, dapat kita bantah.
5 Perhatikan petunjuk berikut ini!
Menghilangkan Rasa Sakit karena Tertusuk Duri
(1) Ambillah sebatang sereh kemudian memarkan sedikit!
(2) *…+
(3) Lalu bakarlah di atas api sampai cukup panas!
(4) *…+
(5) Ulangi beberapa kali hingga rasa sakit hilang dan duri tersebut akan keluar dengan sendirinya!
Bagian nomor (2) dan (4) pada petunjuk tersebut dapat dilengkapi dengan kalimat ... .
A. (2) Sereh yang sudah cukup panas, ditempelkan pada kaki yang sakit!
(4) Celupkan batang sereh ke dalam minyak kelapa!
B. (2) Celupkan batang sereh ke dalam minyak kelapa!
(4) Tempelkan sereh yang cukup panas tadi, pada bagian kaki Anda yang tertusuk duri!
C. (2) Tempelkan batang sereh yang sudah dipanaskan tadi!
(4) Ulangi beberapa kali hingga rasa sakit hilang!
D. (2) Ulangi beberapa kali hingga rasa sakit di kaki hilang dengan sendirinya!
(4) Batang sereh dicelupkan ke dalam minyak kelapa sebelum dibakar!
6. Tata ulang petunjuk di bawah ini!
(a) Ulangi beberapa kali sehingga mata kelihatan segar dan tidak bengkak.
(b) Jika kapas itu kering, basahilah kembali.
(c) Setelah itu basahilah dengan air es.
(d) Ambil kapas secukupnya kemudian bagilah menjadi dua bagian.
(e) Lalu diamkanlah beberapa menit.
(f) Letakkanlah kedua kapas lembap tersebut pada kedua belah mata.
7. Tata ulang petunjuk di bawah ini!
(a) Biarkan parutan kentang di wajah selama kurang lebih 90 menit!
(b) Tempelkan parutan kentang merata ke seluruh wajah!
(c) Parutlah kentang yang sudah dicuci tersebut!
(d) Sediakan 2 buah kentang yang besar lalu cuci sampai bersih!
Keterampilan Menulis|112|
(e) Setelah mengering, basuhlah dengan air biasa sampai bersih!
(f) Lakukan hal ini setiap malam menjelang tidur!
8. Tata ulang petunjuk di bawah ini!
(a) Masukkan arang dalam pot!
(b) Masukkan rumpun anggrek dalam pot!
(c) Siapkan rumpun anggrek!
(d) Siapkan arang sebagai media pot!
(e) Letakkan/ gantung pot di tempat yang cukup sinar matahari!
9. Lengkapilah Petunjuk berikut ini!
(a) Jika Anda berada dalam bangunan bertingkat setelah terjadi gempa dan masih sadar.
(b) Janganlah panik berlebihan
(c) *….+
(d) Jauhi bangunan agar terhindar dari bahaya reruntuhan
(e) Mintalah pertolongan apabila Anda terluka untuk mendapatkan pertolongan pertama.
10. Urutkan petunjuk berikut ini!
Cara membuat saus tomat:
(a) Tomat tersebut dicuci sampai bersih, kemudian dipanaskan dengan cara mengukus selama lima menit.
(b) Saus tomat dimasukkan ke dalam botol.
(c) Selama proses penghancuran, tambahkan bumbu-bumbu sesuai selera.
(d) Pilihlah tomat yang tua dan berwarna merah!
(e) Setelah menjadi bubur yang halus, kemudian masaklah!
(f) Tomat yang sudah dikukus kemudian dikupas, lalu diblender/dihancurkan.
11. Perbaiki petunjuk berikut ini!
Perhatikanlah cara menggunakan telepon kartu berikut!
(a) Angkat gagang telepon dan tunggu nada pilih,
(b) Masukkan kartu ke tempat yang tersedia pada telepon,
(c) Tekan nomor yang dituju.
(d) Bicaralah seperlunya.
(e) Kartu keluar.
8. Tulislah petunjuk penggunaan HP yang anda gunakan untuk menulis pesan singkat!
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|113|
#9
MENULIS BERITA
Materi
:
Memahami dan terampil menulis berita
Target
:
Mampu memahami berita dan ciri-cirinya serta terampil menulisnya
Metode perkuliahan
:
Ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
Papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep menulis
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Jurnalistik (journalistic) berasal dari kata du jour atau journal (Perancis) yang artinya hari atau catatan harian. Jurnalistik adalah proses penulisan dan penyebaran informasi berupa berita, feature, dan opini melalui media massa.
Informasi adalah keterangan, pesan, gagasan, atau pemberitahuan tentang suatu masalah atau peristiwa. Dalam definisi jurnalistik yang dimaksud dengan informasi adalah news (berita), views (pandangan atau opini), dan karangan khas yang disebut feature (berisi fakta dan opini).
Penulisan informasi adalah aktivitas penulisan atau penyusunan berita, opini, dan feature untuk dipublikasikan atau dimuat di media massa. Pelakunya adalah wartawan (journalist) dan penulis (writer).
Bahasa jurnalistik bersifat komunikatif dan spesifik. Karakteristik bahasa jurnalistik pada umumnya antara lain:
1. Jelas; bahasa yang digunakan mudah dipahami dan tidak menimbulkan makna ganda, serta tidak menggunakan bahasa kiasan.
2. Sederhana; menggunakan bahasa awam dan menghindari penggunaan kata dan istilah asing yang terlalu teknis dan ilmiah. Jika harus digunakan, maka harus dijelaskan pengertiannya.
3. Hemat kata Daripada menjadi dari; kemudian – lalu; sekarang – kini; kurang lebih – sekitar; terkejut – kaget; barangkali – mungkin; semakin – kian;
4. Menghindarkan penggunaan kata mubazir (kata yang bisa dihilangkan) dan kata jenuh (ungkapan klise).
5. Singkat. Syukuran milangkala LSS ITB yang diselenggarakan pada hari Sabtu (23/04) kemarin bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antara keluarga besar LSS, para alumni, dan orang tua anggota LSS.
Keterampilan Menulis|114|
Lebih baik: Syukuran milangkala LSS diselengaraan pada hari Sabtu (23/04). Syukuran tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi keluarga besar LSS, alumni, dan orang tua anggota LSS.
6. Dinamis dan tidak monoton terutama dalam menyebutkan nama tokoh atau tempat secara berulang. Aji menyebutkan bahwa acara syukuran milangkala LSS merupakan ajang memperkuat tali silaturahmi antar komponen di LSS.Disisi lain, pria kelahiran 20 tahun silam ini merasa puas dengan kinerja panitia yang dinilainya cukup kompak.
7. Membatasi diri dalam singkatan atau akronim, jika tidak, maka pada awal tulisan harus dijelaskan kepanjangannya. Unit mengbal Patriot Pancasila (Umeng Papa) Jumat kemarin (28/04) melakukan latihan bersama di lapangan futsal Sabuga. Menurut manajer Umeng Papa, Heri, latihan dilakukan secara intensif dalam rangka persiapan pra-olimpiade tuna netra awal juni mendatang.
8. Penulisan kalimat lead dan isi tetap menaati kaidah bahasa.
9. Menulis dengan teratur serta lengkap.
10. Satu gagasan satu kalimat dan semaksimal mungkin menghindari penulisan anak kalimat yang mengandung banyak kata atau kalimat.
11. Mendisiplinkan pikiran. Jangan mencampurkan bentuk kalimat pasif dengan kalimat aktif. Sebaiknya, gunakan kalimat aktif untuk memunculkan kesan hidup dan kuat! Tim sepak bola Umeng Papa diberangkatkan Selasa pagi (26/04), menuju Kutub Utara oleh gubernur jawa selatan, Abuy Codet. Abuy memastikan bahwa tim unggulan jawa selatan akan masuk babak perempat final. Lebih baik: Gubernur jawa selatan, Abuy Codet, memberangkatkan tim sepakbola Umeng Papa hari Selasa pagi (26/04) menuju Kutub Utara. Abuy memastikan bahwa tim unggulan Jawa Selatan tersebut akan masuk babak perempat final.
A. Berita
Tidak ada definisi baku yang menjelaskan tentang definisi berita. Menurut Mitchel V. Charnley, berita adalah laporan tercepat dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca, serta menyangkut kepentingan mereka. Dari definisi tersebut ada empat unsur yang haus dipenuhi oleh sebuah peristiwa sehingga layak menjadi berita. Unsur tersebut adalah aktual, faktual, penting, fan menarik.
1. Aktual, artinya terkini, terbaru, terhangat (up to date), baru saja atau bahkan sedang terjadi. Pengertian terbaru bisa merupakan fakta terbaru yang ditemukan dari suatu peristiwa lama.
2. Faktual, artinya kejadiannya benar-benar merupakan suatu kenyataan (fact) bukan fiksi (rekaan, hayalan, dan karangan). Fakta muncul dari sebuah kejadian nyata (real even), pendapat (opinion), dan pernyataan (statement).
3. Penting, ada dua hal suatu berita dinilai penting. Pertama: tokoh yang terlibat dalam pemberitaan adalh tokoh penting; Kedua, materi berita menyangkut kepentingan orang banyak dan mempengaruhi masyarakat.
4. Menarik, artinya menimbulkan rasa ingin tahu dan ketertarikan untuk menyimak isi berita. Peristiwa yang menarik biasanya bersifat menghibur, mengandung keganjilan, memiliki unsur kedekatan, mengandung human interest, mengandung unsur seks, kriminalitas, konflik.
Keterampilan Menulis|115|
Nilai kelayakan suatu peristiwa menjadi sebuah berita tidak berlaku secara universal. Suatu peristiwa dipandang bernilai berita oleh suatu media namun tidak bernilai berita oleh media lain. Ada enam jenis berita yang dikenal dalam dunia jurnalistik. Keenam jenis tersebut dijabarkan berikut ini.
1. Berita langsung (straight news) yaitu jenis berita yang ditulis singkat, padat, lugas, dan apa adanya. Penulisannya menggunakan gaya pemaparan, yakni memaparkan peristiwa apa adanya tanpa disertai penjelasan apalagi interpretasi. Struktur penulisannya mengacu pada struktur piramida terbalik (inverted pyramid), yaitu diawali dengan mengemukakan hal-hal paling penting, diikuti bagian yang dainggap agak penting, tidak penting, dan seterusnya. Bagian penting dituangkan pada alinea pertama (lead), setelah judul berita (headlines) dan baris tanggal (dateline).
2. Berita opini (opinion news) yaitu berita mengenai pendapat, pernyataan, atau gagasan seseorang. Biasanya pendapat para cendekiawan, tokoh masyarakat, ahli, atau pejabat mengenai suatu masalah atau peristiwa. Penulisannya dimulai dengan Teras Pernyatan (Statement Lead) atau Teras kutipan (Quotion Lead) yakni mengedepankan ucapan yang isinya dianggap paling penting atau paling menarik. Sebagai penanda bahwa itu berita opini , biasanya pada judul dicantumkan nama narasumber, diikuti titik dua, lalu kutipan pernyataan atau kesimpulan pernyataanya yang paling menarik.
3. Berita Interpretatif (Interpretative News) adalah berita yang dikembangkan dengan komentar atau penilaian wartawan atau narasumber yang kompeten atas berita yang muncul sebelumnya, sehingga merupakan gabungan antara fakta dan interpretasi.
4. Berita Mendalam (Depth News) yaitu berita yang merupakan pengembangan dari berita yang sudah muncul, dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan. Pendalaman dilakukan denga mencari informasi tambahan dari narasumber atau berita terkait.
5. Berita Penjelasan (Explanatory News) yaitu berita yang sifatnya menjelaskan dengan menguraikan sebuah peristiwa secara lengkap penuh data. Fakta dijelaska secara rinci dengan beberapa argumentasi atau pendapat penulisnya. Berita jenis ini biasanya panjang lebar sehingga harus disajikan secara bersambung atau berseri.
6. Berita Penyelidikan (Investigative news) yaitu berita yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan penelitian aau penyelidikan dari berbagai sumber. Disebut juga berita penggalian karena wartawan menggali informasi dari berbagai pihak
B. Teknik Mencari Berita
Berita diperoleh dengan berbagai cara, seperti wawancara, mendatangi tempat yang memungkinkan munculnya peristiwa (beat system), menindaklanjuti berita sebelumnya (follow up system). Kegiatan mencari berita (news getting, news hunting) pada prinsipnya bisa dikerjakan setiap saat, bergantung pada: Mood, peristiwa yang terjadi, dan ada tidaknya penugasan dari redaksi. Perhatikan tips mencari berita berikut ini berdasarkan pedoman untuk wartawan (1992)!
1. Miliki rasa ingin tahu!
2. Tinggalkan kantor atau tempat tinggal!
3. Bicaralah dengan berbagai macam orang!
4. Baca koran!
Keterampilan Menulis|116|
5. Jangan segan-segan meniru ide-ide dari surat kabar yang lain!
6. Baca pernyatana-pernyataan resmi, karena bisa jadi merupakan bibit berita!
7. Perhatikan televisi dan dengarkan radio!
8. Catat jadwal kedepan yang memuat agenda peristiwa yang bisa menjadi berita!
9. Kunjungilah pasar dan pameran serta even-even yang diselenggarakan oleh berbagai pihak!
10. Mengobrollah dengan sesama reporter baik dalam satu media atau antar media!
11. Sekali-kali, berkeliling kota untuk berbaur dengan masyarakat!
12. Sekali-kali, pergilah menyendiri dan berpikir untuk memunculkan ide pencarian atau pembuatan berita!
Selain itu, terdapat ruang lingkup sumber berita yang meliputi hal-hal di bawah ini.
1. Objek liputan
 Peristiwa terencana (seminar, perayaan keagamaan, ulang tahun, dll.)
 Peristiwa tidak terencana (kecelakaan, bencana alam, dll.)
 Wawancara ekslusif
2. Sudut pandang (angle)
 Pernyataan paling menarik dari pembicara atau peserta (topik)
 Suasana acara
 Tema yang diangkat dalam sebuah acara
C. Teknik Penulisan Berita
Sebuah berita harus mencakup fakta dan data sebuah peristiwa yang mengandung enam unsur yang menjadi rumus umum penulisan berita, yakni 5W+1H. Dari segi isi beita umumnya penulisan berita mengacu pada struktur penulisan berita piramida terbalik. Bagian paling penting dituangkan pada lead.
Komposisi tulisan berita umumnya terdiri dari empat bagian berikut.
1. Headline, kepala berita atau judul berita.
2. Dateline, yaitu waktu dan nama tempat berita dibuat atau diperoleh.
3. Lead atau teras berita.
4. News Body, yakni tubuh atau isi berita
Kadang-kadang dimasukan satu bagian lagi, ditempatkan dibawah judul, yakni eye catcher atau eye catching (penarik minat mata pembaca untuk membaca). Biasanya berupa kutipan dari isi berita atau kutipan isi pembicaraan nara sumber yang paling menarik.
Di samping menentukan dan memperjelas bagian-bagian berita, Penentuan sudut pandang suatu peristiwa juga penting. Hal ini untuk memudahkan pembuatan teras dan judul berita. Sudut pandang yang dimaksud adalah menentukan fakta mana yang paling penting dan paling menarik. Fakta itulah yang kemudian dikemukakan terlebih dahulu.
Menulis Judul Berita (Headline) Judul mencerminkan isi berita, lebih khusus lagi memadatkan teras berita. Gaya penulisannya kadang tidak mengikuti kaidah bahasa, misalnya dengan menggunakan kata dasar tanpa imbuhan dalam pemadatan isi berita.
Keterampilan Menulis|117|
Contoh: “Pria Anantadi copot Aji dari jabatan ketua panitia dies” (Kaidah bahasa: “Pria Anantadi mencopot Aji dari jabatan ketua panitia dies”)
Menulis Teras Berita (Lead) Teras berita adalah bagian berita yang terletak di alinea atau paragraf pertama, setelah head dan dateline sebelum badan atau isi berita. Biasanya berisi fakta paling penting dengan mengedepankan unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how).
Menulis Tubuh berita (News Body)
Tubuh berita berisi penjelasan atau uraian rinci unsur 5W+1H, baik yang sudah dikemukakan dalam teras maupun yang belum diungkapkan. Penulisan tubuh berita relatif tidak sesulit menulis lead. Penulisan Tubuh berita hanya melanjutkan apa yang sudah tertuang dalam teras yang mencerminkan pokok-pokok terpenting isi berita.
D. Wawancara (interview)
Wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan berita, data, dan fakta. Wawancara bertujuan menggali informasi, komentar, opini, fakta, atau data tentang suatu masalah atau peristiwa dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber atau orang yang diwawancarai (interviewee).
Pelaksanaan wawancara bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu
1. secara langsung bertatap muka dengan orang yang diwawancarai.
2. secara tidak langsung, seperti melalui telepon, surat elektronik, atau surat (wawancara tertulis).
Tahapan wawancara meliputi tahap persiapan dan tahap pelaksanaan wawancara. Tahap persiapan wawancara terdiri atas (1) menentukan topik, (2) menguasai masalah, (3) merumuskan pertanyaan, dan (4) menjalin hubungan. Pada tahap pelaksanaan wawancara terdiri atas (1) datang tepat waktu yang telah disepakati, (2) memperhatikan penampilan, (3) datang dengan persiapan dan pengetahuan masalah, (4) mengemukakan maksud kedatangan, (5) memulai dengan yang umum, (6) jangan menggurui, tidak bersifat interogatif atau memojokkan, (7) menjadi pendengar yang baik, dan (8) menyiapkan catatan. Selain hal tersebut diatas, akan lebih baik pewawancara mengenal biografi interviewee, jabatan, watak, hobi, dan lain-lain yang menyangkut diri narasumbernya.
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
1. Pelajari jenis-jenis berita dan carilah contohnya, serta berikan alasan kenapa anda memasukkannya dalam jenis berita tertentu!
2. Imajinasikan sebuah peristiwa kriminal dan sajikan dalam bentuk berita!
Keterampilan Menulis|118|
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|119|
#10
MENULIS ESAI
Materi
:
Memahami dan terampil menulis esai
Target
:
Mampu memahami esai, terkait definisi, ciri, dan jenis serta terampil menulisnya
Metode perkuliahan
:
Ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
Papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep menulis
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Esai bukanlah sekadar rekaman fakta-fakta atau hasil imajinasi murni. Tulisan yang dibuat dalam pelajaran sejarah yang dipenuhi dengan fakta-fakta yang dikumpulkan dari berbagai referensi mungkin nampak seperti sebuah esai. Namun, seberapa pun cermatnya tulisan semua fakta tersebut, meskipun dengan bahasa sendiri, tulisan itu bukanlah esai. Esai juga bukan kejadian atau pengalaman yang dituliskan dalam pelajaran bahasa, tak peduli betapa nyata, cerdas, menyentuh, berurutan, jelas, rinci, dan lengkapnya tulisan tersebut. Mungkin juga ratusan tulisan telah dihasilkan dalam bentuk seperti di atas dan dikumpulkan semua berdasarkan "temanya". Dan mungkin saja itu akan disebut sebagai sebuah esai, tapi itu juga bukan esai. Jadi, apakah esai itu? Esai adalah karangan prosais yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan. A. Jenis-Jenis Esai Jenis-jenis esai dapat dibedakan menjadi enam yang diuraikan berikut ini. 1. Esai Deskriptif Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya. 2. Esai Tajuk Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah
Keterampilan Menulis|120|
tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis. 3. Esai Cukilan Watak Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut. 4. Esai Pribadi Esai ini hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri. 5. Esai Reflektif Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan. 6. Esai Kritik Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra. B. Ciri-ciri Esai Tidak semua tulisan yang berbentuk prosaic dan mengandung opini penulisnya bisa disebut sebagai esai. Untuk menyebut sebuah tulisan adalah esai, perlu diperhatikan ciri-ciri esai di bawah ini. 1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif. 2. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam. 3. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain. 4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca. 5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-awang.
Keterampilan Menulis|121|
6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca. C. Langkah-Langkah Membuat Esai
Walaupun esai adalah karangan yang berbentuk prosaik, membuat esai memerlukan etika atau langkah-langkah penyusunan agar dihasilkan esai yang berkualitas dan menarik minat baca. Opini dalam isi esai perlu ditata sedemikian rupa agar kandungan esai dapat menjadi runtut, sistematis dan logis. Langkah-langkah pembuatan esai, yaitu 1. tentukan tema yang paling Anda kuasai, 2. carilah bahan, 3. buatlah outline atau poin-poin yang dibicarakan, 4. tentukan judul, dan 5. mulailah mengembangkan kerangka karangan. Cara mengembangkan kerangka karangan esai bisa dimulai dengan sebuah definisi, deskripsi situasi, pandangan seorang ahli ataumembuat kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana.
D. Membuat Paragraf Pembuka (Kalimat Tesis)
Sebuah pembukaan mempunyai empat tujuan yaitu memperkenalkan topik esai, memberikan latar belakang topik, mengindikasikan rencana keseluruhan dari esai, dan membangkitkan minat baca. Di samping itu, pembukaan mempunyai dua bagian utama, yaitu pernyataan-pernyataan umum dan sebuah kalimat tesis.
Perhatikan dua bagian dari paragraf pembuka dibawah ini!
Pernyataan Umum
Seorang yang lahir di abad dua puluh telah melihat banyak perubahan yang terjadi di hampir segala bidang kehidupan manusia. Banyak orang senang dengan tantangan yang ditawarkan oleh perubahan ini, yang lain ingin kembali ke kehidupan yang lebih sederhana, sebuah gaya hidup yang seperti masa lalu.
Kalimat Tesis
Hidup di abad dua puluh mempunyai beberapa keuntungan seperti standar kehidupan yang lebih tinggi dan juga mempunyai beberapa kerugian seperti lingkungan yang tercemar, hubungan antar manusia yang tidak erat dan kebangkitan nilai-nilai spiritual
Kalimat pertama dari sebuah kalimat pembuka seharusnya berisi pernyataan yang sangat umum tentang subyek penulisan. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian pembaca dan memberikan latar belakang infomasi dari topik. Setiap kalimat pendukungnya seharusnya menjadi lebih khusus daripada kalimat sebelumnya dan akhirnya mengarah pada kalimat tesis.
Kalimat tesis adalah kalimat terpenting dari sebuah pembukaan. Kalimat tersebut berisi topik khusus dan berisi subbagian utama yang kan dibicarakan dalam batang tubuh esai. Lebih jauh, kalimat ini menunjukkan cara pengorganisasian seperti urutan kronologis atau urutan kepentingan.
Keterampilan Menulis|122|
E. Membuat Paragraf Kesimpulan
Paragraf terakhir menjelaskan bahwa esai telah selesai. Ini bisa dicapai baik dengan menulis kesimpulan atas topik-topik utama yang dibicarakan pada batang tubuh atau dengan menulis ulang kalimat tesis dengan kata-kata lain. Tambahkan komentar terakhir untuk direnungkan. Karena ini adalah kesempatan terakhir untuk menjelaskan pikiran, penulis seharusnya menyapaikan pesan secara efektif dan kuat yang akan diingat pembaca.
Pelajari pembukaan dan kesimpulan dari model esai berikut tentang Keuntungan maupun Kerugian Hidup di Abad 20! Apakah paragraf kesimpulan menyimpulkan poin-poin utama esai ataukah parafrase kalimat tesis? Apakah ada pesan akhir bagi pembaca?
Pembukaan
Seorang yang lahir di abad dua puluh telah melihat banyak perubahan yang terjadi di hampir segala bidang kehidupan manusia. Banyak orang senang dengan tantangan yang ditawarkan oleh perubahan ini, yang lain ingin kembali ke kehidupan yang lebih sederhana, sebuah gaya hidup yang seperti masa lalu. Hidup di abad dua puluh mempunyai beberapa keuntungan seperti standar kehidupan yang lebih tinggi dan juga mempunyai beberapa kerugian seperti lingkungan yang tercemar, hubungan antar manusia yang tidak erat dan kebangkitan nilai-nilai spiritual.
Kesimpulan
Kesimpulannya, walupun abad 2o telah memberikan banyak keuntungan dengan membuat kita lebih kaya, sehat dan bebas untuk menikmati hidup, menurut pendapat saya, abad 20 tidak membuat kita lebih bijak. Abad 20 membuat bumi lebih kotor, membuat orang-orang tidak manusiawi, dan kehiupan spiritual kita miskin. Kita seharusnya menikmati keuntungan kemajuan teknologi karena kita bebas mengejar kepentingan dan tujuan hidup. Bagaimanapun, kita harus membuat langkah terpadu untuk menjaga lingkungan hidup untuk generasi masa depan. Lebih jauh, kita harus menyempatkan waktu untuk membuat hiup lebih berarti dalam sebuah dunia yang semakin tidak bersahabat dan mekanis.
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
1. Bacalah paragraf pembuka dibawah ini yang telah diacak sebelumnya! Tulis ulang tiap paragraf, dimulai dengan pernyataan paling umum! Tambahkan tiap kalimat dengan urutan yang benar sampai menjadi lebih spesifik! Tulis kalimat tesis terakhir!
Lalu lintas yang padat dapat di atasi dengan cara membangun sistem transit cepat dari pinggiran kota ke tengah kota dengan mengembangkan sistem transportasi publik dalam kota dan membangun pangkalan mobil. (2) Kepadatan lalu lintas
Keterampilan Menulis|123|
disebabkan oleh ribuan mobil yang datang ke kota melalui wilayah pinggiran seperti ribuan mobil yang memenuhi jalanan kota. (3) Satu dari masalah serius yang dihadapi oleh kota kota besar adalah kepadatan lalu lintas. (4) Masalah besar ini harus dipecahkan sebelum semakin parah.
2. Carilah topik utama dan subtopik dari tiap kalimat tesis berikut ini. Kemudian, garis bawahi subtopiknya dan lingkarilah kata atau tanda baca yang digunakan untuk memperkenalkan subtopik!
a Wanita umumnya hidup lebih lama daripada pria karena: mereka lebih memperhatikan kesehatan dan hidup dengan stress lebih rendah
b Penyalahgunaan obat dan alkohol pada remaja dapat dilacak pada dua sebab berikut: kurangnya pengawasan orang tua, kurangnya penegakan hukum dan masalah sosial dan psikologi dari wanita.
c Dalam memilih sebuah subyek, seorang murid harus memperhitungkan beberapa faktor seperti kepentingan seseorang, peluang kerja dan ketersediaan lembaga pelatihan.
d Seorang arsitek seharusnya seorang artis dan insinyur juga.
e Tujuan laporan adalah untuk menganalisa pengaruh budaya Cina pada sastra dan bahasa Jepang.
3. Lengkapi kalimat tesis berikut ini dengan menambahkan topik-topik! Lingkari topik-topik Saudara, jika Saudara menggunakan kata-kata penghubung, pastikan strukturnya sejajar!
a. Prestasi atlet bulu tangkis kita semakin menurun karena beberapa hal ... .
b. Seorang guru harus memiliki kualitas berikut … .
c. Tujuan makalah ini adalah … .
d. Iklan televisi mengganggu rata-rata pemirsa karena … .
e. Kemiskinan menyebabkan konsekuensi negatif bagi masyarakat seperti … .
4. Tulislah sebuah kalimat tesis dengan jelas untuk topik-topik berikut ini!
a. Memilih tempat kos
b. Pendidikan murah
c. Eksplorasi luar angkasa
d. Pilihan topik anda sendiri
5. Tulis paragraf kesimpulan untuk paragraf pembukaan di bawah ini dengan cara: (1) menyimpulkan poin-poin utama atau memarafrasekan kalimat tesis (pastikan dimulai dengan tanda penyimpul!) dan (2) menambahkan komentar Saudara sebagai pesan akhir bagi pembaca.
Paragraf 1
Jadwal padat yang harus dihadapi oleh orang dewasa dari hari kehari telah menciptakan peningkatan masalah kesehatan di dunia modern. Stres mempengaruhi setiap orang, dari eksektif dengan tekanan yang tinggi sampai ibu rumah tangga yang sibuk dan murid. Stres dapat menyebabkan gangguan fisik, mulai sakit kepala sama sakit perut dan ketergantungan alkohol. Stres sperti demam, adalah masalah yang dapat disembuhkan bahkan dikontrol. Seseorang
Keterampilan Menulis|124|
dapat belajar mengontrol stres dengan membuat tujuan yang realistis, menikmati hobi atau olhraga dan membangun hubungan yang harmonis dengan keluarga.
Paragraf 2
Televisi adalah bentuk hiburan paling populer di banyak rumah tanga. Orang di tiap usia menggunakan media ini untuk menghibur diri sendiri kurang lebih 4 jam perhari. Sehinga, televisi telah memberikan pengaruh luar biasa pada pemirsa khususnya anak-anak. Ilmuwan berpendapat bahwa anak-anak dapat terpengaruh dengan menonton televisi terus menerus. Hal ini diakibatkan karena mereka tidak banyak mengikuti kegiatan fisik, kurang meluangkan waktu untuk belajar dan membaca dan melihat kekerasan yang berpengaruh pada rasa keamanan mereka sendiri. 6. Carilah contoh esai dan klasifikasikan dalam jenis-jenis esai dan berikan alasannya! 7. Buatlah satu esai!
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|125|
#11
MENULIS RESENSI
Materi
:
Memahami dan terampil menulis resensi
Target
:
Mampu memahami resensi, langkah-langkah menulisnya, serta terampil membuatnya
Metode perkuliahan
:
Ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
Papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep menulis
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Resensi berasal dari bahasa Latin, revidere (kata kerja) atau recensie. Artinya “melihat kembali, menimbang, atau menilai.” Tindakan meresensi mengandung “memberikan penilaian, mengungkapkan kembali isi pertunjukan, membahas, dan mengkritiknya”. Dalam buku Bahasa dan Sastra Indoneisa (yang ditulis Euis Sulastri, dkk.), istilah resensi berasal dari bahasa Belanda, resentie, yang berarti kupasan atau pembahasan. Pada Kamus Sinonim Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa resensi adalah pertimbangan, pembicaraan, atau ulasan buku. Jadi, pengertian resensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah.
Resensi ini dapat ditemui dalam Surat kabar atau majalah yang menyediakan rubrik khusus untuk pemuatan resensi buku. Pada dasarnya semua buku umum bisa dan boleh diresensi, seperti politik, ekonomi, sejarah, biografi serta sastra, khususnya novel atau antologi cerpen. Jarang sekali dijumpai resensi buku teks pelajaran atau bahan kuliah. Meski tidak ada pembatasan jenis buku yang akan diresensi, sebaiknya resensi buku sesuai dengan bidang ilmu yang digeluti. Misalnya, jika penulis bergelut di bidang sejarah, idealnya buku sejarah juga yang diresensinya.
Keterampilan Menulis|126|
Buku lama dibuat baru (dicetak baru), juga potensial untuk diresensi. (foto: ist)
Sebuah resensi adalah panduan bagi pembaca apakah nantinya tertarik untuk mencari dan membeli buku yang anda resensi. Karena itu langkah selanjutnya, berikan penilaian yang obyektif mengenai buku itu, tidak hanya sekedar memujinya. Dalam meresensi, jangan hanya sekedar memuji, tapi harus kritis dan obyektif, jika perlu anda bisa menuliskan beberapa bagian (kutipan) dari buku itu, sebutkan pula halamannya untuk menggugah kepercayaan pembaca bahwa buku tersebut memang layak atau tidak layak dibaca. Jika anda merasa bahwa buku tersebut pantas atau layak dibaca, tak ada salahnya anda merekomendasikannya untuk pembaca.
Keterampilan Menulis|127|
Beberapa manfaat dari meresensi buku adalah Pertama, wawasan peresensi akan bertambah luas, khususnya mengenai banyak referensi atau kepustakaan baru. Seorang peresensi adalah penilai kualitas suatu buku dan karenanya seorang peresensi dituntut untuk mencari tahu, membaca dan membeli buku – buku terbaru. Kedua, seorang peresensi bisa mendapatkan manfaat finansial. Resensi buku yang dimuat di Koran atau majalah tentu akan mendapatkan imbalan sepantasnya dari redaksi Koran atau majalah tersebut. Ketiga, seorang peresensi bisa bersahabat baik dengan penerbit. Kliping berita dari resensi buku yang pernah dimuat di Koran atau majalah bisa dikirimkan kepada penerbit buku (yang bukunya diresensi) dan sebagai balas jasa, biasanya penerbit akan memberikan tanda terima kasih. Umumnya tanda terima kasih itu dalam bentuk penerbit akan mengirimkan atau memberikan buku – buku terbitan terbaru lainnya kepada peresensi buku. Jika anda sudah bersahabat dengan baik dengan penerbit karena Resensi buku, bukan tidak mungkin hal tersebut bisa menjadi jalan bagi anda untuk menjadi penulis buku.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa komponen resensi terdiri atas bagian berikut ini.
1. Identitas buku (judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ISBN, harga dan sebagainya)
2. Gambaran umum atau yang biasa disebut sebagai sinopsis
3. Kelebihan dan kelemahan buku
4. Preferensi (pesan rekomendasi) penulis resensi kepada pembaca
Kegiatan
Lakukan kegiatan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
A. Menulis Identitas Resensi
Bila hendak meresensi buku, Anda perlu mengenal identitas buku. Identitas buku meliputi hal-hal berikut ini.
a) Judul buku
b) Pengarang atau penulis
c) Penerbit
d) Kota terbit
e) Tahun terbit
f) Tebal buku
g) Ukuran buku
h) Jenis kertas buku
i) Nomor ISSBN
Dalam buku yang lengkap, identitas buku ini biasanya ditempatkan di halaman setelah sampul dalam (lembar identitas buku).
Keterampilan Menulis|128|
Carilah buku kumpulan cerpen di perpustakaan atau meminjam dari teman.
Kenalilah identitas buku itu dan tuliskan dalam format berikut!
Judul buku : ..................................................................................
Pengarang atau penulis : ..................................................................................
Penerbit : ..................................................................................
Kota terbit : ..................................................................................
Tahun terbit : ..................................................................................
Tebal buku : ..................................................................................
Ukuran buku : ..................................................................................
Jenis kertas buku : ..................................................................................
Nomor ISSBN : ..................................................................................
B. Mencermati Model Resensi yang Pernah Terbit
Bagaimana Menulis Resensi
Resensi cerita berbeda dengan resensi buku nonfiksi. Cerita ditulis oleh seorang pengarang berdasarkan kreativitas, sensitivitas, dan kekritisan terhadap dunianya yang bersifat subjektif. Buku nonfiksi ditulis oleh pengarang dengan sudut pandang yang lebih objektif. Oleh karena itu, komponen-komponen cerita yang disoroti dalam resensi berbeda dengan nonfiksi. Aspek-aspek yang dapat disoroti dalam menyusun resensi cerita antara lain sebagai berikut.
1. Tema
Tema apakah yang diungkap dalam cerita itu? Apakah tema yang diungkapkan menarik pembaca secara umum? Apakah tema sudah sering diungkapkan dalam seri cerita lain yang dibuatnya? Apakah tema bisa diterima sebagai kebenaran yang umum?
2. Alur Cerita
Bagaimana peristiwa-peristiwa diatur dalam cerita? Apakah keunikan susunan peristiwa yang digunakan? Apakah ada pembaharuan susunan peristiwa dalam cerita?
3. Penokohan
Bagaimana pengarang memberikan watak atau karakter pada tokoh-tokohnya? Bagaimana sifat-sifat tokoh? Adakah keunikan dalam menciptakan watak tokoh?
4. Sudut Pandang
Sudut pandang apakah yang dipakai pengarang untuk menyampaikan cerita? Adakah keunikan sudut pandang dalam cerita?
5. Latar Cerita
Bagaimana latar cerita digunakan? Apakah latar cerita cocok dengan peristiwa?
Keterampilan Menulis|129|
6. Nilai-nilai
Nilai-nilai apakah yang dapat diambil pembaca dari cerita? Adakah nilai-nilai baru yang dikembangkan?
7 Bahasa dan Gaya Cerita
Bagaimana bahasa yang digunakan? Apakah cerita disampaikan dengan cara humor, serius, atau sinisme?
8. Pengarang
Siapa pengarang cerita itu? Bagaimana latar belakang kehidupannya? Bagaimana kreativitasnya?
Dalam sebuah resensi tidak semua aspek cerita di atas diulas oleh penulis. Biasanya penulis hanya memilih aspek yang dianggap paling menarik. Pertimbangan tentang kemenarikan itu bersifat relatif subjektif. Akibatnya, resensi cerita itu bersifat subjektif juga.
Bacalah resensi di bawah ini dengan cermat!
Kenedi Nurhan (penyunting),
Jejak Tanah: Cerpen Pilihan Kompas
2002 (Jakarta: Kompas, 2002)
xxiii+165 halaman
Tema kebanyakan cerpen kita tampaknya tak beranjak jauh sejak 4 dasawarsa silam. Sebagaimana dikisahkan Arief Budiman dalam pengantar buku, pada tahun 1960-an, dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan majalah sastra Horison Fuad Hassan mengatakan bahwa cerpen-cerpen yang dimuat Horison waktu itu berwarna ungu. Maksudnya, cerpen-cerpen tersebut lebih banyak membicarakan perasaan-perasaan personal seseorang ketimbang masalah sosial. Padahal, gejolak sosial-politik kala itu bukan main dahsyatnya. Dan kini, 4 dasawarsa kemudian, kata Arief Budiman, cerpen pilihan Kompas pun lebih banyak berwarna ungu pula. Padahal, gejolak sosial-politik amat dahsyat juga. Fenomena apakah ini? Adakah justru karena gejolak sosial-politik terlampau dahsyat sehingga tak mungkin lagi dipercanggih oleh imajinasi, oleh karya sastra? Ataukah karena pengarang kita memang cenderung menaruh perhatian pada masalah-masalah personal ketimbang sosial? Memang, cerpen Danarto, "JejakTanah", yang terpilih sebagai cerpen terbaik dalam buku ini, mencoba memadukan masalah supranatural dengan masalah sosial--percobaan yang seringkali dilakukan Danarto sejak beberapa tahun terakhir. Tapi tak banyak sastrawan yang mencoba mengolah masalah personal menjadi masalah sosial atau sebaliknya. Melihat
Keterampilan Menulis|130|
Jejak Tanah dari perspektif tersebut, kita bisa melihat fenomena kepengarangan dalam konteks realitas sosial-politik Indonesia.
(Dikutip dengan perubahan dari Horison XXXVI/19/2002)
Resensi di atas merupakan resensi yang ditulis secara singkat yang bersifat informatif. Resensi model ini biasa digunakan untuk kepentingan penjualan buku. Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan resensi di atas!
1. Apakah isi resensi di atas?
2. Bagaimanakah isi kumpulan cerpen dalan Jejak Tanah?
3. Apakah penulis mengungkapkan kelebihan dan kekurangan?
4. Apakah hal yang menarik dari kumpulan cerpen itu?
5. Apakah penulis resensi memberi pertimbangan tentang isi cerpen dalam kumpulan itu?
C. Mempersiapkan Penyusunan Resensi
1. Kelas dibentuk menjadi beberapa kelompok kecil.
2. Tiap kelompok maksimal lima orang.
3. Pada kegiatan awal anda telah ditugasi menemukan kumpulan cerpen. Diskusikan kumpulan cerpen yang hendak dikaji untuk membuat resensi. Jika sudah menemukan kumpulan cerpen yang cocok dengan anggota kelompok, lakukan hal-hal berikut ini!
4. Baca kumpulan cerpen itu!
5. Kajilah hal-hal berikut ini dalam kumpulan cerpen tersebut!
a. Tema
Tema apakah yang diungkap dalam cerita itu? Apakah tema yang diungkapkan menarik pembaca secara umum? Apakah tema sudah sering diungkapkan dalam seri cerita lain yang dibuatnya? Apakah tema bisa diterima sebagai kebenaran yang umum?
b. Alur Cerita
Bagaimana peristiwa-peristiwa diatur dalam cerita? Apakah keunikan susunan peristiwa yang digunakan? Apakah ada pembaharuan susunan peristiwa dalam cerita?
c. Penokohan
Bagaimana pengarang memberikan watak atau karakter pada tokoh-tokohnya? Bagaimana sifat-sifat tokoh? Adakah keunikan dalam menciptakan watak tokoh?
d. Sudut Pandang
Sudut pandang apakah yang dipakai pengarang untuk menyampaikan cerita? Adakah keunikan sudut pandang dalam cerita?
e. Latar Cerita
Bagaimana latar cerita digunakan? Apakah latar cerita cocok dengan peristiwa?
Keterampilan Menulis|131|
f. Nilai-nilai
Nilai-nilai apakah yang dapat diambil pembaca dari cerita? Adakah nilai-nilai baru yang dikembangkan?
g. Bahasa dan Gaya Cerita
Bagaimana bahasa yang digunakan? Apakah cerita disampaikan dengan cara humor, serius, atau sinisme?
h. Pengarang
Siapa pengarang cerita itu? Bagaimana latar belakang kehidupannya? Bagaimana kreativitasnya?
D. Menulis Resensi
Berdasarkan kajian itu tulislah resensi berdasarkan hasil kerja kelompok dengan format sebagai berikut.
Judul buku : .............................................................................
Pengarang atau penulis : .............................................................................
Penerbit : .............................................................................
Kota terbit : .............................................................................
Tahun terbit : .............................................................................
Tebal buku : .............................................................................
Ukuran buku : .............................................................................
Hasil kajian
_______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
E. Mengenal Resensi Novel
Kerjakan tugas ini di luar kelas. Kalian boleh bekerja secara berkelompok.Bacalah contoh resensi di bawah ini, lalu kenalilah bagian-bagiannya!
PANGLIMA KEBUDAYAAN
Novel cinta yang menghanyutkan. Gagasan Gus Dur menjadi amat masul akal
HIKAYAT KADIROEN, SEBUAH NOVEL Penulis : Semaoen Penyunting : Otto Sukatno, Cr. Penerbit : Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta, April 2000, Tebat : 236 halaman.
Keterampilan Menulis|132|
(A) Periode pasca-Orde Baru membuka peluang bagi suara-suara ideologi komunis yang semula terbungkam. Beberapa buku sejarah di sekitar G-30-S/PKI, yang dilihat dari perspektif mantan tahanan politik PKI, diterbitkan. Para mantan tapol itu juga mulai berani berjuang "membersihkan" citra diri yang sebelumnya "dinodai" penguasa Orde Baru.
(B) Gejala mutakhir adalah penerbitan ulang karya-karya sastra tokoh PKI dari zaman kolonial Belanda, tepatnya awal Abad XX. Misalnya karya Mas Marco yang berjudul Student Hijo. Penerbitan karya-karya sastra itu tidak hanya memberi sumbangan dalam "pembersihan" nama, melainkan juga bagi sejarah sastra Indonesia.
(C) Pada masa kejayaan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), beberapa aktivis komunis berusaha menulis ulang sejarah sastra Indonesia. Misalnya yang dilakukan Bakri Siregar dengan menempatkan tokoh-tokoh sosialis sebagai pusatnya dan karya Multatuli sebagai pelopornya. Namun, setelah G-30-S/PKI, usaha itu kandas total.
(D) Selama Orde Baru, karya-karya kaum komunis dicitrakan sebagai karya yang menyubordinasikan estetika di bawah kepentingan politik. Citra itu cocok dengan salah satu slogan PKI "Politik sebagai Panglima". Dengan citra demikian, kekuatan sastra dominan. Orde Baru mendapat dalih untuk menyingkirkan karya-karya itu.
(E) Karya Semaoen, Hikayat Kadiroen yang diterbitkan kantor PKI pada awal 1920, dapat dikatakan membuktikan hal sebaliknya. Dalam karya itu terlihat betapa dorongan-dorongan politik tersubordinasikan oleh kekuatan-kekuatan kultural. Slogan yang bisa ditempelkan padanya bukanlah politik sebagai panglima, melainkan kebudayaan.
(F) Novel ini jelas berbau komunis, karena ditulis oleh anggota PKI. Jalan ceritanya pun mengarah pada ideologi sosial/komunis. Diceritakan bahwa Kadiroen yang cerdas, kaya raya, dan menjadi birokrat kolonial akhirnya berbalik arah. Padahal, ia sudah mendapat bantuan dan dukungan dari beberapa pejabat kolonial. Kadiroen mendapat pencerahan setelah mendengar pidato Tjipto mengenai kapitalisme. Juga setelah berkenalan dan belajar dari Sariman, pemimpin redaksi surat kabar PKI, Sinar Ra'yat. Ia memutuskan menjadi penulis di surat kabar itu, meskipun harus melepas kariernya yang cemerlang dalam birokrasi kolonial.
(G) Ada gagasan mengenai realisme sosialis di dalamnya. Juga diskusi mengenai prinsip-prinsip dasar tentang kapitalisme dan jalan menuju sosialisme. Tetapi, gagasan itu tidak mampu menguasai dunia sosial imajiner dalam karya ini. Novel ini lebih dikuasai cerita perjalanan sukses individu borjuis dalam mencapai idamannya, sejenis picaresque, cerita cinta romantik yang menghanyutkan segala daya pikir dan tindakan.
(H) Kepanglimaan budaya yang amat menakjubkan dalam karya ini adalah kuatnya gagasan-gagasan mengenai kebutuhan sebagai pendorong aktivitas individual serta sosial. Di dalamnya, hubungan antara gagasan ketuhanan dan materialisme-dialektik Marxis sama sekali tidak problematik. Tuhan masih merupakan apa yang disebut Berger sebagai payung suci bagi program politik sosialis/komunis.
(I) Dalam konteks ini, kecenderungan untuk mempertentangkan radikal komunisme dengan agama menjadi sangat absurd. Gagasan Presiden Gus Dur mencabut larangan ajaran komunis jadinya amat masuk akal. Dalam konteks kebudayaan sebagai panglima, komunisme yang materialistik-dialektik dapat bercampur dengan feodalisme dan teisme, bahkan kapitalisme. Sungguh, tak ada yang tak mungkin dalam kebudayaan.
(Dikutip dengan perubahan dari Gatra Nomor 27 Tahun VI, 20 Mei 2000)
Keterampilan Menulis|133|
 Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Yang diulas dalam paragraf 1, 2, dan 3 dalam resensi di atas adalah … .
2. Yang diulas dalam paragraf 4, 5, dan 5 dalam resensi itu adalah … .
3. Ulasan tentang tokoh cerita dapat ditemukan pada paragraf … .
4. Paragraf yang mengandung nilai-nilai cerita adalah … .
5. Kebenaran ide yang diulas dalam resensi itu menurut kalian … .
6. Data fisik novel ditempatkan di … .
7. Adakah ulasan tentang pengarang cerita dalam resensi di atas? Bagaimanakah latar belakang pengarang cerita?
8. Apakah yang menarik dalam fiksi Hikayat Kadiroen, Sebuah Novel menurut penulis resensi?
9. Bagaimanakah latar cerita Hikayat Kadiroen, Sebuah Novel yang dikemukkan dalam resensi di atas?
10. Apakah tema cerita Hikayat Kadiroen, Sebuah Novel berdasarkan ulasan dalam resensi di atas?
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|134|
#12
MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER
Materi
:
Memahami dan terampil menulis artikel ilmiah populer
Target
:
Mampu memahami ciri artikel ilmiah popular dan membedakan ciri ragam bahasa popular dan ilmiah serta terampil menulisnya
Metode perkuliahan
:
Ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
Papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep menulis
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Apakah arti ilmiah populer itu? Artikel ilmiah populer adalah salah satu jenis karya ilmiah yang membahas masalah aktual dengan proses penggarapan yang sesuai dengan proses berpikir ilmiah akan tetapi penyajian, khususnya pembahasannya menyesuaikan dengan khalayak (baca: populasi) pembaca umum. Apakah artinya penyajian yang menyesuaikan dengan khalayak atau populasi pembaca umum? Sebelum dijawab pertanyaan ini, perlu disadari bahwa media publikasi artikel ilmiah populer adalah media penerbitan umum, seperti harian atau koran. Oleh karena itu, karakteristik pembacanya pasti beragam: tingkat pendidikan, minat dan sebagainya. Artikel ilmiah seharusnya bisa menyesuaikan dengan khalayak pembaca seperti itu.
A. Ciri Artikel Ilmiah Popular
1. Menggunakan pilihan kata bahasa Populer daripada pilihan kata bahasa ilmiah
Pada artikel ilmiah populer pilihan kata ilmiah yang hanya dipahami kalangan tertentu sekiranya dihindari dan diganti dengan pilihan kata yang dipahami oleh banyak orang. Contoh:
Pilihan kata ilmiah
Pilihan kata populer
Analogi
Final
Formasi
Konklusi
Kontradiksi
Kiasan
Akhir
Susunan
Kesimpulan
Kontradiksi
Keterampilan Menulis|135|
2. Gaya penulisannya mudah dipahami
Kerangka penulisannya setidaknya terdiri dari Pendahuluan,isi, dan kesimpulan. Secara substansial, tidak ada perbedaan antara kerangka penulisan artikel ilmiah populer dengan artikel ilmiah; setidaknya mengandung tiga komponen utama, yakni pendahuluan, bagian isi dan bagian akhir yang berisi kesimpulan dan saran. Namun untuk artikel ilmiah populer, pemisahan itu sengaja dibuat tidak begitu nyata.
3. Dikembangkan berdasarkan cara berpikir ilmiah
Inilah yang membedakan antara artikel ilmiah populer dengan artikel populer. Artikel ilmiah populer harus tetap dikembangkan dengan cara berpikir ilmiah yang logis dan kritis.
B. Cara menulias artikel ilmiah yang baik dan benar
Pada dasarnya, ada beberapa jenis model penulisan artikel. Model-model tersebut bisa dikelompokkan pada tingkat kerumitannya. Model yang paling mudah ialah model penulisan populer. Tulisan populer merupakan tulisan ringan yang tidak njelimet dan bersifat hiburan. Termasuk di dalamnya gosip. Selain itu, bahasa yang digunakan juga cenderung bebas. Dalam menulis artikel ilmiah populer yang benar ada lima langkah yang perlu diperhatikan.
1. Menguji Gagasan
Prinsip paling dasar dari melakukan kegiatan menulis ialah menentukan atau memastikan topik atau gagasan apa yang hendak dibahas. Ketika sudah menentukan gagasan tersebut, kita bisa melakukan sejumlah pengujian. Pengujian ini terdiri dari lima tahap sebagai berikut (Georgina dalam Pranata 2002: 124; band. Nadeak 1989: 44). Untuk menentukan gagasan tersebut penting atau tidak, pertanyaan di bawah ini dapat dijadikan sebagai acuan, yaitu:
 Apakah gagasan itu penting bagi sejumlah besar orang?
 Dapatkah gagasan ini disempitkan sehingga memunyai fokus yang tajam?
 Apakah gagasan itu terikat waktu?
 Apakah gagasan itu segar dan memiliki pendekatan yang unik?
 Apakah gagasan Anda akan lolos dari saringan penerbit (bila ditujukan agar diterbitkan di media massa)?
2. Menulis bagian pendahuluan.
Untuk bagian pendahuluan, setidaknya ada tujuh macam bentuk pendahuluan yang bisa digunakan (Soeseno 1982: 42).
 Ringkasan; pendahuluan berbentuk ringkasan ini secara nyata mengemukakan pokok isi tulisan secara garis besar.
 Pernyataan yang menonjol; terkadang disebut juga sebagai "pendahuluan kejutan", diikuti kalimat kekaguman untuk membuat pembaca terpesona.
 Pelukisan; pendahuluan yang melukiskan suatu fakta, kejadian, atau hal untuk menggugah pembaca karena mengajak mereka membayangkan bersama penulis apa-apa yang hendak disajikan dalam artikel itu nantinya.
 Anekdot; pembukaan jenis ini sering menawan karena memberi selingan kepada nonfiksi, seolah-olah menjadi fiksi.
Keterampilan Menulis|136|
 Pertanyaan: pendahuluan ini merangsang keingintahuan sehingga dianggap sebagai pendahuluan yang bagus.
 Kutipan orang lain; pendahuluan berupa kutipan seseorang dapat langsung menyentuh rasa pembaca, sekaligus membawanya ke pokok bahasan yang akan dikemukakan dalam artikel nantinya.
 Amanat langsung; pendahuluan berbentuk amanat langsung kepada pembaca sudah tentu akan lebih akrab karena seolah-olah tertuju kepada perorangan.
Meskipun merupakan pendahuluan, bagian ini tidaklah mutlak ditulis pertama kali. Mengingat tugasnya untuk memancing minat dan mengarahkan pembaca ke arah pembahasan, sering kali menulis bagian pendahuluan ini menjadi lebih sulit daipada menulis judul atau tubuh tulisan. Oleh karena itu, Soeseno (1982: 43) menyarankan agar menuliskan bagian lain terlebih dahulu.
3. Menulis Bagian Pembahasan atau Tubuh Utama
Bagian ini disarankan dipecah-pecah menjadi beberapa bagian. Masing-masing dibatasi dengan subjudul-subjudul. Selain memberi kesempatan agar pembaca beristirahat sejenak, subjudul itu juga bertugas sebagai penyegar, pemberi semangat baca yang baru (Soeseno 1982: 46). Oleh karena itu, ada baiknya subjudul tidak ditulis secara kaku.
Pada bagian ini, bisa dibahas topik secara lebih mendalam. Uraikan persoalan yang perlu dibahas, bandingkan dengan persoalan lain bila diperlukan.
4. Menutup Artikel
Kerangka besar terakhir dalam suatu karya tulis ialah penutup. Bagian ini biasanya memuat simpulan dari isi tulisan secara keseluruhan, bisa juga berupa saran, imbauan, ajakan, dan sebagainya (Tartono 2005: 88). Ketika hendak mengakhiri tulisan, kita tidak harus secara terang-terangan menuliskan subjudul berupa "Penutup" atau "Simpulan". Penutupan artikel bisa kita lakukan dengan menggunakan gaya berpamitan (Soeseno 1982: 48). Gaya pamit itu bisa ditandai dengan pemarkah seperti "demikian", "jadi", "maka", "akhirnya", dan bisa pula berupa pertanyaan yang menggugah pembaca.
5. Pemeriksaan Isi Artikel
Ketika selesai menulis artikel, hal selanjutnya yang perlu dilakukan ialah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Untuk memudahkan pengoreksian artikel, beberapa pertanyaan berikut perlu untuk dijawab (Pranata 2002: 129-130). Untuk pembukaan, misalnya, apakah kalimat pembuka bisa menarik pembaca? Dapatkah pembaca mulai mengerti ide yang dituangkan? Jika tulisannya berupa tulisan serius, adakah kata-kata yang sembrono? Apakah pembukaannya menyediakan cukup banyak informasi? Untuk isi atau tubuh, apakah kalimat pendukung sudah benar-benar mendukung pembukaan? Apakah masing-masing kalimat berhubungan dengan ide pokok? Apakah ada urutan logis antarparagraf? Untuk simpulan, apakah disajikan dengan cukup kuat? Apakah mencakup semua ide tulisan?
Selain langkah-langkah penullisan artikel ilmiah populer diatas, ada beberapa hal yang dituntut dalam menghasilkan artikel ilmiah populer yang benar, diantaranya:
Keterampilan Menulis|137|
1. Asli, bukan jiplakan / saduran / terjemahan
2. Topik aktual, sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat.
3. Mengandung unsur baru, baik data konkret, pandangan baru, saran-saran, dan/atau opini.
4. Cara penyajian tidak berkepanjangan tapi padat, singkat, mudah ditangkap, gaya enak dibaca. Panjang karangan maksimal 5,5 halaman kuarto dengan ketikan dua spasi, tulisan diharapkan jelas dan bersih (tanpa coretan)
C. Penggarapan Artikel Ilmiah Populer
Ketika hendak menghadirkan artikel, kita tidak hanya diperhadapkan pada satu kemungkinan. Soeseno (1982: 16-17) memaparkan setidaknya lima pola yang bisa kita gunakan untuk menyajikan artikel tersebut.
1. Pola pemecahan topik
Pola ini memecah topik yang masih berada dalam lingkup pembicaraan yang ditemakan menjadi subtopik atau bagian-bagian yang lebih kecil dan sempit kemudian menganalisis masing-masing bagian tersebut.
2. Pola masalah dan pemecahannya
Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah (bisa lebih dari satu) yang masih berada dalam lingkup pokok bahasan yang ditemakan dengan jelas. Kemudian menganalisis pemecahan masalah yang dikemukakan oleh para ahli di bidang keilmuan yang bersangkutan.
3. Pola kronologi
Pola ini menggarap topik menurut urut-urutan waktu peristiwa yang terjadi.
4. Pola pendapat dan alasan pemikiran
Pola ini baru dipakai bila penulis yang bersangkutan hendak mengemukakan pendapatnya sendiri tentang topik yang digarapnya, lalu menunjukkan alasan pemikiran yang mendorong ke arah pernyataan pendapat itu.
5. Pola pembandingan
Pola ini membandingkan dua aspek atau lebih dari suatu topik dan menunjukkan persamaan dan perbedaannya.
Inilah pola dasar yang paling sering dipakai untuk menyusun tulisan. Kelima pola penggarapan artikel di atas dapat dikombinasikan satu dengan yang lain sejauh dibutuhkan untuk menghadirkan sebuah tulisan yang kaya dan menarik.
D. Menulis Atrikel Ilmiah Popular yang Menarik dan Mudah Dipahami
Meski bertajuk ilmiah, artikel ilmiah populer yang sejak semula ditujukan untuk pembaca atau masyarakat umum dari berbagai latar belakang dan dimuat dalam media elektronik maupun cetak, sedapat mungkin disajikan dalam bentuk yang menarik dan mudah dipahami. Walaupun disajikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, tetapi tidak menghilangkan unsur bahasan ilmiah yang terdapat di dalamnya. Permasalahan yang dibicarakan di sini adalah sebagai upaya agar gagasan ilmiah yang ditulis oleh penulisnya menjadi artikel yang populer, karena penyajiannya yang menyenangkan dan mudah dipahami khalayak umum.
Terdapat beberapa hal dalam penulisan artikel ilmiah populer yang perlu
Keterampilan Menulis|138|
diperhatikan, agar tulisan tersebut menjadi sesuatu yang menarik untuk dibaca, mudah dipahami, serta dapat menginspirasi pembacanya dengan informasi pengetahuan yang terdapat di dalamnya. Dan sebagai tambahan, agar gagasan penulis yang tersirat di dalam artikel dapat tersampaikan kepada pembaca sebagaimana maksud dari penulis. Hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut adalah
1. pemilihan topik yang aktual dan sedang hangat dibicarakan,
2. mengandung unsur dan sudut pandang yang baru,
3. penguasaan topik oleh penulis,
4. pemilihan kata dalam judul yang menarik,
5. mengingat bahwa artikel tersebut ditujukan untuk kepentingan khalayak umum,
6. membuka artikel dengan paragraf awal yang menarik,
7. penyajian komponen-komponen utama artikel yang luwes,
8. memiliki kerangka atau batasan-batasan tulisan sehingga lebih terarah dan maksud yang ingin disampaikan tidak ”kabur”,
9. tulisan disajikan tidak terlalu panjang, tetapi singkat, padat, jelas, mudah ditangkap, dan enak untuk dibaca,
10. panjang kalimat tiap paragrafnya harus diperhatikan,
11. pemilihan kata-kata yang menarik, sederhana,mudah dimengerti, populer dan hidup, serta menghindari telalu banyaknya penggunaan istilah-istilah yang berat, dan
12. menambahkan ilustrasi yang membantu memberikan gambaran kepada pembaca.
E. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis artikel populer
Terdapat beberapa hal yang menjadi rambu atau etika dalam menulis artikel agar artikel menarik dan mudah dipahami oleh khalayak pembaca, antara lain:
Pertama, mengetahui segmen/ tingkat pengetahuan dari pembaca. Tiap-tiap media massa memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda. dan hal ini cenderung spesifik tergantung dari jenis medianya. Memang ada beberapa media massa yang tingkat pengetahuan pembacanya cenderung merata, namun pada umumnya media massa cenderung memiliki level pembaca yang cenderung spesifik. Ambil contoh, media kompas dikenal dengan analisisnya yang tajam cenderung untuk kalangan intelektual menengah keatas, berbeda dengan Jawa Pos yang penyajiannya ringan dengan bahasa yangmudah dipahami untuk kalangan menengah.
Dengan mengetahui segmentasi tingkat pengetahuan pembaca, utamanya tingkat pengetahuan terkait teknologi, akan mendorong kita untuk membuat tulisan yamg lebih mudah dipahami. Semisal menulis artikel tentang dunia komputer untuk majalah Intisari, akan berbeda dengan menulis artikel yang sama untuk majalah Bobo, atau bahkan koran Memorandum.
Selain itu, dengan cara ini pula kita bisa lebih bisa menyesuaikan artikel jenis apa yang cocok untuk sebuah media. semisal Artikel dengan jenis tutorial akan lebih cocok untuk majalah-majalah remaja, sedangkan artikel berjenis berita, atau penyampaian teknologi terbaru akan lebih cocok di media massa umum seperti koran.
Keterampilan Menulis|139|
Kedua, tak semua istilah layak untuk diterjemahkan. Penulisan pada artikel populer berbeda dengan penulisan pada artikel ilmiah yang mensyaratkan penggunaan bahasa yang ilmiah dan baku. Pada artikel populer, penggunaan bahasa-bahasa yang populer dan mudah dipahami secara luas akan lebih baik dan disarankan. Semisal istilah mouse dan keyboard tentu akan lebih baik digunakan daripada menggunakan istilah "penunjuk" dan "papan tombol". Demikian juga istilah-istilah yang lain.
Istilah-istilah di dunia komputer kebanyakan merupakan istilah asing yang belum banyak memiliki terjemahannya. atau ketika sudah ada terjemahan baku nya, maka kendala utamanya ialah terjemahan tersebut tidak populer. Oleh karena itu, penggunaan istilah-istilah komputer yang lebih populer akan lebih baik untuk lebih mempermudah pemahaman pembaca.
Ketiga, perlunya memberi penjelasan untuk istilah-istilah yang sulit dipahami. Adapun untuk istilah-istilah yang tak terlalu populer di khalayak umum, namun disisi lain, dari sisi terjemahan baku pun belum ada atau ketika ada, akan terdengar aneh, maka akan lebih baik jika yang digunakan tetap istilah yang lebih populer sambil diberikan penjelasan mengenai istilah tersebut. Semisal istilah hub dan switch dalam terminologi jaringan, akan lebih baik jika menggunakan kata tersebut, sekaligus memberi penjelasan tentang fungsi dan istilah alat tersebut di sela-sela artikel atau di c Dengan cara ini, selain membuat pembaca lebih mudah memahami apa yang coba kita sampaikan, pembca juga tidak perlu dipusingkan dengan istilah-istilah dalam bahasa Indonesia yang tak hanya tak populer, namun juga terdengar aneh dan tidak menarik.
Keempat, menggunakan permisalan/analogi untuk penjelasan yang rumit. Istilah-istilah dalam dunia komputer kebanyakan membutuhkan penjelasan yang rumit dan bertele-tele. Karena artikel populer ini kita tujukan untuk khalkayak umum, maka penggunaan bahasa yang mudah dipahami tentu akan lebih baik. Semisal peng-analogi-an istilah-istilah tentang jaringan komputer dengan terminologi lalu lintas sehari-hari akan lebih mudah dipahami daripada sekedar menjelaskan ala kadarnya.
Pengetahuan khalayak umum tentang dunia teknologi komputer tentu tak bisa kita samakan dengan tingkat pengetahuan kita yang sudah biasa berkecimpung disana. Oleh karena itu, tentu akan lebih bijaksana apabila kita berbicara dan menjelaskan dengan memposisikan diri kita seolah sejajar dengan pembaca umum. Salah satu caranya ialah dengan meng-analogi-kan dengan apa yang kita dan pembaca memiliki tingkat pengetahuan yang sama.
Penggunaan gambar ataupun ilustrasi akan lebih disarankan agar semakin memperjelas pembaca untuk memahami.
Terakhir, membuatnya, se-sederhana mungkin. Artikel tentang komputer di media massa umum kebanyakan ditujukan bukan untuk memberi pengetahuan secara mendalam.Melainkan memberi pengetahuan praktis sederhana, ataupun informasi-informasi yang sifatnya cenderung umum. Oleh karena itu, penulisan artikel populer tentang komputer untuk dunia umum sudah selayaknya dibuat semudah mungkin untuk dipahami.
Keterampilan Menulis|140|
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
Jawablah pertanyan-pertanyaan di bawah ini!
1. Apa yang dimaksud dengan artikel popular menurut anda?
2. Apa saja yang termasuk dalam artikel popular?
3. Apakah esai termasuk artikel popular?kenapa?
4. Carilah sebuah esai, pecahlah bagian-bagiannya dan cocokkan dengan bagian artikel popular!
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?
Keterampilan Menulis|141|
#13
MENULIS ARTIKEL ILMIAH
Materi
:
Memahami dan terampil menulis artikel ilmiah
Target
:
Mampu memahami artikel ilmiah terkait definisi, ciri, dan bentuk artikel ilmiah serta terampil menulisnya
Metode perkuliahan
:
Ceramah, diskusi
Media perkuliahan
:
Papan tulis, spidol, komputer, LCD
Tagihan
:
Peta konsep menulis
Waktu
:
3 js
Petunjuk
Bacalah uraian materi berikut dengan seksama! Berikan tanda centang atau garis bawah pada kata-kata kunci bacaan yang dianggap penting!
Artikel ilmiah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan sebagai karya tulis lengkap. Misalnya, laporan berita atau essai dalam majalah atau surat kabar. Artikel ilmiah menurut Ilmu Pengetahuan adalah artiekl yang memenuhi kaidah ilmu pengetahuan. Misalnya artikel yang bertema seni dan budaya. Artikel imiah juga dapat diartikan sebagai hasil berpikir ilmiah yang didasarkan pada rencana yang relatif matang karena akan memudahkan penulis untuk mewujudkan teks artikel. Selain itu, artikel juga merupakan suatu representasi hasil pemikiran penulis atau suatu obyek kajian kepada pembaca melalui bahasa tulis dengan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan ilmiah. A. Syarat dan Ciri Artikel secara Umum Suatu artikel dikatakan bagus biasa apabila memiliki semua kriteria yang dimilki artikel yang utama tetapi masih terdapa beberapa bagian yang perlu dilengkapi, penambahan gambar, dan pranala-pranala merah yang masih perlu dirintis. Berikut ini syarat-syarat artikel yang baik. 1. Aktual 2. Akurat 3. Cukup panjang dan bagus 4. Mempunyai gambar-gambar sebagai ilustrasi lengkap 5. Mengandung masalah 6. Topik harus spesifik sehingga dapat dengan mudah diuraikan atau dijelaskan. Semakin spesifik suatu topik, semakin mudah bagi penulis untuk menyelesaikannya
Keterampilan Menulis|142|
7. Semua gagasan harus bisa dipertanggungjawabkan dengan mengikutsertakan alasan, bukti, dan contoh. 8. Panjang artikel antara 3-5 halaman.
B. Anatomi Artikel Hasil Penelitian 1. Judul Yang pertama harus Anda tulis adalah judul artikel Anda. Judul ini harus mencerminkan isi pokok artikel Anda. Tulislah judul itu dengan sederhana tetapi menarik, jangan bombastis seperti judul artikel di surat kabar atau majalah populer. Judul ini harus merupakan peernyataan ringkas tentang topik utama dan menyebutkan variabel sebenarnya atau isu teoretis yang diteliti serta hubungan di antara variabel atau isu-isu terseut. Contoh judul yang baik adalah ”Pengaruh bentuk huruf terhadap kecepatan membaca”. 2. Nama Pengarang dan Lembaga Tempat Bekerja Sesudah judul, Anda menyebutkan nama Anda (penulisnya) dan lembaga atau perguruan tinggi tempat Anda bekerja atau tempat penelitian itu dilakukan. 3. Abstrak Bagian berikutnya adalah abstrak. Abstrak adalah suatu rangkuman singkat tetapi lengkap mengenai isi artikel tersebut. Abstrak ini ditulis untuk memudahkan pembaca mengetahui secara cepat isi artikel tesebut dan, seperti halnya judul, abstrak ini digunakan untuk mengindeks artikel tersebut. Abstrak yang baik harus akurat, lengkap, ringkas, spesifik, tidak evaluatif, padu, dan mudah difahami. Abstrak artikel berbasis penelitian empiris harus dapat menjelaskan hal-hal berikut dalam 100 sampai 120 kata. persoalan yang diteliti, kalau mungkin dalam satu kalimat saja; subyek yang diteliti, dengan menyebutkan ciri-cirinya yang relevan, seperti jumlahnya, jenisnya, usianya, jenis kelaminnya, dsb.; metode eksperimen yang digunakan, temasuk peralatannya, prosedur pengumpulan datanya, nama tes yang digunakan, nama generik dan dosis obat yang digunakan (kalau menggunakan); temuan penelitian, termasuk tingkat signifikansi statistiknya, kesimpulan dan implikasi penerapannya. 4. Bagian pendahuluan. Bagian pendahuluan mengawali batang tubuh artikel tersebut. Bagian pendahuluan ini membicarakan masalah spesifik yang sedang diteliti dan menjelaskan strategi penelitiannya. Suatu pendahuluan yang jelas harus (1) menjelaskan masalah yang diteliti, (2) menjelaskan bagaimana kaitan hipotesis dan desain eksperimen itu dengan masalah tersebut, dan (3) menjelaskan implikasi teoretis penelitian tersebut dan bagaimana kaitannya dengan penelitian-penelitian sebelumnya di bidang itu. Di akhir bagian pendahuluan ini, perlu disebutkan secara eksplisit tujuan dan alasan dilakukannya penelitian tersebut. Anda perlu memberikan definisi variabel-variabel yang ada dalam penelitian tersebut serta menyebutkan secara formal
Keterampilan Menulis|143|
hipotesis penelitian Anda. Untuk semakin memperjelas uraian selanjutnya dalam artikel tersebut, seyogyanya Anda memberikan garis besar logika penelitian di bagian ini. 5. Metode Bagian metode ini menjelaskan secara rinci bagaimana penelitian itu dilakukan. Penjelasan semacam itu diperlukan untuk memungkinkan pembaca mengevaluasi ketepatan metode, reliabilitas, dan validitas hasil penelitian Anda. Penjelasan rinci itu juga memungkinkan peneliti yang sudah berpengalaman untuk mengulang penelitian kalau mereka ingin melakukannya. 6. Hasil penelitian. Bagian Hasil Penelitian ini merangkum data yang dikumpulkan dan penerapan statistik terhadap data tersebut. Pertama, secara ringkas kemukakan hasil-hasil penelitian yang penting. Kemudian laporkan datanya secara cukup rinci untuk mendukung kesimpulan itu. Bagian ini bukan tempat untuk membicarakan implikasi hasil-hasil penelitian tersebut. Sebutkan semua hasil yang relevan, termasuk hasil-hasil yang bertentangan dengan hipotesis. Jangan memasukkan skor-skor individual atau data mentah kecuali, misalnya, desain satu kasus atau contoh-contoh ilustratif. 7. Pembahasan Hasil Penelitian. Sesudah menyajikan hasil-hasil penelitian, bagian selanjutnya adalah menafsirkan implikasi hasil-hasil tersebut, terutama dalam kaitannya dengan hipotesis aslinya. Anda bebas untuk memeriksa, menafsirkan, dan menjelaskan keterbatasan hasil-hasil tersebut, serta menarik kesimpulan dari hasil-hasil tersebut. Tekankan konsekuensi teoretis hasil-hasil tersebut dan validitas kesimpulan Anda. 8. Kesimpulan dan Saran Bagian kesimpulan menyajikan ringkasan dari pembahasan hasil penelitian, namun tetap menyelaraskan dengan tujuan dan hipotesis penelitian. 9. Daftar Pustaka Bagian pustaka yang dimasukkan ke dalam daftar pustaka hanya sumber pustaka yang benar-benar dirujuk di dalam tubuh artikel hasil penelitian. Semua kutipan dalam artikel Anda harus dimasukkan ke dalam daftar rujukan, dan semua rujukan harus dikutip di dalam teks.
C. Anatomi Artikel Hasil Pemikiran
1. Judul
2. Nama penulis dan lembaga tempat bekerja
3. Abstrak dan kata kunci
4. Pendahuluan
5. Inti /Pembahasan
Keterampilan Menulis|144|
Bagian ini membahas permasalahan inti berisi kupasan yang argumentatif. Penyajian ini dapat dilakukan secara analitik sekaligus kritis. Selain itu, sajian juga dipaparkan secara runtut dan sistematis, sehingga hal ini bisa diterima secara logis dan masuk akal oleh khalayak pembaca. Banyaknya subbagian dan sub-subbagian tidak ditentukan secara khusus dan mengikat, tergantung kebutuhan penulis dalam pemaparan bagian ini.
6. Simpulan dan saran
7. Daftar rujukan
D. Langkah Penulisan Artikel Ilmiah Artikel ilmiah sebaiknya dikerjakan oleh penulis dengan prosedur teknis yang standar dan lazim. Langkah umum penulsian artikel ilmiah, umumnya seperti yang dijelaskan di bawah ini. 1. Pengembangan Gagasan Gagasan adalah substansi isi artikel ilmiah, sehingga gagasan pada artikel ilmiah pada hakikatnya adalah suatu proses pengembangan isi artikel. Gagasan yang dikemukakan dalam artikel ilmiah adalah gagasan berpikir ilmiah. Kualitas artikel ilmiah sebagai suatu gagasan yang layak ditampilkan dalam jurnal harus mempertimbangkanbobot permasalahan, urgensi gagasan, keaslian gagasan. Kemutakhiran gagasan, kedalaman penggarapan, pengungkapan gagasan, ragam bahasa, dan teknis penulisan. Pengembangan gagasan artikel ilmiah dalam jurnal dilakukan untuk menjabarkan gagasan dasar artikel pada berbagai tingkat, yaitu ada tingkat artikel, tingkat bagian artikel, dan tingkat paragraf. 2. Perencanaan Naskah Perencanaan penulisan naskah meliputi isi artikel, perencanaan format, dan tehnik penulisan serta perencanaan bahasa. 3. Perencanaan Isi Artikel Dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahapan gagasan artikel, tahapan gagasan bagian artikel, dan tahapan paragraf dalam artikel. 4. Perencanaan Format dan Teknik Penulisan Perencanaan format yang umum diikuti oleh penulis meliputi: Organisasi/sistematika artikel ilmiah, sedangkan teknik penulisan mencakup teknik perujukan, penampilan tekstual, dan visual dan teknik pengetikan mencakup pengaturan identitas, spasi, dan tata letak, format khusus merupakan cirri penebit. 5. Perencanaan Bahasa Perencanaan bahasa penulisan artikel ilmiah diwujudkan dalam pemilihan ragam bahasa yang akan digunakan.
Keterampilan Menulis|145|
6. Pengembangan Paragraf Paragraf adalah satuan teks yang terkecil yang berisi suatu bgagasan dasar dalam pembentukan gagasan yang lebih besar. 7. Penulisan Draf (Konsep) Penulisan lkonsep artikel ilmiah merupakan proses pengungkapan butir –butir gagasan yang sudah tertata secara sicara sitematis. Pengungkapangagasan tidak selalu bersifat verbal, yaitu pengungkapan dengan kata, frase, kalimat, dan untaian kalimat, tetapi juga dapat diungkapkan secara visual. Meisalnya dalam bentuktabel, diagram, figurasi, polygon dan lain-lain. 8. Penulsian Akhir (Finalisasi) Proses yang umum dilakukan oleh penulis dalam penulisan naskah artikel ilmiah adalah melakukan perbaikan. Sebelum melakukan perbaikan naskah akan melakukan pemeriksanaan ulang terhadap konsep artikel ilmiah, baik isi, ejaan, tanda baca, serta teknik penulisan.
Diskusi
Jawablah pertanyaan berikut dan diskusikan dengan teman-teman Anda! Jika mengalami kesulitan, tanyakan pada dosen Anda!
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1. Apa yang dimaksud dengan artikel?
2. Di media cetak, kita pernah membaca hal semacam “kirimkan artikel anda minimal dalam 500 kata, sertakan identitas lengkap, fotokopi KTP dan nomor rekening!”. Dari hal tersebut, apa yang dimaksud dengan artikel?
3. Carilah sebuah artikel ilmiah, pecahlah arttikel tersebut berdasarkan bagian-bagian artikel ilmiah!
Refleksi
Setelah mempelajari materi ini, (1) apakah wawasan dan keterampilan Anda bertambah?, (2) wawasan dan keterampilan apa saja yang Anda peroleh?, dan (3) apa rencana Anda selanjutnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar